cerita sex ngentot dan Cersek, Ngintip ABG Mesum Yang Lagi Mansturbasi

Posted on
Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru Cerita HOT Cerita mesum ABG sange yang mengintip orang lagi ngewe dan mandi menjadi media masturbasi-nya dengan judul Cersex Ngintip ABG Mesum Yang Lagi Mansturbasi yang tidak kalah serunya dan sayang dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.

Cersex Ngintip ABG mesum Yang Lagi Mansturbasi

cerita Hot � insiden ini berasal pada sesuatu malam kala saya tersadar karna merasakan mau campakkan air minim. Akupun bangkit untuk kekamar mandi. karna telah tersadar saya jadi susah untuk mengatupkan mataku balik yang benar telah jadi kebiasaanku lagi pula jam di abar-abar kamarku durasi itu sudah membuktikan pukul 01. 57 dini hari.

dengan lalu mencoba mengatupkan mata biar bisa tidur balik pikiranku mulai mengerawang kemana-mana dengan memandang lelangit kamar. tapi upaya itu minim sukses ditambah lagi pikiranku telah mulai menghayalkan perbuatan-perbuatan sex yang sempat saya peroleh dari Ana atau ajojing.

�Sst.. ah.. ahh.. �, saya mulai berdesis dengan mengelus-elus penisku yang mulai ereksi.

tapi perbuatanku itu saya lakukan dengan cara perlahan-lahan karna cemas kedua adikku tersadar yang benar sekamar denganku. Kamarku itu benar kita diami bertiga, saya terletak seranjang atas adikku yang nomor tiga namanya Sony.

tapi beliau terletak dibawahku karna kita empat mata memakai ranjang berpangkat-pangkat dua sebaliknya satu ranjang lagi terletak kurang lebih satu m disamping ranjang kita yang ditempati oleh adikku yang nomor dua berjulukan Rony, baya mereka pula cuma beda-beda satu tahun dari umurku. dengan lalu berangan-angan saya lalu mengelus kepala penisku yang telah mulai licin oleh air bersih yang pergi dari senjataku itu.

�Ouh.. ah.. ah.. �, desisku ayal.

akan tetapi dapat didengar serupa terdapat desahan lain tidak cuma desahanku seorang diri yang terkadang desahan itu sontak lenyap.

�Oh.. betul.. yes.. �, dapat didengar desahan-desahan itu dengan cara samar-samar.

Akupun memasang telingaku untuk membenarkan kalau suara itu enggak suaraku, akupun bungkam sejenak serta nyatanya betul saat ini saya tidak berbicara tapi desahan itu konsisten dapat didengar. kemudian saya bangkit serta bersandar untuk mencari dari mana asal suara itu. dengan memasang balik telingaku atas amat teliti. Kupandang tiap ceruk ruangan kamarku serta pandanganku berakhir dipintu langit-langit kamarku serta barangkali suara itu berawal dari danau.

Di kamarku benar terdapat seperti pintu untuk naik serta turun apabila anda mau naik ke berdasarkan langit-langit. lokasi tidurku benar terletak dekat sekali dari pintu langit-langit itu karna ranjangku terletak ditingkat yang kedua. sehingga atas gampang sekali saya membuka pintu langit-langit itu akan tetapi konsisten atas amat perlahan-lahan karna cemas melahirkan suara yang bisa menjagakan kedua adikku.

�Yeah.. oh.. oh.. fuck me.. yes.. �, suara itu kian dapat didengar nyata kala saya membuka pintu langit-langit serta suara itu barangkali suara yang pergi dari satu buah TV.

