Cersex Cerita Sex dan abg mesum Harga Sebuah Absen Ialah Perawan

Posted on

Cersex Cerita Sex dan abg mesum Harga Sebuah Absen Ialah Perawan

Cersex cerita Sex, cerita berumur, cerita Ngentot, cerita mesum teranyar � cerita Sex: Harga satu buah bolos adalah Perawan � Kisahku yang satu ini berlangsung telah kira-kira lamban, persisnya pada akhir division 3, dua tahun yang kemudian. durasi itu ialah saat-saat menjelang UAS. serupa lazim, sepekan sebelum UAS nama-nama mahasiswa yang tidak diperbolehkan turut eksamen karna bermacam karna serupa oper bolos, basi pelunasan, serta serupanya tercap di kediaman pemberitahuan di depan TU fakultas.

Hari itu saya terbuat shock atas tercantumnya namaku di daftar membekam salah satu mata kuliah pokok, 3 SKS juga. saya amat bimbang di situ tercatat absenku telah 4 kali, melampaui batasan maksimal 3 kali, apakah saya salah membagi, sedangkan di agendaku tiap absenku kucatat atas nyata saya cuma 3 kali bolos di mata kuliah itu.
Akupun accuse permasalahan ini atas dosen yang berhubungan ialah bungkus Qadar, seseorang dosen yang cukup chief di kampusku, umurnya 40-an, berkacamata serta sedikit ubanan, badannya pendek bila dibandingkan denganku cuma hingga sedagu. Diajar olehnya benar lezat serta mengerti akan tetapi beliau kira-kira cunihin, karna senang cari-cari kans untuk mencecah ataupun berbual atas mahasiswi yang cantik pada jam kuliahnya termasuk pula saya sempat jadi korban kecunihinannya.
karna telah chief serta menjadi kepala haluan, beliau dikasih ruangan seluas 5�5 beat bersama-sama atas ibu Hany yang pula dosen chief mendobel agen kepala haluan. Kuketuk pintunya yang terbuka sehabis seseorang mahasiswa yang lagi cakap padanya pamitan.
�Siang bungkus! � sapaku atas senyum dipaksa.
�Siang, terdapat harus apa? �
�Ini bungkus, aku ingin pertanyaan berhubungan bolos aku, kenapa dapat lebih sedangkan di memo aku hanya tiga.. , � begitu kujelaskan jauh luas serta beliau mengangguk-anggukkan kepala mendengarnya.
sebagian menit beliau meninggalkanku untuk ke TU memandang daftar bolos kemudian balik lagi atas map bolos di tangannya. nyatanya sehabis melacak memiliki melacak, saya terabaikan satu agenda kuliah tambahan serta cerobohnya saya pula kurang ingat mencatatnya di agendaku. atas berharap belas kasihan belas saya memelas padanya agar terdapat keluasan.
�Aduhh.. bantu bell bungkus, soalnya enggak terdapat yang memberitahu aku berhubungan yang tambahan itu, jadi aku pula enggak ingat bungkus, enggak salah aku segala bell bungkus. �
�Tapi kan Dik, kamu seorang diri seharusnya ingat bila bolos yang tiga sebelumnya kamu absen enggak karna sakit ataupun apa kan, sebaiknya untuk berawas-awas kamu tidak bolos sebesar itu bell dulu. �
sebagian ketika saya payau berunding dengannya akan tetapi akhirnya konsisten harga mati, ialah saya konsisten tidak bisa eksamen atas tutur lain saya tidak lolos di mata kuliah itu. Kata-kata terakhirnya sebelum saya berpamitan minta diri hanya,
�Ya sudahlah Dik, hendaknya kamu ambil hikmahnya insiden ini agar melajukan kamu lebih giat di setelah itu hari� atas menaruh tangannya di bahuku.
atas lesu serta kucam saya berjalan pergi dari danau serta nyaris beradu atas ibu Hany yang menuju ke ruangan itu. Dalam ekspedisi berbalik di mobilpun pikiranku lagi bundak hingga mobil di belakangku mengklaksonku karna tidak mengacuhkan lampu telah hijau.
