Cerita Seks Dewasa dan cersex Ngentot Kenikmatan Ibu Aldes Dan Anaknya Tentang Seks

Posted on

Cerita Seks Kenikmatan Ibu Aldes Dan Anaknya Tentang Seks – Cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum, Skandal mesum 2017,skandal mesum terupdate,skandal mesum
terbaru,skandal mesum, 

 

Pada durasi KKN di sesuatu kawasan terasing di Jawa lagi (Di
sesuatu dukuh minim yang belum teraih angkutan dari arah kota, terlebih untuk
mendekati jalur besar yang dilewati mobil angkutan, mesti bepergian kaki selagi 2
jam),

kukira warganya lagi beruju serta minim pergaulan. Maklum di salah
satu desa, yang ditempati sekeliling 100 keluarga, cuma satu yang memiliki TV
atas memakai aki. tapi faktanya lain. Inilah pengalamanku hidup
ditengah-tengah masyarakat itu,

pasti aja pengalamanku di aspek gender.
saya bertepatan menginap di rumah Sekdes, yang nyatanya
seseorang bunda belia saya anggaran minim dari 40 tahun. ramping, kulitnya bagus serta
cakap. benar lain ketimbang atas masyarakat mayoritas di sekelilingnya. serta
yang melahirkan saya amat bersemangat ialah karna statusnya yang balu babaran
satu.

Disuatu petang, menjelang malam, kala anyar hadir dari
kampus untuk dialog skripsi, kudapati rumah Mbak Tati (begitulah ajakan
carik dukuh yang rumahnya kutempati itu) bisa jadi antap. Badanku berair
basah, karna kehujanan sepanjang ekspedisi kaki dari jalur besar. saya sorong
pintunya serta nyatanya tidak terkancing. saya lekas menuju ke kamarku, kulepas
segala pakaianku serta kukeringkan atas tuala. sontak terdapat suara tahap
mendekati kamarku, kuintip dari kembali korden, Mbak Tati memepet ke kamarku.
�Ini kans, � pikirku.

saya lalu menjemur kepalaku atas tuala alhasil
mataku tertutup serta akal-akalan tidak ingat bila Mbak Tati bertandang ke kamarku.
Tanpa kusengaja kemaluanku jadi menaik besar. tercantel kesana-kemari
kala tubuhku tergoncang karna gosokan yang keras di kepalaku.
betul aja Mbak Tati membuka korden, akan tetapi saya
akal-akalan tidak melihatnya, meskipun dari pori-pori tuala saya memandang Mbak Tati
atas bentuk wajahnya kira-kira kaget, tapi beliau bungkam aja. terlebih barangkali
atas saksama mengacuhkan peranti vitalku yang kian lamban kian besar oleh
pandangan Mbak Tati. saya akal-akalan kaget kala kulepas handukku dari
kepalaku.

wwwOh, Mbak Tati, kirain siapa, saya berencana berlalu
kemaluanku tidak kututupi, terdapat perasaan tumbuhnya kumpulkan memajang kemaluanku
disaat lagi gagah-gagahnya

Dik Windu, hadir kenapa enggak bilang-bilang, bicaranya cukup
hening, agak-agak tidak melihatku abnormal.
bercakap-cakap Mbak, anyar hadir lalu kehujanan.
Aduh, belakang masuk angin, saya ambilkan minyak angin betul.
enggak mesti Mbak, cemas panas.
Lha bercakap-cakap kendati anget gitu loh.
arti aku, taku panas bila kena ini, loh mbak.
Ah Dik Windu dapat saja, mikiran apa sih kenapa ngacung-ngacung
kayak gitu, kali ini Mbak Tati ingin memandang terpedoku, saya berkilau sangat.
Ih, besar sangat sih Dik.
sempat saya ukur 17 centimeter kenapa mbak, saya bepergian mendekatinya.
Dik Windu dapat saja, pake diukur-ukur semua, kupegang
pundaknya, serta beliau bungkam aja.
kenapa antap Mbak, kemana kanak-kanak lain.
Anu.. khan, lagi berjumpa bungkus regen, kira-kira jaraknya
gugup serta serupa ingin berjalan ke belakang. beliau kutahan beliau, terlebih ketika
kucium pipinya beliau bungkam aja. Kulanjutkan atas bibirnya, beliau pula bungkam aja.
terlebih memberi album yang hangat.

saat ini Mbak Tati yang aktif menciumi tubuhku atas gemasnya,
saya bungkam aja, serta kulucuti busananya. kala kubuka BH-nya, saya tertegun,
payudaranya lagi cepat serta bagus, ukurannya lagi. Perutnya langsing,
gembung di bawah, sedikit di berdasarkan jembutnya. Mbak Tati lalu menyerangku atas
kecupan-kecupan yang membuatku kelabakan serta jatuh ke lokasi tidur karna
tersorong oleh kuatnya dorongan Mbak Tati yang telah bugil bundar itu. saya
cuma dapat menggenggam payudaranya dengan pijit, mengelus serta memilin
putingnya.


Cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum, Skandal mesum 2017,skandal mesum terupdate,skandal mesum
terbaru,skandal mesum, 



Cerita Mesum 2017
Mbak Tati terus mengecup setiap inci dari tubuhku, dadaku,
lenganku, perutku dan pahaku. Kejantananku yang sudah sangat keras dipegangnya
terus seakan sudah menjadi hak miliknya saja. Dikecupnya ujung kemaluanku, aku
mengelinjang kegelian. Namun Mbak Tati tidak meneruskan. Sambil tersenyum manis
ia berkata,

setengah berbisik, �Nanti saja..� Sambil memeluk dan menciumku
dengan hangat dan membalikkan posisinya sehingga aku berada di atasnya. Kini
posisiku lebih leluasa, aku bisa pandangi kemolekan tubuh Mbak Tati, setiap
senti dari permukaan tubuh itu kuciumi dengan penuh nafsu.beritaseks.com Nafas Mbak Tati
makin memburu, lama kutempelkan pipiku pada perutnya. Perasaan senang luar
biasa menyelimutiku.

Sambil tanganku terus meremas-remas payudaranya. Kuturunkan
kepalaku ke bawah, kuciumi paha sebelah dalam Mbak Tati, hingga sampailah ke
jaringan lunak yang berada di tengah selangkangannya. Kujilati benda itu,
hingga Mbak Tati mendesah kecil sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi,
seakan-akan menginginkan aku menjilatinya.

Liang kewanitaan Mbak Tati sudah basah,
aku terus menjilati daging kecil yang ada di bagian atas kemaluannya, yang
menurutnya bernama �itil� ya mungkin bahasa kerennya ya �klitoris� itu.
Setelah jenuh aku menjilati liang kewanitaannya, aku
bersiap-siap mengarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, Dengan
cekatan ia bimbing batang kejantananku hingga di depan gerbang kewanitaannya.
Dengan sekali sentak masuklah kepala burungku. Tampak masih lumayan seret,
sehingga tidak semuanya langsung bisa menghujam ke dalam liang kewanitaannya.
Setelah beberapa kali maju mundur barulah semuanya tenggelam hingga kurasakan
ujung kemaluanku menyentuh dinding kewanitaannya yang paling dalam. Mbak Tati
melenguh, menjerit dan makin memelukku dengan kuat.

�Terus Dik.. terus Dik.. Tahan Dik, aku.. mau.. keluar,
Ohh..� Dia memelukku dengan kuat sambil meluruskan kakinya, hingga batang
kejantananku terasa terjepit. Dengan nikmatnya. Hingga akupun tidak tahan lagi
membendung air maniku bertahan. Aku segera mencabut kejantananku dan
kukocok-kocok hingga muncratlah air maniku di atas perutnya.
Beberapa detik kemudian heninglah suasana di kamar itu.

Tampaknya hari sudah mulai malam, hujan terus turun dengan derasnya. Namun
nafas Mbak Tati yang memburu dan tubuhnya terbaring dengan lunglai. Aku
terlentang di sampingnya. Dia segera tertidur dengan kepala di atas perutku,
menghadap ke kemaluanku. Akupun tampaknya terlena juga. Pada waktu Mbak Tati
membangunkanku, untuk makan malam. Aku memakai piyamaku dan menuju ke ruang
makan, Mbak Tati mengenakan daster yang tipis. Ketika kurogoh dari bawah
dasternya, ternyata ia tidak memakai celana dalam. Mbak Tati mengelak dengan
genit meskipun sempat tersentuh juga.

Dalam percakapan selama makan malam, baru kutahu bahwa dia
mempunyai anak perempuan yang sedang sekolah di Sekolah Pekerja Sosial di
Semarang. Setiap minggu ia pulang ke rumah. Nana, anak Mbak Tati, memang manis
dan supel. Pada suatu hari minggu ia memang datang dan aku sempat ngobrol
dengan Nana.

Waktu itu ibunya sedang ada tugas mendampingi Pak Kades menerima
kunjungan anggota DPRD. Saking akrabnya aku ngobrol dengan Nana, hingga tidak
canggung-canggung lagi ia masuk keluar kamarku maupun sebaliknya. Bahkan ketika
Nana memintaku untuk membuat salah satu tugas teks pidato, aku tanpa
sungkan-sungkan masuk ke kamarnya. Secara tidak sengaja aku menemukan amplop
kecil di atas meja belajarnya. Ketika kubuka ternyata gambarnya adalah gambar
porno kategori XX. Nana cuek saja ketika kuamati gambar-gambar tersebut. Tidak
terasa bagian bawahku mulai berontak.

Cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum, Skandal mesum 2017,skandal mesum terupdate,skandal mesum
terbaru,skandal mesum, 

Tiba-tiba Nana membungkukkan badan di depanku, sambil ikut
melihat gambar-gambar porno tersebut.
�Nana, nggak pakai BH lho..� Aku kaget bukan kepalang,
mendengar suara manja itu, dan kulihat wajahnya sudah sangat dekat dengan
wajahku.

