Cerita Seks Dewasa dan cersex Ngentot Beruntung Punya Keponakan Pemuas Birahi

Posted on

Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Dewasa, Cerita Ngewe Terbaru Cerita HOT Cerita mesum ngesex dengan keponakan yang jadi pemuas seks melayaniku diranjang dengan judul Cersex Beruntung Punya Keponakan Pemuas Birahi yang tidak kalah serunya dan dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.

Cersex Beruntung Punya Keponakan Pemuas Birahi

Keponakan Pemuas Birahi

 

Cersex asian memiliki Keponakan Pemuas Birahi

cerita Hot � aku bunda rumah tangga dewasa 36 tahun yang sehari-sehari memiliki aksi tercantel atas aksi sosial yang terkadang menyelenggarakan aksi di luar rumah, termasuk rapat-rapatnya. Suami beroperasi di rezim.

Anak kita dua yang tertua dewasa 14 tahun. aku selagi lagi belia terkadang turut selaku peragawati serta terkadang pula foto bentuk, atas tinggi tubuh 165 centimeter. atas bagian-bagian badan depan serta belakang termasuk baik. Berat tubuh sekeliling 47, 5 kilogram.

Orang bilang aku memiliki performa yang menarik serta sensual terpenting pula bingkai aku. Apa yang aku bakal ceritakan ialah pengetahuan aku yang menarik yang sudah melahirkan hidup aku tercurahkan badaniah serta kejiwaan. serta sudah menguatkan kehidupan perkawinan kita.

Ceritanya berasal pada sesuatu teguran balik tahun suami abang aku minim lebih dua tahun yang kemudian, dimana melimpah sudara-saudara yang menolong dalam persiapannya. turut juga menolong keponakan aku Martin, anak abang aku yang lain lagi.

Martin dewasa 21 tahunan, lagi kuliah, berperawakan bedegap atletis tinggi minim lebih 1, 7 meter. Tampangnya cakep atas rambut hitam berdelan. Termasuk sensual pula. cantik pula. senang diam-diam melihat aku, serupa ingin memakan.

bila bertatap penglihatan matanya barangkali mesem. minim asuh pula pikiran aku, tapi lalu bayan aku pula suka. buah hatinya bersahabat sih. terkadang terdapat pula pikiran, lezat agaknya bila mengesun Martin ataupun memeluknya atau dipeluk. agaknya terdapat elektrik serta chemistry di antara kita.

petang itu abang memohon aku untuk mengambilkan kue tart, karna tidak terdapat yang dapat dimintai bantu. karna tidak terdapat yang lain pula terdesak Martin yang mengantarkan atas mobilnya. Apa yang berlangsung ialah kala dengan cara bersama-sama Martin serta aku memungut bakca aku yang terguling di garasi. Martin menggenggam tangan aku menarik serta mengesun pipi aku atas senyum.

aku tidak bereaksi tapi pula tidak marah tapi mencoba memberi impresi bila aku pula suka. tindakan aku yang tidak menentang mendatangkannya setelah itu mengulangi ciumannya dalam mobil kala berakhir di lampu merah. Kali ini ciumannya di mulut dengan meletakkan tangannya pada pukang. Martin mengesun atas melumat serta memainkan lidahnya.

biar ini enggak pengetahuan aku pertama untuk dicium tapi aku tergetar semua badan serta merasakan terdapat rasa menggelatak serta mengalir di abaimana aku. sebentar berlangsung bentrokan senjata antara betul serta tidak, antara defensi kejujuran akan suami melawan keserentakan jamal kedatangan antusiasme, serta tampaknya kejujuran bakal terkalahkan.

fibrasi lalu menggebu hingga kesadaran tampak atas akibat mendorong dengan menggumam, �Jangan di sini, janganlah di sini, diamati orang. � lalu bayan impian amat besar untuk tidak menghentikannya, tapi benar tempatnya tidak persisnya. sesi dahulu sudah terbuka, serta cerita tidak mau terpenggal serta sesi selanjutnya harus dipanggungkan dengan cara berkepanjangan.