Hari itu saya habis 5 batang rokok, sedangkan sebelumnya sedikit sekali saya mengisapnya. saya telah susah-susah berlatih serta melakukan kewajiban untuk mata kuliah ini, pula angka UTS-ku 8, 8, tetapi segalanya gagal cuma karna abai sedikit, yang terdapat kini hanya jengkel serta kecewa. dengan berbaring saya memindah-mindahkan chanel ambit atas remote, sampai sampailah saya pada approach TV dari Taiwan yang bertepatan lagi membawakan blur recup.
terlalui di pikiranku satu buah aturan abnormal, kenapa saya tidak memakai karakter cunihinnya itu untuk menggodanya, saya seorang diri kan fans gender lepas. hanya aturan ini cukup besar taruhannya bila tidak kena justru saya yang malu, tetapi biarlah tidak terdapat salahnya menguji, batal betul batal, sedemikian itu pikirku. saya memenungkan agenda untuk menggodanya serta memutuskan waktunya, ialah abscessed jam 5 lebih, kebanyakan jam itu kampus mulai antap serta dosen-dosen lain telah berbalik. saya hanya berambisi ketika itu ibu Hany telah berbalik, bila tidak agenda ini dapat tertunda ataupun boleh jadi batal.
Keesokan harinya saya mulai melaksanakan rencanaku atas berdebar-debar. Kupakai pakaianku yang sensual berwujud satu buah blus tanpa tangan berona biru dipadu atas gaun putih bergantung sebagian senti diatas dengkul, gilanya ialah dibalik segala itu saya tidak mengenakan bra ataupun celana dalam. bengkak pula rasanya anyar pertama kalinya saya pergi rumah tanpa busana dalam serupa sekali, serupa terdapat perasaan abnormal mengalir dalam diriku.

Birahiku naik menggambarkan yang aneh-aneh, lebih-lebih hembusan AC di mobil kian membuatku bergairah, udara dingin berdesir menggelikitik kemaluanku yang tidak tertutup apa-apa. karna kira-kira macet, saya anyar datang di kampus jam sebelah enam, kuharap bungkus Qadar lagi di kantornya. Kampus telah antap ketika itu karna ketika menjelang eksamen melimpah kategori telah prei, andaikan masuk batten hanya untuk penguatan ataupun cerdas cermat aja.
saya naik lift ke tingkat tiga. seseorang pegawai serta dua mahasiswa yang selift denganku diam-diam penglihatan ke arahku, sesuatu keadaan yang lazim kualami karna saya kerap berpakaian sensual hanya kali ini perbedaannya saya tidak memakai apa-apa di baliknya. tidak tahu gimana akibat mereka bila ingat terdapat seseorang perempuan di lagi mereka tidak berpakaian dalam, untungnya pakaianku tidak amat kencang alhasil ceruk tubuhku tidak terjiplak. Akupun hingga ke bilik beliau di sisi lab. Bahasa serta kulihat lampunya lagi bercahaya. Kuharap ibu Hany telah berbalik bila tidak sia-sialah segalanya. Jantungku berdebar lebih cepat ketika kuketuk pintunya.
�Masuk! � jawab suara dari dalam.
�Selamat abscessed bungkus! �
�Oh, anda cermin yang kemarin, terdapat apa lagi nih? � tuturnya dengan memutar kursinya yang berkunjung laptop ke arahku.
�Itu.. bungkus ingin membahas permasalahan yang kemarin lagi, apa lagi terdapat keluasan bikin saya�
�Waduh.. Kan ayah telah bilang dari kemarin kalau tanpa warkat rawat inap ataupun ijin eksklusif, anda konsisten dihitung bolos, disini aturannya benar sedemikian itu, minta kamu maklum�
�Jadi telah tidak terdapat berembuk lagi bungkus? �
�Maaf Dik, ayah tidak dapat membantumu dalam keadaan ini�
�Begini aja bungkus, aku memiliki ijab terakhir untuk ayah, aku minta dapat menebus bolos aku yang satu itu, gimana bungkus? �
�Penawaran.. ijab, memangnya pasar memakai berembuk semua, � tuturnya atas kira-kira jengkel karna saya lalu ngotot.
Tanpa pikir jauh lagi saya langsung mengisolasi pintu serta menguncinya, kemudian bepergian ke arahnya serta langsung bersandar diatas meja persisnya disampingnya atas menyengkelangkan kaki. Tingkahku yang nekad ini mendatangkannya salah aksi. ketika beliau lagi terbengong-bengong kuraih tangannya serta kuletakkan di betisku.
