Cerita Seks Dewasa dan cersex Ngentot Nikmatnya Vagina Bibi Dan Pembantu

Posted on
Cerita SeksTerbaru, Cerita Panas Dewasa, Cerita Mesum Seru Kali ini akan memiliki kisah 17+ dengan judul Cersex Nikmatnya Vagina Bibi Dan Pembantu . Sebelum membaca silahkan siap tisu dulu, selamat menikmati.
Nikmatnya Vagina Bibi Dan Pembantu

Pamanku ini adiknya paling tidak kecil, kala itu dia anyar berumur 35 tahun. Rumah pamanku amat besar, di danau ada kolam renangnya bersama juga ada alun-alun tenisnya, maklum pamanku adalah seorang pedagang sukses yang melimpah. tidak hanya bibiku bersama pamanku, di rumah itu juga ada 3 orang pembantu, 2 perempuan bersama seorang aba dewasa berumur sisi berida, yang ialah ahli cerang.

Bibiku anyar berumur 31 tahun, orangnya amat cantik berdasarkan badannya yang termasuk kecil alit akan mati, amat asri berbentuknya sebagai gitar spanyol, badannya tidak amat tinggi kecil lebih 155 cm. Dadanya yang kecil terlihat mati lekas bersama kurang lebih menantang. Pinggangnya amat langsing berdasarkan perutnya yang latar, akan mengusutkan kedua bongkahan pantatnya amat mati. Wajahnya amat amat cantik itu, manis benar untuk memandang. Kulitnya langsat kuning, amat baik.

Kedua pembantu perempuan itu, yang satu adalah balu berumur 27 tahun berjulukan Trisni bersama yang satu lagi lebih anom, anyar berumur 18 tahun berjulukan Erni. si Erni ini, kendatipun lagi amat anom, tapi sudah bersuami bersama bercokol di dukuh, bertani tuturnya.

suatu hari saat kuliahku lagi melamunkan bersama lagi bersama lagi lagi pergi kota, aku bangun kurang lebih amat siang bersama atas lagi tidur-tiduran di tempat tidur aku ambil (suara) lagu dari radio.
tiba-tiba bisa didengar bogem mentah pada pintu kamarku, setelah itu bisa didengar suara, Den Eric.. , apa sudah bangun.. ? bisa didengar suara Trisni.
Yaa.. ada apa.. ? jawabku.
Ini Den. saya bawakan kopi buat Aden.. ! tuturnya lagi.
Oh.. yaa. ambil masuk saja.. ! jawabku lagi.

sehabis itu pintu dibuka, bersama terlihat Trisni masuk atas bersambung dulang yang ada di atasnya ada satu gelas kopi panas bersama pisang goreng. saat dia lagi melaksanakan kopi bersama pisang goreng di meja di segi tempat tidurku, badannya kurang lebih memepet di segi tempat tidur bersama dalam posisi sisi mengendap, terlihat berdasarkan jelas bongkahan pantatnya yang montok berdasarkan pinggang yang cukup langsing ditutupi kain yang dipakainya. memandang amatan yang menariknya berdasarkan acap rasa isengku bangkit, lagi juga ditopang juga berdasarkan hal rumah yang antap, alhasil berdasarkan acap tanganku beranjak ke obyek yang menarik itu bersama acap mengelusnya.

Trisni gejolak bersama berdasarkan acap menghindar atas menerangkan, Iihh.. , tampaknya Den Eric usil juga yaa.. !
memandang wajah Trisni yang masem-masem itu tanpa menampilkan air wajah marah, alhasil berdasarkan acap aku bangkit dari tempat tidur bersama acap gejolak kedua jaket.
Aahh.. jangaann Deenn, belakang terlihat sebagai si Erni, kan malu atuu.. !
tapi tanpa memperdulikan protesnya, berdasarkan acap kutarik badannya ke arahku bersama atas mendekapnya berdasarkan acap bibirku menggerebek bibirnya yang karna kurang lebih terbuka, akhirnya memudahkan lidahku menerobos masuk ke mulutnya.