Dugaanku langsung menerangkan kalau suara itu berawal dari kamar abi serta Mamaku karna cuma di kamar itu yang memiliki televisi tidak cuma televisi yang terdapat diruang lagi rumahku. karna didorong rasa mau ingat apa yang lagi ditonton oleh kedua orang tuaku, akibatnya saya nekad naik keatas langit-langit itu. meskipun sesungguhnya saya telah ingat kalau mereka lagi memutar Film Blue ataupun BF, itu dapat saya yakinkan atas suara-suara desahan yang pergi dari televisi didalam kamar mereka.

kala saya telah terletak diatas saya belum dapat langsung menuju ke berdasarkan langit-langit kamar abi serta Mamaku karna mataku mesti menyesuaikan dari bayan ke gelap. sehabis saya telah bisa memandang akupun merangkak menuju kearah kamar kedua orang tuaku atas amat hati-hati sekali biar tidak melahirkan suara sedikitpun lagi pula suara yang dapat menjagakan sepenuh rumah.

�Fuck me.. oh.. yes.. yes.. �, suara dari televisi itu kian dapat didengar nyata, rupanya saya sudah terletak di berdasarkan kamar kedua orang tuaku.

�Jangan kini dong Mam.. habiskan dulu filmnya�, dapat didengar suara Papaku atas sedikit berbisik, akan tetapi karna saya benar saat ini terletak persisnya diatas kamar mereka sehingga meskipun Mamaku berbisik saya dapat mendengarnya atas nyata terlebih suara napas mereka yang berburu terkadang dapat didengar di telingaku dari berdasarkan langit-langit itu.

�Sst.. oh.. , ayolah Pap.. �, saat ini suara Mamaku yang dapat didengar olehku atas aksen aleman serta sebelah memerap serupa berharap suatu dari Papaku.

�Sudah banjir betul Mam.. , rasanya jemari abi berair segala nih.. �, asyik Papaku.

�He.. eh.. oh.. sst.. �, cuma itu yang dapat didengar dari mulut Mamaku menanggapi pertanyaan Papaku mulanya.

Birahiku mulai bangun menghayal serta menggambarkan apa yang dimaksudkan dari dialog abi serta Mamaku ditambah lagi desahan-deshan minim yang pergi dari mulut Mamaku berbaur atas desahan-desahan yang pergi dari film yang mereka menonton melihat. Kontolku telah bengkak tidak dapat ditahan lagi oleh celana getah kejai yang saya memakai alhasil celana itu membangun busut minim oleh dorongan kontolku dari dalam.

karna merasa minim senang atas mengahayalkan aja, saya nekad membikin antara minim diatas langit-langit itu biar dapat memandang ke dalam kamar abi serta Mamaku. atas bermacam usaha serta amat hati-hati sekali akibatnya saya sukses, cinta sekali antara itu cuma terfokus pada satu arah aja. bertepatan yang kelihatan cuma tabir televisi serta pucuk lokasi tidur abi serta Mamaku alhasil kedua pucuk kaki mereka bisa kulihat pula mulai dari betis kebawah.

Akupun turut memandang adegan-adegan dari film itu dengan antara yang kubuat dengan sekali-sekali memandang pula kaki abi serta Mamaku yang saling menumpang bertindihan bertumpang tindih. Napasku kian tidak berdisiplin turut menyaksikan adegan-adegan di tabir televisi itu ditambah lagi desahan-desahan dari dalam kamar itu, bagus itu yang berawal dari mulut kedua orang tuaku ataupun dari aktor film yang lagi kita menonton melihat.

Kontolku kian bengkak, akibatnya tanganku satu megeluarkan kontolku dari dalam celana, sementara yang satunya konsisten melindungi antara itu konsisten terbuka biar saya konsisten dapat memandang insiden dibawah situ. Kuelus-elus kontolku itu atas perlahan-lahan merasakan kenikmatannya dengan lalu menyaksikan serta memperhatikan adegan-adegan dari dalam kamar abi serta Mamaku itu.

�Sst.. ohh.. ah.. �, desisku ayal dengan mengatupkan mataku menggambarkan seandainya saya pula lagi terletak didalam kamar itu menyaksikan abi serta Mamaku lagi bersetubuh.