�Ayolah bungkus, aku yakin ayah tentu dapat nolongin aku, ini ijab terakhir aku, era ayah enggak terpikat atas yang satu ini� godaku dengan menundukkan tubuh ke arahnya alhasil beliau bisa memandang bagian payudaraku dengan gala bajuku yang kira-kira kecil.
�Dik.. anda anda ini.. gila pula.. � tuturnya bengap karna gugup.
Wajahku mendekati wajahnya serta berbisik ayal sebelah mendesau, �Sudahlah bungkus, tidak mesti akal-akalan lagi, nikmati aja ketika dapat. �
beliau kian kaget tanpa memejamkan matanya kala saya mulai membebaskan buah baju bajuku satu-persatu hingga kedua payudaraku atas puting pink-nya serta perutku yang datar kelihatan olehnya. Tanpa melepaskan pandangannya padaku, tangannya yang tadinya hanya menggenggam betisku mulai merambat naik ke pukang mulusku disertai sedikit remasan. Kuturunkan kakiku yang tersilang serta kurenggangkan pahaku biar beliau lebih bebas mengelus pahaku. atas sebelah berdiri beliau menggapai payudaraku atas tangan yang satunya, sehabis tangannya memadati payudaraku beliau meremasnya ayal diiringi desahan pendek dari mulutku.
�Dadamu baik pula yah dik, cepat serta montok, � pujinya
beliau kemudian melekapkan mulutnya ke arah payudaraku, satu buah gejolak membersihkan jitu putingku disusul atas gigitan enteng membuat barang itu memadat serta tubuhku bergerak. Sementara tangannya yang lain menjalar lebih jauh ke dalam rokku sampai akibatnya mengenai akar pahaku. beliau berakhir sejenak kala jari-jarinya mengenai kemaluanku yang tidak tertutup apa-apa
�Ya maaf Dik, anda tidak memakai dalaman apa-apa ke sini !? � tanyanya tercengang atas keberanianku.
�Iyah bungkus, eksklusif untuk ayah.. sebab itu ayah mesti bantu aku pula. �
sontak atas bersemangat beliau bentangkan lebar-lebar kedua pahaku serta menjatuhkan dirinya ke kursi kerjanya. Matanya serupa ingin lepas melihat kemaluanku yang merah merekah diantara bulu-bulu hitam yang rimbun. benar tidak sempat tergambar olehku saya bersandar diatas meja mekakangkan kaki di ambang dosen yang kuhormati. sesaat setelah itu lidah bungkus Qadar mulai menjilati bingkai kemaluanku atas rakusnya. Lidahnya ditekan masuk ke dalam kemaluanku atas satu jarinya memperdayakan klitorisku, tangannya yang lain dijulurkan ke berdasarkan meremasi payudaraku.
�Uhh.. .! � saya amat menikmatinya, mataku terkatup dengan mengerkah bingkai bawah, tubuhku pula menggelinjang oleh kehebohan permainan lidah beliau. saya memekik ayal meremas rambutnya yang pipih, kedua pukang mulusku memipit akrab kepalanya seakan tidak menginginkannya merdeka. Lidah itu beranjak kian cheat membersihkan dinding-dinding kemaluanku, yang batten lezat ialah kala pucuk lidahnya bentrok atas klitorisku, duhh.. Rasanya jijik serupa ingin ngompol. Butir-butir keringat mulai pergi serupa halimun pada seluruh tubuhku.
sehabis membikin vaginaku berair basah, beliau berdiri serta membebaskan diri. beliau membuka celana jauh berikut celana dalamnya alhasil �burung� yang dari mulanya telah ketang dalam sangkarnya itu saat ini bisa berdiri atas atas reguk. Digenggamnya barang itu serta dibawa mendekati vaginaku.
�Bapak masukin kini saja yah Dik, udah enggak adem nih�
�Eiit.. sesaat bungkus, ayah kan belum ngerasain mulut aku nih, dipastikan ketagihan lah, � kataku dengan menggapai penisnya serta turun dari meja.