berdasarkan acap kusedot bibirnya, bersama lidahku kumain-mainkan dalam mulutnya, memelintir lidahnya bersama mengelus-elus bagian lelangit mulutnya. berdasarkan acap bisa didengar suara dengusan pergi dari mulutnya bersama kedua suka membelalang memandangku. Dadanya yang montok itu beranjak naik turun berdasarkan acap, buat impian birahiku bertambah menanjak. Tangan kiriku berdasarkan acap mulai bergerilya pada bagian dadanya yang menjendul bersama menikmatinya, mengelus-elus kedua anak bukit sebandung itu disertai ramasan-ramasan benci, yang berdasarkan acap digalarkan impian Trisni juga. kondisi itu terlihat dari rupa yang bertambah memerah bersama nafasnya yang bertambah berkempul-kempul.

tiba-tiba bisa didengar suara dari arah dapur bersama berdasarkan acap aku acap menyelinap, Trisni juga acap membereskan rambut bersama bajunya yang kurang lebih acak-acakan efek seranganku mulanya.
atas menghindar dariku, dia menerangkan berdasarkan bimbang, Tuhkan.. , apa yang Trisni tuturkan mulanya, nyaris saja kepergok, Adeen cantik siih.. !
Sebelum dia pergi dari kamarku, kubisinya, Triis, ntar malam apabila semua sudah di tidur kamu teruskan yah.. ?
Entar belakang ajalah.. ! tuturnya berdasarkan melempar seulas senyum manis atas pergi kamarku.

Malamnya sekitar jam 21. 00, sesudah semua tidur, Trisni ada ke bidai lagi, dia hanya memakai pakaian tidur yang ceper, jadi nantikan CD bersama BH-nya.
Eeh, apa semua sudah tidur.. ? tanyaku.
sudah Den.. ! jawabnya.
untuk lebih membikin kondisi bertambah panas, aku sudah mempersiapkan film BF yang bisa dibagi dari bendu. setelah itu aku mulai membandingkan film itu bersama tampaknya aktornya antara seorang pria Negro bersama wanita Asia.

ketika itu saya anyar lolos SMA, saya meneruskan kuliah di Bandung. Di situ saya bercokol di rumah pamanku. mamak serta bulik atas suka batin menerimaku bercokol di rumah mereka, karna mamak serta bibiku yang telah 4 tahun menikah belum pula memiliki anak hingga ketika itu, jadi tutur mereka kendati keadaan rumahnya imbuh gempar atas kehadiranku.

Cersex Nikmatnya faraj bulik serta Pembantu
kumpulan cerita gender berumur anyar

Pamanku ini ialah adik ibuku setidaknya minim, ketika itu beliau anyar dewasa 35 tahun. Rumah pamanku amat besar, di situ terdapat kolam renangnya serta pula terdapat alun-alun tenisnya, maklum pamanku ialah seseorang saudagar berhasil yang banyak. tidak cuma bibiku serta pamanku, di rumah itu pula terdapat 3 orang pembantu, 2 wanita serta seseorang ayah berumur berumur sebelah baya, yang bekerja selaku juru ladang.

Bibiku anyar dewasa 31 tahun, orangnya amat cantik atas badannya yang termasuk minim alit bakal tapi beku bermuatan, amat asri berbentuknya serupa gitar spanyol, badannya tidak amat tinggi minim lebih 155 centimeter. Dadanya yang minim kelihatan beku cepat serta kira-kira menantang. Pinggangnya amat ramping atas perutnya yang datar, bakal tapi kedua gumpalan pantatnya amat beku menantang. Wajahnya yang amat cantik itu, manis betul untuk dilihat. Kulitnya kuning duku, amat bagus.

Kedua pembantu wanita itu, yang satu ialah balu dewasa 27 tahun berjulukan Trisni serta yang satu lagi lebih belia, anyar dewasa 18 tahun berjulukan Erni. sang Erni ini, kendatipun lagi dewasa sedemikian itu belia, tetapi telah bersuami serta suaminya bercokol di desa, bertani tuturnya.

sesuatu hari kala kuliahku lagi prei serta mamak serta bibiku lagi pergi kota, saya bangkit kira-kira terlalu siang serta dengan lagi tidur-tiduran di lokasi tidur saya mengikuti lagu dari radio.
sontak dapat didengar pukulan pada pintu kamarku, kemudian dapat didengar suara, �Den Eric.. , apa telah bangkit.. ? � dapat didengar suara Trisni.
�Yaa.. terdapat apa.. ? � jawabku.
�Ini Den. aku bawakan kopi bikin Aden.. ! � tuturnya lagi.
�Oh.. yaa. angkat masuk aja.. ! � jawabku lagi.