Sepanjang cara pengumpulan kue tart Martin pada kans yang membolehkan senantiasa mencuri untuk mengesun serta sesekali mengisikkan kata-kata, �You are beautiful, � serta terakhir menjelang hingga balik ke rumah beliau bisikkan,

�I want you, � dengan mengesun kuping aku. Sekali lagi aku tergetar hingga ke bawah. melihat ke arah beliau dengan senyum. aku minta Martin dapat membekuk senyum aku serta amatan mata aku selaku ciri �OK�. kita bungkam.

sebaik saja sampai di batas rumah aku bisikkan pada Martin, �Telepon aku akan datang pagi. � Pesta balik tahun bepergian atas laju. Martin konsisten diam-diam penglihatan pada tiap kans. akibatnya segala berbalik, aku juga berbalik, bersama-sama suami, atas bermacam perasaan serupa perempuan yang jatuh cinta.

Malam hari menjelang tidur pikiran tidak dapat terkupas dari Martin. kilik-kilik serta kelembaban kerasa diantara pukang. karna pikiran dicukupi Martin mata juga tidak dapat terkatup. Mengharap pagi hari acap hadir. abnormal bila dipikir, kenapa dapat goyah, berlarat-larat.

Keesokan harinya pagi-pagi Martin telah menelepon. profit enggak suami yang mengangkat. Singkatnya siang itu Martin serta aku lunch, menikmati keberduaan serta afinitas yang merangsang. kita meninggalkan atas Martin menggenggam inisiatip yang setelah itu beres di salah satu penginapan di timur Jakarta, tanpa terdapat tindakan terlalu berat ataupun keberatan dari aku.

Tanpa menanti mengharap pintu kamar penginapan tertutup muktamar, dengan berdiri aku sudah terletak dipelukan Martin, melumat mulut atas kecupan yang bergairah. Tangannya bertualang keseluruh bagian badan aku. Ke bawah gaun menekan birit aku serta meletakkan badannya serta burungnya.

aku berserah, tangan aku juga jadi turut bertualang ke burungnya yang sudah amat keras. Meremasnya dari luar atas impian yang kian menggebu untuk membukanya. �Gila nih, abnormal nih! � terngiang di isi kepala, tapi tidak bisa mengabar antusiasme yang telah melambung ini.

sehabis membenarkan kalau tidak bakal terdapat gangguan dari room service Martin menggiring aku ke lokasi tidur tanpa membebaskan pelukannya. perlahan beliau tidurkan aku serta dengan cara halus mulai menciumi dari kuping gala mulut, dengan buah baju bacu dibuka, serta lalu menciumi buah dada aku dengan cara bergantian kanan kiri, BH dilepas, dihisapnya puting serta dijilatnya dengan cara lembut. semua tubuh kerasa kena elektrik, terangsang.

feminin aku kerasa berair karna benar aku memiliki ciri pembuatan larutan feminin yang melimpah. Martin juga mengawali membuka satu persatu bajunya, lagi terabaikan CD-nya. dengan cara pelahan Martin membuka bagian bawah gaun dengan tidak hentinya menciumi semua bagian yang terbuka.

Perut aku beliau ciumi bermesra-mesra. Tangannya menyebar pula keseluruh tubuh serta melekap pada feminin aku yang sudah mandi CD, dengan mulut Martin mendesau kancap antusiasme. aku telah tidak dapat menahan kenikmatan yang rasanya telah lamban tidak aku alamiah lagi.

Tangan Martin mulai dimasukkan ke dalam CD menulusuri feminin aku atas memobilisasi jarinya. abnormal sebelah mati rasanya. ingin jerit rasanya. Martin dengan cara lembut serta cerdas memainkan semua tubuh serta bagian-bagian liabel aku. feminin aku mulai banjir merespon pada rangsangan yang selangit. abnormal betul rasanya.

Martin berbuntut atas membuka CD serta mengawali mengkonsentrasikan perhatiannya pada feminin aku. Diciumnya dengan cara perlahan-lahan atas memainkan lidahnya dari berdasarkan ke bawah. pukang aku ditegakkan serta dibukanya lebar-lebar.

cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Keponakan Pemuas Birahi

 

Diciumnya bibir kemaluan dengan bibirnya secara penuh, dihisapnya secara berkali-kali sambil lidahnya memasuki celah-celah kemaluan saya. Aduh gila rasanya selangit. Ganti dia hisap klitoris secara halus. Dihisapnya, terus. Sampai saya tidak tahan dan sampailah saya pada puncak. Terasa cairan mengalir.

Disertai dengan teriakan ringan tangan memeras rambut Martin. Ini menjadikan Martin lebih lagi menggumuli lubang kemaluan saya. Dia benamkan dan usapkan seluruh wajahnya pada kemaluan saya yang basah dengan desahan kepuasan.