Kuturunkan badanku beroncet-roncet bersilir-silir atas aksi menggoda sampai bertelut di hadapannya. burung dalam genggamanku itu kucium serta kujilat perlahan-lahan disertai sedikit kocokan. barang itu bergerak hebat diiringi desahan pemiliknya tiap kali lidahku menyapunya. kini kubuka mulutku untuk memuatkan burung itu. Hhmm.. nyaris sedikit lagi masuk seberinda tetapi tampaknya telah mentok di tenggorokanku. bisa pula penisnya untuk sama tua beliau, meskipun tidak seperkasa banyak orang kasar yang sempat ML denganku, punyanya cukup kokoh serta dihiasi sedikit pembuluh, bagian kepalanya tampak serupa fungi bergembut-gembut.
Dalam mulutku burung itu kukulum serta kuhisap, kugerakkan lidahku memutar memutari kepala penisnya. Sesekali saya melihat ke berdasarkan memandang air muka muka beliau menikmati seponganku. menurut pengetahuan, telah melimpah pria kelabakan atas articulate sex-ku, mereka lazim mengerang-ngerang tidak pasti apabila lidahku telah bertindak pada burung mereka, bungkus Qadar juga termasuk diantaranya. beliau mengelus-elus rambutku serta membersihkan dahinya yang telah berambai-rambai keringat atas sapu tangan.
akan tetapi terdapat sedikit gangguan di lagi kenikmatan. dapat didengar suara pintu diketuk alhasil kita kira-kira belingsatan. bungkus Qadar lekas meningkatkan balik celananya serta menenggak air dari gelasnya. saya disuruhnya umpet di bawah meja kerjanya.
�Ya.. betul.. sesaat tanggung ini nyaris beres, � sahutnya membalas suara pukulan.
Dari bawah meja saya mengikuti beliau telah membuka pintu serta berdiskusi atas seorang yang saya tidak ingat. kurang lebih tiga menitan mereka berdiskusi, bungkus Qadar melafalkan dapat kasih pada orang itu serta berpetaruh biar janganlah diusik atas latar belakang lagi lewat waktu serta melimpah karier, kemudian pintu ditutup.
�Siapa mulanya itu bungkus, telah terjaga belum? � tanyaku sehabis pergi dari kolong meja.
�Tenang hanya pegawai mengantar warkat ini kenapa, ayo terusin lagi Dik. �
kemudian atas cueknya saya membebaskan blus serta rokku yang telah terbuka sampai bugil bundar di hadapannya. saya bepergian ke arahnya yang lagi melongo menatapi ketelanjanganku, kulingkarkan lenganku di lehernya serta memeluknya. Dari badannya terhirup balm eksklusif air atar om-om. beliau yang memangnya pendek kelihatan lebih pendek lagi karna ketika itu saya memakai sepatu yang solnya tinggi.
Kudorong kepalanya di antara kedua gunungku, beliau tentu keamanan kuperlakukan serupa itu. sontak saya bermuka masam serta mencicik karna saya merasakan gigitan pada puting kananku, beliau atas gemasnya mengerkah serta mencupangi putingku itu, giginya digetarkan pada bulatan alit itu serta meninggalkan jejak di sekelilingnya. Tangannya mengelusi punggungku berkurang sampai mencengkram pantatku yang bundar serta beku.
�Hhmm.. Sempurna sekali tubuhmu ini Dik, tentu giat dirawat betul, � pujinya dengan meremas pantatku.
saya cuma mesem minim menanggapi pujiannya kemudian kubenamkan balik wajahnya ke payudaraku yang sisi, diapun meneruskan menetek dari danau. Kali ini beliau menjilati semua permukaannya sampai berair oleh liurnya kemudian diemut serta dihisap kuat-kuat. Tangannya dibawah situ pula tidak dapat bungkam, yang kiri memijit-mijit birit serta pahaku, yang kanan menggerayangi vaginaku serta menusuk-nusukkan jarinya di situ. selaku jawaban saya cuma dapat mendesau serta memeluknya erat-erat, darah dalam tubuhku kian bergolak alhasil meskipun ruangan ini ber-AC, keringatku konsisten menetes-netes.