 setelah itu pintu dibuka, serta kelihatan Trisni masuk dengan tangannya membawa baki yang di atasnya ada segelas kopi panas serta pisang goreng. kala beliau lagi menaruh kopi serta pisang goreng di meja di sisi lokasi tidurku, badannya kira-kira mendekat di sisi lokasi tidur serta dalam posisi sebelah mengendap, kelihatan atas nyata gumpalan pantatnya yang montok atas pinggang yang cukup ramping ditutupi kain yang dipakainya. memandang pandangan yang menarik itu atas lekas rasa isengku bangun, lagi pula ditopang pula atas kondisi rumah yang antap, sehingga atas lekas tanganku beranjak ke obyek yang menarik itu serta lekas mengelusnya.

Trisni kaget serta atas lekas menghindar dengan berbicara, �Iihh.. , nyatanya Den Eric resek pula yaa.. ! �
memandang muka Trisni yang masem-masem itu tanpa menampilkan air muka marah, sehingga atas lekas saya bangun dari lokasi tidur serta lekas membekuk kedua tangannya.
�Aahh.. jangaann Deenn, belakang kelihatan serupa sang Erni, kan malu atuu.. ! �
tetapi tanpa memperdulikan protesnya, atas lekas kutarik badannya ke arahku serta dengan mendekapnya atas lekas bibirku menggerebek bibirnya yang karna kaget jadi kira-kira terbuka, alhasil memudahkan lidahku menerobos masuk ke dalam mulutnya.

atas lekas kusedot bibirnya, serta lidahku kumain-mainkan dalam mulutnya, memilin lidahnya serta mengelus-elus bagian lelangit mulutnya. atas lekas dapat didengar suara dengusan pergi dari mulutnya serta kedua matanya membelalang memandangku. Dadanya yang montok itu beranjak naik turun atas lekas, membikin keinginan birahiku kian melambung. Tangan kiriku atas lekas mulai bergerilya pada bagian dadanya yang menjendul bersama merangsang itu, mengelus-elus kedua busut sebandung itu disertai ramasan-ramasan benci, yang atas lekas membangunkan keinginan Trisni pula. keadaan itu kelihatan dari wajahnya yang kian memerah serta nafasnya yang kian berkempul-kempul.

sontak dapat didengar suara dari arah dapur serta atas lekas saya lekas melepaskannya, Trisni pula lekas membereskan rambut serta bajunya yang kira-kira berantakan dampak seranganku mulanya.
dengan menghindar dariku, beliau berbicara atas ayal, �Tuhkan.. , apa yang Trisni tuturkan mulanya, nyaris aja kepergok, Adeen cantik siih.. ! �
Sebelum beliau pergi dari kamarku, kubisikan padanya, �Triis, ntar malam bila segala telah pada tidur anda teruskan yah.. ? �
�Entar belakang ajalah.. ! � tuturnya atas lontar seulas senyum manis dengan pergi kamarku.

Malamnya sekeliling jam 21. 00, sehabis segala tidur, Trisni hadir ke bilik lagi, beliau cuma mengenakan busana tidur yang pipih, alhasil terlihat CD serta BH-nya.
�Eeh, apa segala telah tidur.. ? � tanyaku.
�Sudah Den.. ! � jawabnya.
untuk lebih membikin keadaan kian panas, saya sudah menyediakan film BF yang bertepatan bisa meminjam menyanggam dari kawan. kemudian saya mulai mencocokkan film itu serta nyatanya aktornya antara seseorang laki-laki Negro serta perempuan Asia.

kelihatan segmen untuk segmen berjalan pada tabir TV, kian lamban kian �hot� aja, akibatnya hingga pada segmen dimana keduanya sudah bugil bundar. sang laki-laki Negro atas badannya tinggi besar, hitam mengkilat lagi pula penisnya yang sudah bengkak itu, amat dasyat, jauh, besar, hitam mengkilat kecoklat-coklatan, sebaliknya ceweknya yang terlihat orang Jepang ataupun orang china, atas badannya minim alit tetapi beku, kulitnya putih bersih amat amat disimilaritas atas laki-laki Negro itu.

