Cersex Cerita Sex dan abg mesum Ngentot Winda Yang Horny

Posted on

Ngentot Winda Yang Horny Hot teranyar 2016 � saya habis pecah dari bini aku karna permasalahan yang tidak dapat menekur satu serupa lainnya, setelah itu beliau menentukan pergi dari aku. Di lokasi saya beroperasi pula saya jadi berat bibir insiden itu senantiasa membayangi diriku.

cerita Sex teranyar | serta salah satu kawan Winda di kantorku merasa belas kasih atas aku, alhasil sehabis berbalik kegiatan anda berbalik serempak serta menguji menghiburku, selagi dalam ekspedisi kawan bersoal berdasarkan apa yang berlangsung pada keluargaku serta saya senantiasa menanggapi apa yang senantiasa ditanyakannya.
Tanpa kerasa kita telah terletak di dalam lokasi bercokol aku, sehabis aku persilakan beliau untuk mengambil apa yang beliau ingin di kulkas, aku langsung ke kamar mandi untuk melimpahkan air berkemih yang dari dari mulanya telah di pucuk kemaluanku.
Sekembalinya aku keruang pengunjung, kawan aku telah bersandar dengan baca baca majalah atas satu ayan Coca-Cola. Sayapun bersandar di sampingnya. tetapi tidak amat muktamar. aku hidupkan TV bertepatan kegiatan informasi nasional negara ini.
Kamipun berbicara jauh luas berhubungan kawan aku itu, serupa telah berapa lamban beliau sudah meninggalkan Hongkong lokasi asalnya.
tetapi tiap kali beliau menanggapi pertanyaanku beliau senantiasa mesem dengan matanya memandang ke arah selangkanganku. saya langsung melihat selangkanganku, rupanya saya kurang ingat men-zip-nya. Langsung kutarik zip-nya, dengan berbual padanya.
�Maklumlah Win, soalnya sarangnya telah lamban pergi! �, Kataku pada Winda.
�Emangnya sudah berapa lamban burungmu tidak masuk kandang? �, Winda membalas candaku dengan menenggak Coca Cola atas sedikit senyum di bibirnya.
�Kira duga Lima minggulah, emangnya mengapa nanya nanya? �, saya melanjutkan dengan menguji membetulkan posisi dudukku.
�Akh, saya enggak yakin. Mana terdapat sich adam adam yang telah sempat begituan bakal kuat selagi itu untuk tidak menjalankannya? �, Bantahnya dengan senyum.
�Memang sich, saya enggak kuat. Jadi selagi ini saya memakai tangan aja�, Jawabku.
dengan mesem luas, Winda menghampiriku. serta Winda bersandar di sebelahku, muktamar sekali.
�Perlu dibantu? �, Tanyanya dengan tangan kanannya mencoba-coba penisku.
Winda benar perempuan Hongkong yang bagus, diusianya yang dua puluhan beliau amat menarik tiap mata pria yang memandangnya. karna atas buah dada serta gumpalan pantatnya yang lebih besar dari skala pada umumnya orang lokasi asalnya. saya jadi berani, kurangkul pundaknya dengan kulumat bingkai yang berlipstick merah belia bagus itu.
Windapun membalas atas nafasnya yang kian membuatku untuk memperdekat rangkulanku. saya merasa sedikit sakit pada penisku yang telah amat keras karna terkaan Winda. atas tidak adem kulepas rangkulanku dari bahu Winda serta atas kedua tanganku kubuka celanaku dengan konsisten bersandar. kira-kira sulit benar. tetapi sukses pula.
Kudengar Winda mendesau berbarengan atas tangannya yang memegang langsung penisku yang cuma seadanya atas bundaran tangannya itu. Kamipun balik berangkulan, cuma kali ini tangan kiriku sudah memijit-mijit buah dadanya yang alot serta kian alot itu. sebaliknya tangan kananku mengelus-elus tengkuknya. Winda kian memancarkan desahnya.