�Ouh.. ah.., sedot Pap.., ya.. begitu, sst..�, tiba-tiba suara Mamaku terdengar dengan nada menggairahkan sekali.
Akupun segera coba melihat apa yang mereka lakukan namun hanya setengah dari punggung Papaku saja yang dapat aku lihat dengan posisi setengah membungkuk.Dengan sedikit berfantasi aku sudah dapat menerka Papaku sedang menghisap payudara Mamaku.
�Oh.. ahh.., lidahmu putar disitu Pap, ya.. oh.. terus.. ah.. enaknya�, terdengar lagi desahan nikmat dari mulut Mamaku sambil aku terus berfantasi gerakan apa yang mereka lakukan karena aku tidak bisa melihat mereka berdua secara langsung dan utuh.
Kocokan pada penisku yang tadi pelan kini bertambah cepat mendengarkan desahan-desahan itu. Kini aku sudah tidak perduli lagi dengan lubang kecil itu untuk dapat melihat kebawah sana karena yang berperan sekarang adalah fantasiku dan desahan-desahan Mamaku yang semakin sering terdengar mengalahkan suara dari televisi dikamar mereka bahkan perkiraanku mereka sudah tidak nonton lagi tetapi sudah sibuk untuk mempraktekkan juga apa yang mereka nonton.
Tak lama kemudian suara televisi terdengar seperti dipelankan, segera aku buka sedikit celah didepanku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah. Ternyata Mamaku yang hanya bercelana dalam sedang mengecilkan suara televisi itu.
Kerongkonganku langsung kering ketika kulihat tubuh Mamaku yang putih dengan payudara membusung indah serta putingnya yang mekar akibat permainan mulut Papaku. Tanganku seketika itu berhenti mengocok kontolku namun aku justru meremas kuat batang kontolku sambil menelan ludahku beberapa kali untuk membasahi kerongkonganku yang kering itu.
Setelah mengecilkan suara televisi aku melihat Mamaku kembali naik keatas ranjangnya namun berhenti di antara kedua kaki Papaku. Kini hanya punggung Mamaku yang dapat aku lihat dengan posisi setengah membungkuk dan payudaranya sedikit menggantung dan berayun-ayun kecil bila terlihat dari samping.
�Ah.. oh.. uh..�, tiba-tiba Papaku mendesis nikmat.
�Enak ya Pap?�, suara Mamaku dengan nada bertanya kepada Papaku.
�Enak.. oh.. Mam�, jawab Papaku.
�Ya.. oh.. sedot Mam, oh.. begitu..ah..�
Akupun melepaskan kembali pegangan untuk membuka celah itu dan tidak memperdulikannya.Karena kini aku kembali pada fantasiku untuk membayangkan posisi yang dilakukan oleh Papa dan Mamaku sambil tanganku megelus lembut kontolku dari kepala sampai pangkalnya yang sudah licin oleh air kenikmatanku yang berwarna bening.
cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.
 