atas akas sang Negro kelihatan mengangkat wanita itu serta menekan ke dinding. kelihatan dari sisi penisnya yang jauh hitam itu diletakkan pada bagian bingkai abaimana cewe yang putih kemerah-merahan. dengan cara beroncet-roncet bersilir-silir mulai ditekan masuk, dari mulut cewe itu dapat didengar keberatan jauh serta kedua kakinya menggelepar-gelepar, bersama kedua bolah matanya terputar-putar alhasil lebih melimpah terlihat putihnya. Sementara burung hitam sang Negro kelihatan kian terbenam ke dalam abaimana cewenya, amat sesuatu segmen yang amat merangsang. antara sejenak kelihatan birit sang Negro mulai memompa, kian lamban kian lekas, sementara cewe itu menggeliat-geliat dengan sebelah berkoak-koak.

�Aduuh.. , Den. Kasian tu cewe, Negronya kenapa bengis betul yaah.. ? Iihh.. , linu rasanya memandang benda segede itu.. ! � guman Trisni sebelah berbisik dengan kedua bahunya kira-kira menggigil, sebaliknya wajahnya kelihatan mulai memerah serta nafasnya kira-kira tersengal-sengal.
�Wah.. , Tris kan yang besar itu lezat rasanya. Coba bayangkan bila barangnya sang Negro itu memberantakkan itunya Trisni. gimana rasanya.. ? � sahutku.
�Iih.. , Aden mencodak aahh.. ! � jawab Trisni disertai bahunya yang menggigil, tetapi matanya konsisten berdiam pada segmen untuk segmen yang kian asyik aja yang lagi aktif di tabir TV.

memandang kondisi Trisni itu, atas berselindung saya mengeluarkan celana pendek yang kukenakan sekaligus atas CD, alhasil senjataku yang benar telah amat bengkak itu meloncat dengan mengangguk-anguk atas lepas. memandang penisku yang tidak bertekuk lutut besarnya atas sang Negro itu terbambang di hadapannya, kedua tangannya dengan cara kontan mengisolasi mulutnya, serta dapat didengar jeritan bencat dari mulutnya.

setelah itu penisku itu kudekatkan ke wajahnya, karna benar posisi kita pada durasi itu ialah saya bersandar di berdasarkan kursi, sebaliknya Trisni bersandar melonjor di dek dengan bertumpu pada kursi lokasi kududuk, alhasil posisi barangku itu sekelas atas kepalanya. lekas kupegang kepala Trisni serta kutarik memepet ke arahku, alhasil tubuh Trisni kira-kira merangkak di antara kedua kakiku. Kepalanya kutarik memepet pada kemaluanku, serta saya mencoba memuatkan penisku ke mulutnya. bakal tapi beliau cuma ingin menciuminya aja, lidahnya bermain-main di kepala serta di sekeliling batang penisku. kemudian beliau mulai menjilati kedua buah pelirku, waahh.. , jijik sangat rasanya.

akibatnya terlihat beliau mulai menambah permainannya serta beliau mulai menghisap penisku perlahan. kala lagi asyik-asyiknya saya merasakan hisapan Trisni itu, sontak sang Erni pembantu yang satunya masuk ke bilik lagi, serta beliau kaget kala memandang segmen kita. kita empat mata pula amat terkejut, alhasil keaktifan kita jadi kandas atas seketika.

�Ehh.. , Erni anda janganlah memberi tahu ke mamak ataupun bulik betul.. ! cermat bila memberi tahu.. ! � ancamku.
�Ii.. ii.. iyaa.. Deen.. ! � jawabnya terbata-bata dengan matanya sebelah terbelalak memandang kemaluanku yang besar itu tidak tertutup serta lagi berdiri berdiri.
�Kamu bersandar di sini saja dengan nonton film itu.. ! � sahutkku.
atas berselindung beliau lekas bersandar di dek dengan matanya terarah ke tabir TV.

saya setelah itu meneruskan aktivitasku akan Trisni, atas melepaskan segala blus Trisni. Trisni kelihatan kira-kira asing pula akan Erni, bakal tapi memandang Erni yang lagi enak melihat segmen yang berlasung di tabir TV itu, akibatnya bungkam aja membiarkanku meneruskan aktivitasku itu.