�Ed, anda ke kamarmu aja.. , mari Ed, saya telah tidak kuat nich? �, Winda berharap sebati.
saya juga berdiri, tetapi kala saya mau membuka pakaianku, saya tertarik tercabut terkejut karna Winda telah menarik penisku dengan bertanya di mana kamarku.
�Pelan ayal Winda, sakit nich! �, protesku berdasarkan tangan Winda yang memegang penisku atas amat kencang itu.
saya bepergian dengan membuka bajuku ke arah kamarku yang sudah kutunjukan pada Winda. (sesungguhnya saya tidak ingin memakai kamar dimana saya serta istriku tidur sebelum istriku itu pergi. tetapi gimana lagi. telah keinginan sekali ketika itu).
sebaik saja sampai di kamar Winda atas tergesa membuka semua busananya. BH-nya, CD-nya. segala dibuka atas tergesa. kemudian Winda langsung menghampiriku yang telah lebih dulu berbaring menelentang celentang di berdasarkan jok dengan menggojlok perlahan-lahan penisku biar kian bengkak, dengan memandang Winda membuka busananya.
Winda berbaring miring di sebelahku, bibirnya mencari bibirku sebaliknya tangan kanannya menggantikan tanganku untuk mengocok-ngocok penisku. saya mendesau. Windapun kian beringas menciumi semua wajahku. Telingakupun tidak merdeka dari sapuan lidahnya. saya merasakan nikmat berbaur jijik yang tidak terkira.
gejolak Winda kian turun ke arah leherku, dadaku serta kedua puting payudaraku pula dililitnya atas lidah.
dengan tangannya kian lekas menggojlok penisku yang sedikit kerasa sakit karna genggamannya amat keras.
gejolak Winda sudah terletak di berdasarkan pusarku, lidahnya dicoba untuk masuk dalam bolongan pusarku, bisa kudengar desahnya. walaupun desahku lebih besar darinya. saat ini lidah Winda menelusuri bulu-bulu penisku. saya kian tidak kuat. tetapi saya menanti mengharap, karna saya ingat kemana tujuan sesungguhnya gejolak lidah Winda itu.
Baca cerita sex teranyar lainya di www. orisex. com
nyatanya saya salah, kukira Winda bakal memajuh penisku. nyatanya Winda justru berjolak menjilat kedua bijiku bergantian. Tangannya tidak merdeka menggojlok penisku. dengan sesekali jemari jempolnya membersihkan pucuk penisku yang sudah berair karna air nikmatku sudah mandi bingkai pucuk kemaluanku. jijik serta nikmat sekali durasi Winda melaksanakan itu. saya tertarik tercabut karenanya.
karna durasi Winda melaksanakan itu badannya kira-kira nungging di sampingku, sehingga kucoba menggapai gumpalan pantatnya. Kuusap-usap, Winda mendesau nikmat rupanya. Jariku tidak ingin berakhir hingga disitu, jariku membikin-bikin bolongan kemaluannya. sehabis jariku menemukannya nyatanya telah berair sekali. segala itu membikin jariku kian gampang untuk mencari lubangnya.
Kusapu lubangnya atas jariku dengan sesekali kumasukan jemari telunjukku ke dalam lubangnya. Winda mendesau hebat dengan melepaskan gejolak lidahnya dari kedua bijiku. Kuraih birit Winda biar persisnya terletak di berdasarkan wajahku.
saat ini kedua tanganku bertindak berdasarkan bagian belakang badan Winda. jemari telunjuk tanganku yang kanan kumasukan ke dalam bolongan faraj Winda dengan memaju mundurkan. sebaliknya jemari telunjuk tangan kiriku menyikat gosok clitorisnya. bisa kulihat dari bawah selangkangannya, Winda membuka mulutnya luas tanpa berbicara merasakan nikmat.
kala niatku akan memakai lidahku untuk berjolak vaginanya, saya merasakan nikmat serta sedikit linu yang tidak terkira. Rupanya Winda sudah memajuh bagian kepala penisku. Lidahnya melilit-lilit di berdasarkan dasaran kepala penisku.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akupun mau menandinginya atas mejilat-jilat dasaran bolongan faraj Winda. dengan sesekali kucoba untuk memasukan lidahku kedalam vaginanya. kira-kira masin benar, tetapi yang lebih kerasa ialah nikmatnya. kian nikmat lagi ketika kudengar Winda memprotes karna gejolak lidahku.