Saya sudah tidak bisa lagi menguasai diri dan terasa selalu tercapai puncak-puncak yang nikmat. Gila benar. Belum pernah saya dibeginikan. Pintar sekali si Martin ini, sepertinya pengalamannya sudah banyak. Saya hanya bisa menggerakkan kepala ke kanan kiri dengan mata terpajam mulut terbuka, dengan suara mendesah keenakan. Gila benar. Selangit.

Kini giliran saya. Martin saya tarik ke atas. Kini batang kemaluannya terasa menekan paha saya. Martin saya balikkan dan batang kemaluannya saya genggam. Wah besar juga dan kencang lagi, sudah basah pula. Langsung saya hisap dengan gairah.

Lidah saya permainkan di ujung kemaluannya sambil dikeluar-masukkan. Martin mengerang. Setelah kurang lebih sepuluh menit Martin melepaskannya. Dia lebih menghendaki keluar di liang kemaluan saya. Kini dia di atas saya lagi dengan posisi batang kemaluan di depan lubang kemaluan.

Dengan ujungnya digerak-gerakkan di bibir kemaluan ke atas ke bawah. Enak sekali. Mabok benar. Kemudian secara perlahan masuklah batang kemaluan ke lubang kemaluan saya dan terus menekan sampai terasa penuh sekali, dan terasa sampai di dasar rahim.

Gila rasanya benar-benar selangit. Tidak pernah rasanya seenak seperti ini. Martin menekan terus sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. Gila! Enak benar! Terus dia putar-putar sambil keluar masuk. Sampai saya lebih dulu tidak tahan dan sampai di puncak, keluar dengan meledak-ledak terasa melayang kehilangan nafas sampai terasa hampa saking nikmatnya. Kemaluan saya terasa basah sekali. Martin masih terus memompa dan belum mau menyelesaikan cepat-cepat.

Batang kemaluannya masih diputar dengan keluar masuk di lubang kemaluan, sehingga saya pun tidak tahan keluar lagi, yang ketiga atau yang keenam dengan yang keluar karena dihisap tadi. Gila benar! Seluruh badan basah rasanya. Sprei sudah basah betul dari cairan kewanitaan saya.

Martin masih terus menekan, memutar, menggaruk-garuk dan mencium sekali-sekali. Ciumannya di telinga bersamaan dengan tekanan batang kemaluan di dalam lubang kemaluan saya sungguh membuat seluruh badan menggigil nikmat dan membuat saya keluar secara dahsyat. Kemaluan saya terangkat menyongsong tekanan batang kemaluan Martin. Gila benar, sungguh nikmat tiada tandingan. Akhirnya Martin mulai menggerang-ngerang berbisik mau keluar.

Dengan tekanan yang mantap keluarlah dia dengan semprotan yang keras ke dalam liang kemaluan saya. Hangat, banyak dan terasa mesra dan memuaskan. Oh Tuhan, sungguh tak ada tandingannya. Dia remas badan saya dengan menekankan bibirnya pada bibir saya.

Hampir habis nafas. Kehangatan semprotan Martin menggelitik lagi kemaluan saya sehingga orgasme saya pun keluar lagi yang kedelapan menyusul semprotan Martin. Kami bersama-sama keluar dengan nikmat sekali. Sesaat terasa pingsan kami. Setelah selesai terasa kepuasan yang menyeluruh terasakan di badan.

Pikiran terasa terlepas dari semua masalah dan hanya keindahanlah yang ada. Kami masih berpelukan menikmati tanpa kata-kata, sambil memulihkan kembali energi yang telah tercurahkan secara intensif. Kami tertidur sejenak. Siuman setelah sepuluh menit dengan perasaan yang lega, dan puas.

Meski demikian rasa mengelitik, gatal-gatal kecil masih terasa di kemaluan saya, seolah belum puas dengan kenikmatan yang begitu hebat. Tangan saya mendekap batang kemaluan Martin mengusap-usapnya sayang. Ingin rasanya batang kemaluan Martin memenuhi lagi di lubang kemaluan saya.

Bibir tidak bisa menahan, saya tarik batang kemaluan Martin dan mulai meluncur ke bawah dan menghisapnya lagi dengan kasih sayang, diliputi bau campuran antara cairan saya dan mani yang terasa sedap. Kemaluan Martin terasa sangat lunak tidak segagah tadi. Serasa menghisap marshmallow.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena secara perlahan batang kemaluannya mulai membengkak dan menyesaki mulut. Sekali lagi kewanitaan saya tergelitik. Tanpa bertanya saya bangkit jongkok di atas Martin dan memasukkan Martin pelan-pelan. Seluruhnya masuk terasa sampai di ujung perut dan mulai menggelitik G-spot.