Setelah bajunya kulepaskan sampai dia telanjang bulat, kutarik badannya ke arahku, lalu dia kurebahkan di sofa panjang. Kedua kakinya tetap terjulur ke lantai, hanya bagian pantatnya ke atas yang tergeletak di sofa. Sambil membuka bajuku, kedua kakinya segera kukangkangi dan aku berlutut di antara kedua pahanya. Kedua tanganku kuletakkan di atas pinggulnya dan jari-jari jempolku menekan pada bibir kemaluannya, sehingga kedua bibir kemaluannya agak terbuka dan aku mulai menjilati permukaan kemaluannya, ternyata kemaluannya sudah sangat basah.
�Deen.., oh Deen..! Uuenaak..!� rintihnya tanpa sadar.
Sambil terus menjilati kemaluannya Trisni, aku melirik si Erni, tapi dia pura-pura tidak melihat apa yang kami lakukan, akan tetapi dadanya terlihat naik turun dan wajahnya terlihat memerah. Tidak berselang lama kemudian badannya Trisni bergetar dengan hebat dan pantatnya terangkat ke atas dan dari mulutnya terdengar desahan panjang. Rupanya dia telah mengalami orgasme. Setelah itu badannya terkulai lemas di atas sofa, dengan kedua kakinya tetap terjulur ke lantai, matanya terpejam dan dari wajahnya terpancar suatu kepuasan, pada dahinya terlihat bitik-bintik keringat.
Aku lalu berjongkok di antara kedua pahanya yang masih terkangkang itu dan kedua jari jempol dan telunjuk tangan kiriku kuletakkan pada bibir kemaluannya dan kutekan supaya agak membuka, sedang tangan kananku kupegang batang penisku yang telah sangat tegang itu yang berukuran 19 cm, sambil kugesek-gesek kepala penisku ke bibir vagina Trisni. Akhirnya kutempatkan kepala penisku pada bibir kemaluan Trisni, yang telah terbuka oleh kedua jari tangan kiriku dan kutekan penisku pelan-pelan. Bles..! mulai kepalanya menghilang pelan-pelan ke dalam vagina Trisni diikuti patang penisku, centi demi centi menerobos ke dalam liang vaginanya.
cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum,
 
Nikmatnya Vagina Bibi Dan Pembantu
 
Dibaca juga : CERSEX PEMBANTU NAKAL YANG MENGINTIPKU SAAT MANDI
Sampai akhirnya amblas semua batang penisku, sementara Trisni mengerang-erang keenakan.
�Aduhh.. eennaak.., ennkk Deen. Eenak..!�
Aku menggerakan pinggulku maju mundur pelan-pelan, sehingga penisku keluar masuk ke dalam vagina Trisni. Terasa masih sempit liang vagina Trisni, kepala dan batang penisku serasa dijepit dan diurut-urut di dalamnya. Amat nikmat rasanya penisku menerobos sesuatu yang kenyal, licin dan sempit. Rangsangan itu sampai terasa pada seluruh badanku sampai ke ujung rambutku.
Aku melirik ke arah Erni, yang sekarang secara terang-terangan telah memandang langsung ke arah kami dan melihat apa yang sedang kami lakukan itu.
�Sini..! Daripada bengong aja mendingan kamu ikut.., ayo sini..!� kataku pada Erni.
Lalu dengan masih malu-malu Erni menghampiri kami berdua. Aku ganti posisi, Trisni kusuruh menungging, telungkup di sofa. Sekarang dia berlutut di lantai, dimana perutnya terletak di sofa. Aku berlutut di belakangnya dan kedua pahanya kutarik melebar dan kumasukkan penisku dari belakang menerobos ke dalam vaginanya. Kugarap dia dari belakang sambil kedua tanganku bergerilya di tubuh Erni.
Kuelus-elus dadanya yang masih terbungkus dengan baju, kuusap-usap perutnya. Ketika tanganku sampai di celana dalamnya, ternyata bagian bawah CD-nya sudah basah, aku mencium mulutnya lalu kusuruh dia meloloskan blouse dan BH-nya. Setelah itu aku menghisap putingnya berganti-ganti, dia kelihatan sudah sangat terangsang. Kusuruh dia melepaskan semua sisa pakaiannya, sementara pada saat bersamaan aku merasakan penisku yang berada di dalam vagina Trisni tersiram oleh cairan hangat dan badan Trisni terlonjak-lonjak, sedangkan pantatnya bergetar. Oohhh.., rupanya Trisni mengalami orgasme lagi pikirku. Setelah badannya bergetar dengan hebat, Trisni pun terkulai lemas sambil telungkup di sofa.
Lalu kucabut penisku dan kumasukkan pelan-pelan ke vagina si Erni yang telah kusuruh tidur telentang di lantai. Ternyata kemaluan Erni lebih enak dan terasa lubangnya lebih sempit dibandingkan dengan kemaluan Trisni. Mungkin karena Erni masih lebih muda dan jarang ketemu dengan suaminya pikirku.