 
�Berhenti Mam, bisa-bisa aku keluar sekarang�, terdengar kembali suara Papaku.
�Masukkin sekarang ya Pap..?�, kini suara Mamaku yang terdengar.
Karena ingin tahu lagi apa yang mereka akan lakukan akupun membuka celah itu kembali dengan tanganku yang satu sementara tanganku yang satunya tetap megelus pelan kontolku yang sudah licin. Akupun melihat ujung kaki Papaku sudah berada ditengah-tengah kaki Mamaku yang terbuka lebar.
�Agh.. oh.. sstt.., enak Mam�, terdengar suara Papaku.
�Enak Pap, oh.. goyang Pap, ah..�, kini suara Mamaku yang terdengar, begitu terus suara mereka saling bersahut sahutan sambil terus bekerja keras mendapatkan puncak kenikmatan.
Aku yang mendengar desahan-desahan mereka berdua semakin mengaktifkan tanganku yang tadinya hanya mengelus-elus kontolku kini mengocoknya dengan penuh perasaan sambil terus berfantasi tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Papa dan Mamaku.
�Punyamu licin sekali Mam, oh.. oh..�, terdengar suara Papaku dengan sangat bergairah.
�Putar dong Pap, ayo.. oh.. ah..�, terdengar suara Mamaku.
�Angkat sedikit dong Mam, sst.. aku mau putar nich.. oh..�, terus terdengar suara mereka saling memberikan semangat untuk mencapai kemenangan.
Merasakan aktivitas sex mereka semakin meningkat seiring itu pula kontolku kukocok dengan penuh gairah.
�Ah.. ah.. oh�, akupun mendesis pelan menikmati permainan soloku.
�Auh.. ya..�, aku terus mendesis membangkitkan sendiri gairahku agar air sperma yang terasa sudah terkumpul di batang kemaluanku dapat aku keluarkan.
�Ya.. tekan Pap, Mama sudah terasa nih.. oh.. ahh�, seiring dengan erangan keras yang keluar dari mulut Mamaku akupun mencapai puncak kenikmatanku.
�Crot.. crot.. crot..�, air kenikmatanku melompat-lompat keluar sampai lima kali dan berhamburan di atas plafon media masturbasi-ku itu.
�Ah.. oh.. nikmat.. Mam..�, tanpa kusadari aku mengeluarkan kata-kata itu karena memang dari tadi aku juga sedang berfantasi ikut bermain dengan Mamaku.
Sambil duduk untuk memulihkan kembali stamina yang sudah terkuras setelah mendapatkan kenikmatanku sendiri aku terus mendengarkan suara dari dalam kamar Papa dan Mamaku. Dan tak lama kemudian aku mendengarkan suara Papaku yang mengerang-ngerang.
�Oh.. ya.. sedikit lagi Mam�
�Aduhh.. ah.. ya.. ya.. ya.. ohh..�, terdengar suara Papaku bercampur dengan nafasnya yang naik turun seperti orang habis mengangkat beban berat.
Setelah beberapa waktu tidak terdengar suara apa-apa, pintu kamar mandi Papa dan Mamaku terdengar dibuka yang disusul kemudian suara gemericik air, akupun bergerak dengan sedikit rasa kelelahan untuk kembali turun dari atas plafon itu ketempat tidurku. Mungkin karena sudah letih setelah bermain solo diatas plafon media masturbasi-ku tadi akupun langsung tertidur ketika kepalaku bersandar dibantal tempat tidurku dengan perasaan kepuasaan yang teramat sangat.
Keesokan harinya sepulang dari sekolah, aku yang sengaja tidak keluar bermain memanfaatkan situasi sepi siang itu. Sony dan Rony sedang bermain di rumah tetangga sementara kedua orang tuaku belum pulang dari bekerja dikantornya.
Akupun naik kembali keatas plafon untuk melaksanakan rancangan yang aku buat tadi di sekolah yaitu membuat celah yang bisa melihat keseluruh sudut ruangan didalam kamar Papa dan Mamaku sehingga apabila Papa dan Mamaku sedang bermesraan aku dapat menyaksikan adegan-adegan mereka dengan bebas dan aman.
Setelah bekerja kurang lebih setengah jam diatas plafon itu akhirnya aku berhasil membuat rancanganku itu. Kini seluruh sudut didalam kamar itu dapat aku pantau dari atas plafon media masturbasi-ku itu dan aku merencanakan menguji coba celah itu sebentar malam.
Setelah aku merasa telah siap dan aman semuanya aku beranjak hendak turun dari plafon media masturbasi-ku itu takut keburu saudara-saudaraku pulang dari bermain dan orang tuaku yang juga sebentar lagi pulang dari kantor mereka masing-masing.
�Na.. na.. na..�, terdengar suara seorang wanita sedang bernyanyi kecil ketika posisiku telah berada didekat pintu plafon kamarku.