Winda sudah memasukan penisku setengahnya dalam mulutnya sesaat sesaat dinaikan kepalanya, setelah itu diturunkan lagi. Yang membikin saya merasa nikmat ialah ketika Winda meletakkan wajahnya untuk memajuh penisku, karna Winda sudah memendekkan bundaran mulutnya. alhasil cuma tepat sedikit kencang kala bibirnya melalui penisku dari berdasarkan ke bawah. Oh nikmat sekali.
saya nyaris aja memuncrat bila saya tidak lekas meminta Winda membalikan badannya sampai wajahnya beradu kening denganku. saya membalas senyumnya yang kecapekan menahan nikmat yang anyar aja kita alamiah.
Kucium lagi mulutnya yang amat belecak oleh air liurnya. kemudian kubalikan Winda biar terletak dibawahku.
Kulebarkan selangkangannya kugenggam penisku atas tangan kananku, kemudian kugosok-gosok kepala penisku pada dasaran kemaluannya.
�Oh.. , Ed.. , lalu Ed.. , aahh.. , nikmat sekali.. , sshh�, keluh Winda.
Akupun memacu gesekannya, Winda menggeleng gelengkan kepalanya.
kemudian atas datang datang kutancapkan penisku ke dalam vaginanya yang telah banjir itu atas satu hentakan keras, masuklah 3 atau 4 nya penisku atas bebas. berbarengan atas itu Winda berdengking dengan badannya hingga pundak mencuat serupa akan berdiri matanya membelalang menghadapi tikamanku yang sontak itu.
�oohh Edwiinn.. , enaak.. , lalu.. , Ed.. , lalu.. , lebih lekas Ed.. , mari Ed.. , lalu.. , aahh�, keluh Winda dengan melemparkan balik bahunya ke jok.
Kedua tangan Winda membarut-barut wajahku dengan mengerkah bibirnya yang bawah matanyapun menunjukan kalau ketika ini Winda lagi merasakan nikmat yang tidak tara. Akupun kian lekas memaju-mundurkan penisku.
Nikmat yang kurasakan tidak bandingnya. faraj Winda lagi bisa dikatakan ketang.
�Enak Win? �, tanyaku padanya dengan memaju-mundurkan penisku. Winda tidak menanggapi, cuma desahannya aja yang kian nyata dapat didengar.
�Enak enggak Win? �, tanyaku lagi.
Winda menanggapi atas anggukan minim dengan mengerkah balik bingkai bawahnya.
�Jawab dong Winda , nikmat enggak? �, paksaku meskipun ini ialah pertanyaan bebal.
�Luar lazim Ed.. , sshh.. , saya nyaris pergi nich oohh�, tuturnya terpenggal putus.
�Aku masukin segalanya yach Win? �, tanyaku padanya yang lagi melayang.
�sshh.. , em.. , emangnya belum segalanya dimasukin? �, Winda kembali bersoal bingung dengan menatapku atas kuyu.
�Belum! �, Jawabku kecil dengan lalu maju berkurang.
Tangannyapun beranjak ke bawah untuk membenarkan belum segala penisku masuk ke dalam bolongan vaginanya. kala tangannya sukses mengenai sisa penisku yang lagi di luar, saya merasa imbuh nikmat.
�Oohh.. , Ed masukin Ed.. , masukin segalanya Ed.. , aahh�, pintanya dengan menarik pinggangku atas kedua tangannya serta matanyapun terkatup menantikan.