Setelah masuk semua aku baru merasakan vagina si Erni itu bisa mengempot-empot, penisku seperti diremas-remas dan dihisap-hisap rasanya.
Uh enak banget memekmu Errr. Kamu apain itu memekmu heh ..? kataku dan si Erni hanya senyum-senyum saja, lalu kupompa dengan lebih semangat.
Den .., ayoo lebih cepat ..! Deen .. lebih cepat. Iiih ..! dan tunggu si erni pun akan mencapai klimaks.
Iihh .. iihh .. iihh .. hmm .. oohh .. Denn .. enaakk Deen ..! rintihnya terputus-putus sambil badannya mengejang-ngejang.

Aku mendiamkan gerakan penisku di dalam lubang vagina Erni sambil merasakan ramasan dan empotan vagina Erni yang lain dari pada itu. Kemudian kucabut penisku dari kemaluan Erni, trisni langsung mendekat dan dikocoknya penisku dengan kokoh sambil dihisap ujungnya. Kemudian gantian Erni yang melakukan. Kedua cewek itu jongkok di depanku dan bergantian menghisap-hisap dan mengocok-ngocok penisku.

Tidak lama kemudian aku merasakan penisku mulai berdenyut-denyut dengan keras dan badanku mulai bergetar dengan hebat. Sesuatu dari dalam penisku serasa akan menerobos keluar, udara maniku sudah ikut keluar.
Akuu ngak tahan niihh .., mauu .. keluaar ..! mulutku mengguman, sementara tangan Erni terus mengocok dengan batang penisku.
Dan beberapa detik kemudian, Crot .. croot .. croot .. crot ..! air maniku memancar dengan kencang yang segera ditampung oleh mulut Erni dan Trisni.
Empat kali semprotan yang kurasakan, dan tunggu rata oleh Erni dan Trisni. Aku pun terkulai lemas sambil telentang di atas sofa.

Selama sebulan lebih aku bergantian mengerjai berdua, kadang-kadang barengan juga.
Pada suatu hari paman memanggilku, Ric Paman mau ke Singapura ada keperluan kurang lebih dua minggu, kamu jaga rumah yaaa ..! Nemenin Bibi kamu ya ..! kata pamanku.
Iya deeh Aku nggak akan dolan-dolan ..! jawabku.
Dalam hatiku, Kesempatan datang niihh ..!
Bibi tersenyum manis, sok senyumnya itu sangat polos.
Hhmm .., tak tau dia bahaya sedang mengincarnya.. gumanku dalam hati.
Niatku ingin merasakan tubuh bibi lagi pasti akan kesampaian.
Sekarang nih pasti akan bisa kunikmati tubuh Bibi yang bahenol ..! pikirku dalam hati.

Setelah berangkat paman, malam makan selesai makan malam dengan bibi, aku nonton Seputar Indonesia di ruang tengah.
Bibi menghampiriku sambil berkata, Ric, badan Bibi agak cape hari ini, Bibi mau tidur duluan yaa ..! sambil berjalan masuk ke alatnya.