Dan yang lebih dahsyat lagi adalah, dengan posisi menduduk itu maka
payudaranya yang bebas tidak terbungkus BH itu tergantung indah.
Aku segera meraihnya, sambil kucium bibirnya. Sebagai
tindakan naluri dan refleks priaku saja. Nana membalasnya dengan tidak mau
kalah lahapnya. Kubuka T-shirtnya, dan kuciumi putingnya yang kecil tetapi
panjang,

seperti puting ibunya. Dan kulepas semua pakaiannya, terakhir adalah
celana dalamnya. Kuraih kemaluannya, jembutnya masih jarang, sehingga belahan
liang kewanitaannya yang berwarna merah jambu dapat terlihat dengan jelas. Ia
susupkan tangannya ke dalam celana pendekku. Begitu menemukan batang ppenisku
yang sudah sangat tegang ia lemas dan menarikku ke tempat tidurnya.
Aku melepaskan pakaianku, hingga telanjang bulat. Aku
baringkan di tempat tidurku, dengan posisi telentang, memberikan kesempatan
bagi Nana untuk menikmati bagian tubuhku yang sangat kubanggakan itu. Benar
saja,

ia dengan sigap meraih kemaluanku dan mengulumnya, meskipun masih sangat
tidak profesional, tetapi kuhargai juga keberaniannya. Barangkali ia hanya
ingin mempraktekkan apa yang pernah ia lihat pada foto porno. �Jangan kena kena
gigi,� seruku ketika giginya menggesek ujung kemaluanku, yang membuatku
nyengir. �Eh sorry, Mas..� Lalu ia jilati seluruh permukaan batang
kejantananku, hingga kedua biji penisku tidak luput dari serangan ini. Aku
hanya meringis menikmatinya.

Setelah tidak ada lagi variasi darinya memperlakukan
kemaluanku, kubimbing dia untuk terlentang. Ia menurut ketika kubuka
pelan-pelan pahanya, kini dengan jelas liang kewanitaan yang manis bentuknya
itu. Ketika kusibakkan, kulihat warna merah menantang, sedangkan lendirnya
sudah banyak mengalir ke sprei batiknya. Posisiku sudah siap untuk
menyetubuhinya. Batang kemaluanku sudah tepat di depan mulut liang
kewanitaannya.

�Nan, masih perawan nggak, aku masukin ya?� pintaku.
Nana tidak menjawab namun dengan kuat ia menarik bokongku,
hingga amblaslah batang kejantananku memasuki wilayah terlarangnya. Memang baru
separuh, sempit sekali, aku hampir tidak tega ketika Nana meringis sambil
memejamkan matanya.
�Kenapa Nan, Mas cabut ya..�
�Jangan,� bisik Nana sambil menjepit punggungku dengan kedua
kakinya.

Kugerakkan maju mundur pelan-pelan, karena sempitnya liang
kewanitaannya. Membuat Nana mengeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan
hingga sebuah jeritan panjang. Namun segera kuciumi mulutnya agar jeritan itu
tidak terdengar tetangga.

Orgasme Nana lama sekali, seperti orang kesurupan, kepalanya
kupegangi kuat-kuat agar mulutnya tidak lepas dari ciumanku. Sehingga suara
jeritan itu tertelan sendiri. Badannya kejang, pelukannya kencang sekali.
Akhirnya tumpahlah kenikmatan Nana. Aku sangat gembira bisa
memuaskannya.

Biarpun maniku belum keluar, aku puas sekali. Nana tertidur, aku
segera berpakaian, dan dengan berjingkat ke arah kamarku dekat kamar Mbak Tati.
Di depan kamar Mbak Tati kudengar suara, saat kusingkap dan aku terkejut
ternyatan ada Mbak Tati. Aku ketakutan dan hampir tidak bisa bicara. Dengan
suara seadanya aku mendesis,

�Oh, Mbak kok sudah pulang.� Tidak kusangka Mbak Tati
tersenyum manis, mendekatiku dan mencium bibirku. �Jangan buat anakku hamil,
ya.�
�Jadi, Mbak tahu kalau akau habis begituan sama Nana?�
�He eh, anak sekarang memang lain dengan jaman saya dulu,
baru kenal sudah tidur bareng.�

Aku hampir tidak percaya ini, kemaluanku masih belum lemas,
karena memang belum keluar. Mbak Tati tahu itu. Ia lepaskan celanaku dan segera
dihisap-hisapnya kejantananku dengan lihainya hingga keluarlah maniku ke dalam
mulutnya. Mbak Tati tersedak, dan segera menuju dapur meminum air kendi. Aku
hanya bengong saja. Lama tidak bergerak dari tempatku berdiri. Kemaluanku
tergantung dengan santainya.