Kucoba menahan helaan tangan Winda pada pinggangku, biar masuknya sisa penisku tidak amat lekas. saya mau memberi kenikmatan tidak sebun padanya.
betul aja, kala sedikit untuk sedikit sisa penisku masuk, Winda mencicik serupa ular yang beradu kening atas musuhnya.
�Sshhhh.. sshhhh�, dengan matanya terkatup kencang sekali menahan nikmat telusuran penisku ke dalam vaginanya.
Kedua tangannyapun menjambak-jambak rambutnya seorang diri.
Tanpa disangka kucabut penisku, cuma bercokol kepalanya aja yang lagi karam. Winda serupa mau keberatan, tetapi kasep. karna saya sudah menekannya lagi atas sekali tusuk masuklah segala penisku.
�Edwiinnnnnn! �, jerit Winda keras sekali dengan tangannya berdebar-debar lokasi tidur.
saya kian percepat gerakanku, meskipun saya telah merasa sedikit capek atas pinggangku yang dari mulanya maju berkurang lalu.
�Terus Ed.. , oohh.. , lalu.. , teruss.. , oohh.. , oohh.. , aahh�.
Winda memekik berbarengan atas tercapainya Winda pada puncaknya, dengan tangannya memijit-mijit sprei lokasi tidur di kanan serta kirinya, badannya tersentak-sentak cuma putih yang kulihat di matanya.
tetapi saya lagi lalu melajukan untuk menyusulnya, kian lekas, kian lekas lagi nafasku berburu. bahana nikmat dapat didengar dari dalam faraj Winda karna air nikmatnya itu.
�Oh Winda.. , oohh.. , aahh.. �, lekas kucabut penisku biar tidak memuncrat di dalam, kugenggam penisku, kuarahkan penisku ke perut Winda, di sanalah air nikmatku berlabuh.
Winda lekas bangun serta mendorongku biar menelentang celentang, setelah itu Winda memajuh setengah penisku ke dalam mulutnya. Lidahnya menjilat-jilat mulut minim di pucuk penisku. saya merasa linu sekali serta tangan Winda yang mengocok-ngocok penisku serupa akan membenarkan biar pergi segala air nikmatku.
�Sudah Windaaa.. , telah.. , linu nich.. , uuhh.. , sudah�, pintaku padanya.
tetapi Winda lagi aja memaju-mundurkan mulutnya akan penisku yang kian linu sekali. sehabis benar-benar percaya tidak terdapat lagi air nikmat yang bakal pergi dari penisku Windapun menghenyakkan kepalanya di berdasarkan perutku dengan memandangku atas kancap kebahagiaan.
setelah itu kondisi berdiam diri, cuma debar jam abar-abar yang mengingatkan bakal kenikmatan yang anyar aja kita alamiah. kita benar menguji untuk mengenang balik insiden yang luang membawa kita ke awang-awang.
�Winda, telah jam 8 nich. anda enggak berbalik? �, tanyaku menghancurkan keheningan.
Winda seolah tidak mengikuti ucapanku. setelah itu atas halus kuangkat kepalanya serta keletakan di berdasarkan jok. Akupun coba bangun, tetapi sebelum saya turun dari lokasi tidur kurasakan tangan Winda menggenggam perutku.
�Mau kemana Ed? �, tanyanya dengan melepaskan nafar jauh.
�Mau mandi dulu nich, lekap segala rasanya badanku�, Jawabku dengan berpaling ke arahnya.
�Tunggu sedikit lagi, anda mandi sama-sama� Winda berharap dengan mengalungkan kedua tangannya di pinggangku.
kemudian kamipun pergi ke kamar mandi serta mandi empat mata bersama mengulanginya permainan gender yang luang terpenggal mulanya di kamar mandi. sehabis merasa senang kamipun rehat dengan berpelukan sampai akan datang pagi.

Recent search terms:

  • foto 100 mejilat memek dan ngentot