Tadinya aku mau melampiaskan niat malam ini, tapi karena badan bibi kelihatan agak tidak fit, maka kubatalkan niatku itu. Kasihan juga ngerjain bibi dalam keadaan kurang fit dan lagian rasanya kurang seru kalau nanti belum apa-apa bibi sudah lemas. Tapi dalam hatiku aku bertekad untuk dapat menaklukkan bibi pada malam berikutnya.
Malam itu memang tidak terjadi apa-apa, tapi aku menyusun rencana untuk dapat menaklukkan bibi. Pada malam berikutnya, setelah selesai makan malam bibi langsung masuk ke dalam kamarnya. Selang sejenak dengan diam-diam aku menyusulnya. Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya yang kebetulan tidak dikunci. Sambil mengintip ke dalam, di dalam kamar tidak terlihat adanya bibi, tapi dari dalam kamar mandi terdengar suara air disiram. Rupanya bibi berada di dalam kamar mandi, aku pun dengan berjingkat-jingkat langsung masuk ke kamar bibi. Aku kemudian bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya.
Selang sesaat, bibi keluar dari kamar mandi. Setelah mengunci pintu kamarnya, bibi mematikan lampu besar, sehingga ruang kamarnya sekarang hanya diterangi oleh lampu tidur yang terdapat di meja, di sisi tempat tidurnya. Kemudian bibi naik ke tempat tidur. Tidak lama kemudian terdengar suara napasnya yang berbunyi halus teratur menandakan bibi telah tertidur. Aku segera keluar dari bawah tempat tidurnya dengan hati-hati, takut menimbulkan suara yang akan menyebabkan bibi terbangun.
Kulihat bibi tidur tidak berselimut, karena biarpun kamar bibi memakai AC, tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak terlalu dingin. Posisi tidur bibi telentang dan bibi hanya memakai baju daster merah muda yang tipis. Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut, sehingga terlihat CD mini yang dikenakannya berwarna putih tipis, sehingga terlihat belahan kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan. Buah dada bibi yang tidak terlalu besar tapi padat itu terlihat samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan teratur.
Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat. Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri dengan gagahnya, siap tempur. Perlahan-lahan kuberjongkok di samping tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD. Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan juga bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.
Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Aku melakukan kegiatanku dengan hati-hati takut bibi terbangun. Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan. Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu.
Cepat-cepat kubuka semua baju dan CD-ku, sehingga sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku yang 19 cm itu telah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa. Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui, aku tahu hal tersebut dari film-film bibiku. Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian perlahan-lahan aku menggunting CD mini bibi dengan gunting yang terdapat di sisi tempat tidur bibi.
Sekarang kemaluan bibi terpampang dengan jelas tanpa ada penutup lagi. Perlahan-lahan kedua kaki bibi kutarik melebar, sehingga kedua pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi. Kedua lututku melebar di samping pinggul bibi dan kuatur sedemikian rupa supaya tidak menyentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan pada kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bibi, sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas bibi.
Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang telah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan bibi. Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bibi dan badannya agak mengeliat, tapi matanya tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan bibi.
Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum bibi sadar, aku sudah harus menaklukan kemaluan bibi dengan menempatkan posisi penisku di dalam lubang vagina bibi. Sebab itu segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada kemaluan bibi. Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.
Kelihatan sejenak kedua paha bibi bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluanku. Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru kudekap mulut bibi agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pantatku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi dengan cepat.
Badan bibi tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan, sedangkan kedua tangannya otomatis mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan tangan kiriku.
�Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!� desahnya tidak jelas.
Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bibi sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku yang besar menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.
Meskipun bibi merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena gerakan-gerakan bibi dengan kedua kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vagina bibi terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi. Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.
Karena sudah kepalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku menekan dengan rapat ke atas badan bibi, kepalaku kuletakkan di samping kepala bibi sambil berbisik kekuping bibi.
�Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!� bisikku.
Bibi masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya yang mungil itu teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap mulut bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.
Perlahan-lahan badan bibi yang tadinya tegang mulai melemah.
Kubisikan lagi ke kuping bibi, �Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan berteriak yaa..?�
Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut bibi.
Kemudian Bibi berkata, �Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu telah memperkosa Bibi..!�
Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, hanya gerakan pinggulku makin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.
Rupanya meskipun wajah bibi masih menunjukkan perasaan marah, akan tetapi reaksi badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai terangsang itu. Melihat keadaan bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi.
Akhirnya dari mulut bibi terdengar suara, �Oohh.., oohh.., sshhh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!�
Dengan masih melanjutkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu pada tempat tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun, seperti orang yang sedang melakukan push-up.
Dalam posisi ini, penisku menghujam kemaluan bibi dengan bebas, melakukan serangan-serangan langsung ke dalam lubang kemaluan bibi. Kepalaku tepat berada di atas kepala bibi yang tergolek di atas kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bibi yang sedang meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara mendesis-desis. Selang sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi telah dapat kutaklukan, aku berhenti dengan kegiatanku. Setelah mencabut penisku dari dalam kemaluan bibi, aku berbaring setengah tidur di samping bibi. Sebelah tanganku mengelus-elus buah dada bibi terutama pada bagian putingnya.
�Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini kepada bibimu..!� katanya.
Sebelum menjawab aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk badan mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan. Bibirku mencari bibinya, dan dengan gemas kulumat habis. Wooww..! Sekarang bibi menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut lidahku yang menari-nari di mulutnya.
Selang sejenak kuhentikan ciumanku itu.
Sambil memandang langsung ke dalam kedua matanya dengan mesra, aku berkata, �Bii.. sebenarnya aku sangat sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat cantik lagi ayu..!�
Sambil berkata itu kucium lagi bibirnya selintas dan melanjutkan perkataanku, �Setiaap kali melihat Bibi bermesrahan dengan Paman, aku kok merasa sangat cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku, jadi Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak bisa menahan diri ingin memiliki Bibi seutuhnya.�
Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak tergesa-gesa.
Ciumanku kali ini sangat panjang, seakan-akan ingin menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya bibi dapat juga merasakan perasaan sayangku padanya, sehingga pelukan dan ciumanku itu dibalasnya dengan tidak kalah mesra juga.
Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di samping bibi, sehingga bibi dapat melihat keseluruhan badanku yang telanjang itu.
�Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi merasa sangat penuh dalam badan Bibi.� katanya, mungkin punyaku lebih besar dari punya paman.
Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya. Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang tidak terlalu besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.
Sementara aksiku sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya. Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar disini kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.
Pada bagian kemaluan bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya. Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.
Keluhan panjang keluar dari mulutnya, �Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!�
Sambil masih terus dengan kegiatanku itu, perlahan-lahan kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada sejajar dengan kepala bibi dan dengan setengah berjongkok. Posisi batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat. Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluru badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.
Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan pada satu sama lain. Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.
Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas semua batangku.
�Aahh..!� terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut bibi.
Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa bibi sudah mau klimaks. Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.
Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul bibi yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku yang besar sebentar terlihat sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.
Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bibi terlihat senyuman puas.
�Riic.., terima kasih Ric. Kau telah memberikan Bibi kepuasan sejati..!�
Setelah beristirahat, kemudian kami bersama-sama ke kamar mandi dan saling membersihkan diri satu sama lain. Sementara mandi, kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan setengah membopong badan bibi yang mungil itu dan kedua tangan bibi menggelantung pada leherku, kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan dengan menempatkan satu tangan pada pantat bibi dan menekan, penisku yang sudah tegang lagi menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.
�Aaughh.. oohh.. oohh..!� terdengar rintihan bibi sementara aku menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menekan ke atas.
Dalam posisi ini, dimana berat badan bibi sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya yang sedang terganjel oleh penisku, maka dengan cepat bibi mencapai klimaks.
�Aaduhh.. Riic.. Biiibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!� dengan keluhan panjang disertai badannya yang mengejang, bibi mencapai orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam gendonganku.
Dengan penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi, aku terus membopongnya. Aku membawa bibi ke tempat tidur. Dalam keadaan tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang telah lemas dengan sangat bernafsu, sampai aku orgasme sambil menekan kuat-kuat pantatku. Kupeluk badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku menyemprot-nyemprot, tumpah dengan deras ke dalam lubang kemaluan bibi, mengisi segenap relung-relung di dalamnya.
Semalaman itu kami masih melakukan persetubuhan beberapa kali, dan baru berhenti kecapaian menjelang fajar. Sejak saat itu, selanjutnya seminggu minimum 4 kali kami secara sembunyi-sembunyi bersetubuh, diselang seling mengerjai si Trisni dan Erni apabila ada waktu luang. Hal ini berlangsung terus tanpa paman mengetahuinya sampai saya lulus serjana dan harus pindah ke Jakarta, karena diterima kerja di suatu perusahaan asing. END by Diliput6Cerita Seks Terbaru, Cerita Panas Dewasa, Cerita Mesum Seru �
 
cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

LINK SAHABAT

ARTIKEL JUDI
CERITA SEX
CERITA MESUM
FOTO BOKEP ONLINE
FOTO BUGIL ONLINE

Recent search terms:

  • foto tante ngentot memek basah
  • kepala kontol ku gede panjang semua cerita ngentot tante girang sampai lemas
  • www foto kontol negro masuk sepenuhnya kedalam memek sambil crot