Aku langsung mencari asal suara itu. Tak lama kemudian suara guyuran air seperti orang sedang mandi ikut terdengar diantara suara kecil wanita yang sedang menyanyi itu. Aku mulai berpikir-pikir dan akhirnya aku temukan jawabannya bahwa suara itu adalah suara kakak sepupuku yang bernama Erna.
Rumah kami memang bersebelahan hanya dibatasi oleh sebuah tembok pemisah sepanjang badan rumah kami.Namun kamar mandinya persis menempel di badan belakang rumahku sehingga ujung atap rumahku terpotong sedikit agar bisa bersambung dengan atap kamar mandi mereka. Rasa takut yang tadi ada kini dibunuh oleh perasaan penasaran yang timbul ingin menyaksikan kakak sepupuku itu sedang mandi.
Tanpa membuang waktu aku segera merangkak mendekati kamar mandi itu. Dan kini aku telah sampai diatas kamar mandi itu yang kebetulan sekali situasi disitu sangat menunjang dan aman untuk menyaksikan tubuh indah dan mulus milik kakak sepupuku itu. Tidak seperti di atas kamar orang tuaku harus dirancang khusus.
Kini pandanganku sedang menatap dengan penuh gairah kearah tubuh Kak Erna yang sedang memakaikan sabun keseluruh tubuhnya. Fantasiku mulai ikut berperan saat itu, seandainya aku yang menyabuni tubuh mulus milik kakak sepupuku itu oh.. betapa nikmatnya. Tangan indahnya kini sedang mengusap-usap lembut kedua payudaranya yang sebesar bola kaki dan sekali-sekali memutar kecil kedua puting susunya yang sedang mekar karena terkena guyuran air yang dingin.
�Oh.. ah.. ah..�, aku mulai mendesah merasakan gairahku mulai bangkit.
Penisku juga aku rasakan mulai meronta-ronta di dalam celanaku. Setelah selesai mengusap-usap kedua payudaranya kini tanganya turun mengusap-usap sekitar tempat yang paling diingini oleh semua lelaki. Dengan lembut tangannya meggosok-gosok bulu yang berada disekitar vaginanya itu.
�Ah.. oh.. sst..�, aku terus mendesis sambil mengocok penisku yang kini telah aku keluarkan dari dalam celanaku.
Semakin lama kocokanku semakin kencang, terasa air kenikmatanku mulai saling mendesak ingin melepaskan diri dari dalam batang kemaluanku. Pandanganku juga terus mengarah ke tubuh Kak Erna sambil terus berfantasi, kini aku melihat Kak Erna jongkok dan tangannya mengusap masuk kedalam lubang vaginanya.
�Ya.. oh.. sedikit lagi Kak Er.. ya.. oh..�, sambil berfantasi Kak Erna sedang bersetubuh bersamaku dengan gaya ia berada diatas atau joki style.
�Ah.. oh.. ya.. ya.. ayo..�, seruku sambil kocokkan pada kontolku semakin cepat.
Air spermaku rasanya sudah berada diujung lubang penisku seiring dengan perasaan panas dingin yang mulai aku rasakan pada tubuhku.
�Crot.. crot.. crot..�, berhamburanlah air kenikmatanku melompat keluar dari lubang kontolku dan berhamburan di atas plafon media masturbasi-ku itu.
�Ah.. oh.. enak Kak Er, sst.. ahh�, seruku sambil melambatkan kocokkan pada kontolku yang semakin lemah ereksinya setelah aku mendapatkan kenikmatanku.
Aku lihat ke bawah Kak Erna sudah memakai handuk dan hendak keluar dari kamar mandi itu. Akupun bergegas turun dari atas plafon media masturbasi-ku itu, untung saja kedua adikku belum pulang dari bermain sehingga aku dapat turun dengan aman.
Setelah aku berada diatas tempat tidurku aku mulai berpikir ternyata ada orang lain yang bisa menjadi media masturbasi ku selain Papa dan Mamaku. Sejak itu aku semakin rutin naik keatas plafon media masturbasi-ku itu untuk melampiaskan birahiku terlebih malam hari untuk menyaksikan Papa dan Mamaku menjadi tontonan pornoku secara langsung.
Bahkan tanteku yang sedang mandi juga pernah kujadikan media masturbasi ku. END by Cersex Baca cerita nakal bergambar terbaru sebelumnya yang tidak kalah seru dan dapat meningkatkan birahi mu yang berjudul Cersex Berhubungan Seks Dengan Lelaki Berkeluarga Lebih Menantang � Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot � cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Recent search terms:

  • cerita ngentot oh sst oh yes
  • Cersek desahan ngentot abg