Mulutnya saat ini merambat naik menjilati gala jenjangku, beliau pula mengulum leherku serta mencupanginya serupa Dracula memangsa korbannya. Cupangannya cukup keras hingga meninggalkan becak merah selagi sebagian hari. akibatnya mulutnya berjumpa atas mulutku dimana lidah kita saling bentrok atas buas. Lucunya karna beliau lebih pendek, saya mesti sedikit membungkuk untuk berkasihan dengannya. dengan berkecupan tanganku mencoba-coba selangkangannya yang telah memadat itu. sehabis tiga menitan karna merasa kaku lidah serta sulit bernafas kita membebaskan diri dari kecupan.
�Masukin saja kini yah bungkus.. aku udah enggak kuat nih, � pintaku dengan lalu meletakkan resleting celananya.
akan tetapi belum luang saya melontarkan penisnya, beliau telah lebih-lebih dulu mengangkat tubuhku. Wow, pendek-pendek gini tangguh pula nyatanya, beliau lagi bisa menggendongku atas kedua tangan kemudian diturunkan di berdasarkan meja kerjanya. beliau berdiri diantara kedua bekah pahaku serta membuka celananya, tangannya menggenggam burung itu serta mengarahkannya ke vaginaku. Tangan kananku menggapai barang itu serta menolong menancapkannya. beroncet-roncet bersilir-silir batang itu melesak masuk membelah bingkai vaginaku sampai terpacak seberinda.
�Ooohh.. ! � desahku atas badan mengejang serta mencengkram pundak bungkus Qadar.
�Sakit Dik? � tanyanya.
saya cuma menggeleng meskipun rasanya benar kira-kira sakit, tetapi itu hanya sesaat karna berikutnya yang kerasa hanya nikmat, betul nikmat yang kian melambung. saya tidak dapat tidak mendesau tiap kali beliau menggenjotku, tetapi saya pula mesti melindungi aggregate suaraku biar tidak dapat didengar hingga luar, untuk itu terkadang saya mesti mengerkah bingkai ataupun jemari. beliau kian lekas memaju-mundurkan penisnya, keadaan ini melahirkan kehebohan nikmat yang lalu menjangkiti tubuhku.
Tubuhku terlonjak-lonjak serta tertekuk alhasil payudaraku kian memunjung ke arahnya. kans ini tidak disia-siakan beliau yang langsung melumat yang kiri atas mulutnya serta memijit-mijit yang kanan bersama memilin-milin putingnya. tidak absolutist setelah itu saya merasa bumi kian berkeliling serta tubuhku menggelinjang atas azmat, saya mendesau jauh serta mengalungkan kakiku lebih akrab pada pinggangnya. larutan bersih melancur kencang dari vaginaku alhasil melahirkan bahana kecipak tiap kali beliau menghujamkan penisnya. sebagian detik setelah itu tubuhku melemas balik serta terbaring di mejanya di antara gundukan arsip-arsip serta peranti catat.
saya cuma dapat mengambil nafas sesaat karna beliau yang lagi berdaya meneruskan ronde selanjutnya. Tubuhku dibalikkan menelungkup menangkup diatas meja serta kakiku ditarik sampai terjuntai mengenai dek, spontan saat ini pantatku juga menjengking ke arahnya. dengan meremas pantatku beliau mendorongkan penisnya itu ke vaginaku.

Uuhh.. Ngghh.. ! � desisku ketika burung yang keras itu membelah bingkai kemaluanku.
Dalam posisi serupa ini sodokannya kerasa kian keras serta dalam, badanku juga turut tergoncang hebat, payudaraku serasa kepepet serta bergeselan di meja kerjanya. bungkus Qadar menggenjotku kian lekas, dengusan nafasnya berbaur atas desahanku memadati ruangan ini. sedapat boleh jadi saya melindungi suaraku biar tidak amat keras, tetapi konsisten aja sesekali saya berkoar bila sodokannya keras. Mulutku mengap-mengap serta mataku memandangi atas amatan kosong pada foto beliau atas istrinya yang dipajang di situ.
sebagian menit setelah itu beliau menarik badan kita berkurang sebagian tahap alhasil payudaraku yang tadinya melekat di meja saat ini bergantung lepas. atas sedemikian itu tangannya dapat menggerayangi payudaraku. bungkus Qadar setelah itu membujuk ganti posisi, digandengnya tanganku menuju kursi. beliau menjatuhkan pantatnya disana, akan tetapi beliau mencegahku kala saya ingin bersandar, disuruhnya saya berdiri di hadapannya, alhasil kemaluanku persisnya di depan wajahnya.
�Bentar yah Dik, ayah bersihin dulu punyamu ini, � tuturnya seraya melekatkan mulutnya pada kerimbunan bulu-bulu kemaluanku.
�Sluurp.. Sshhrrp� dijilatinya kemaluanku yang berair itu, larutan orgasmeku diseruputnya atas bersemangat. saya mencicik serta meremas rambutnya selaku jawaban berdasarkan tindakannya. Vaginaku dihisapinya selagi sepuluh menitan. sehabis senang saya disuruhnya naik kepangkuannya atas posisi beradu kening. Kugenggam penisnya serta kuarahkan ke lubangku, sehabis rasanya tepat kutekan badanku ke bawah alhasil burung beliau ambles pada vaginaku. Sedikit untuk sedikit saya merasakan bilik vaginaku terisi serta atas sebagian hentakan masuklah batang itu seberinda ke dalamku.
20 menit lamanya kita mengebut dalam gaya begitu bersaingan mendekati klimaks. Mulutnya tidak henti-henti mencupangi payudaraku yang mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya pula singgah di bahu serta leherku. Akupun akibatnya tidak kuat lagi atas memuncaknya rasa nikmat di selangkanganku, debar naik turunku kian lekas hingga vaginaku balik melontarkan cukup melimpah larutan orgasme yang mandi penisnya serta kawasan selangkangan kita.
kian absolutist goyanganku kian kecil, alhasil bercokol beliau aja yang lagi menghentak-hentakkan tubuhku yang telah lesu di pangkuannya. akhirnya beliau melepaskanku pula serta memerintahkan menyelesaikannya atas mulut aja. saya lagi lesu serta bersandar bersimpuh di dek di antara kedua kakinya, kugerakkan tangan kananku menggapai penisnya yang belum pemancaran. barang itu, pula bulu-bulunya berair sekali oleh cairanku yang lagi hangat. saya membuka mulut serta mengulumnya.
seperjalanan atas tenagaku yang terkumpul balik kocokanku juga lebih lekas. sampai akibatnya batang itu kian berdebar diiringi suara erangan garau dari mulutnya. benih itu menyemprot lelangit mulutku, disusul basut selanjutnya yang kian memuat mulutku, rasanya hangat serta lekat atas aromanya yang accustomed denganku. Inilah waktunya mencoba cara menyepongku, saya berkonsentrasi memakan serta mengisapnya mencoba biar larutan itu tidak tercampak setetespun.
sehabis peperangan yang cukup berat akibatnya sempotannya kian berkurang serta akibatnya berakhir serupa sekali. Belum cukup senang, akupun menjilatinya hingga bersih mengkilat, beroncet-roncet bersilir-silir barang itu melunak balik. bungkus Qadar bertumpu pada daybed atas nafas terengah-engah serta mengepak-ngepakkan gala kemejanya. sehabis merasa enak kita balik mengenakan busana per. beliau memuji permainanku serta berakad mencoba membantuku mencari jalan keluar permasalahan ini. Disuruhnya saya akan datang hadir lagi pada jam yang serupa untuk mengikuti keputusannya.
nyatanya kala besoknya saya hadir lagi keputusannya lagi belum kuterima, malahan saya balik digarapnya. Rupanya beliau lagi belum senang atas pelayananku. serta akan datang lusanya yang bertepatan tanggal merah saya diajaknya ke satu buah auberge melati di kawasan Tangerang. Disana saya digarapnya sebelah hari dari pagi hingga petang, terlebih luang saya terbuat hilang semangat sekali. Luar lazim benar kapasitas tahannya untuk seusianya meskipun dibantu oleh komplemen laki-laki. akan tetapi perjuanganku tidaklah gagal, kala lagi berendam bersama-sama di bathtub beliau melaporkan kalau saya telah diperbolehkan turut dalam eksamen.
�Kesananya mencoba seorang diri yah Dik, janganlah meminta yang lebih lagi, ayah telah perjuangkan keadaan ini dalam muktamar kemarin, � tuturnya dengan memencet putingku.
�Tenang saja bungkus, aku pula ingat diri kenapa, yang pokok aku enggak ingin peperangan aku selagi ini gagal, � jawabku atas mesem minim.