Ganti saya pompa ambil kadang merunduk memeluk Martin dan menciumnya. Kadang sambil duduk menikmati penuhnya di kemaluan saya. Rasanya enak sekali karena saya yang mencari posisi yang terenak untuk saya. Setelah beberapa waktu merasakan kenikmatan yang masih datar, kenikmatan mulai memuncak lagi dan terus memuncak sampai akhirnya sampai puncak tertinggi. Meledak-ledak lagi orgasme dengan teriakan-teriakan nikmat. Yang ternyata diikuti oleh Martin dengan semprotan kedua.

Tangannya memeluk erat-erat dengan gerangan pula. Gila enaknya sungguh sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Ini kali rasanya surga dunia. Kalau bisa maunya seharian begini terus rasanya. Gila! Gila benar, sungguh nikmat memuaskan.

Tetapi kami harus pulang. Saya kembali ke rumah, ke suami dan keluarga saya. Dengan suatu pengalaman yang tak terlupakan selama hidup. Sepanjang jalan kami diam tetapi tangan saling memegang. Malamnya menjelang tidur, sekali lagi kemaluan saya menggelitik dengan ingatan pengalaman siang tadi tidak bisa hilang. Ini memang pembawaan saya yang orang barangkali mengatakannya sebagai maniak seks, histeris, multi orgasme, kelaparan terus. Sekali terbuka lebar dan dirangsang maunya terus dipenuhi oleh pemuas seks.

Sejauh ini dengan suami tidak pernah tercapai apa yang Martin si pemuas seks bisa lakukan. Kepuasan dengan suami sama-sama tercapai tetapi kepuasan yang tidak mendalam seperti Martin si pemuas seks. Suami yang lekas selesai menjadikan �bakat� saya tidak berkembang. Sekarang yang ada hanya suami di samping saya.

Saya merengek minta pada suami dengan tangan meraba burungnya dan memijat-mijatnya halus. Dia tertawa sambil mengejek, �Gatel nih ya.� Dalam hati saya bilang memang gatal. Saya mencoba menikmati penetrasi kemaluannya dengan membayangkan kemaluan Martin. Kewanitaan saya, saya goyangkan mencari spot yang nikmat sambil mendekap. Dia menekan menarik beritme sampai kemudian saya mencapai puncak dulu diikuti dengan semprotan maninya. Selesailah sudah.

Kemaluan saya masih ingin sebetulnya, tetapi dia biasanya sudah tidak bisa lagi. Jadinya tanganlah yang bergerak �Self Service�. Memang penyakit saya (atau karunia) ya itu. Sekali sudah diobok-obok tidak bisa berhenti. Saya tidur dengan nyenyak malam itu.

Seperti yang bisa diduga pertemuan saya dengan Martin si pemuas seks berlanjut. Semua fantasi seks dan impian-impian tak ada yang tidak kami wujudkan. Sungguh sangat-sangat nikmat. Teknik kami makin sempurna dan Martin si pemuas seks bisa membuat saya orgasme sampai tiga belas kali.

Pada kesempatan lain akan saya ceritakan pengalaman-pengalaman kami yang aduhai. Semoga saya tidak jatuh cinta dan menghendaki hubungan yang lebih dalam, dan mengacaukan rumah tangga saya yang sudah ada. Saya hanya mau pemuas seks darinya.

Sama seperti Martin si pemuas seks juga. Sehingga dari luar, partner seks saya resmi adalah suami. Dibalik itu Martin lah yang menjadi pemuas seks dan fantasi saya dan ini telah berjalan selama dua tahunan. Dua kali dalam seminggu paling sedikit. Suami tetap dilayani seminggu sekali, kadang sepuluh harian sekali. Saya merasa bahagia dengan pengaturan sedemikian. Keluarga tetap tidak terganggu.

Hubungan dengan anak-anak dan suami tetap seperti biasa, bahkan kehidupan seks dengan suami menjadi lebih baik. Ternyata selingkuh dengan pemuas seks ada manfaat dan kebaikannya juga. END by Diliput6 Baca kisah seks bergambar terbaru sebelumnya yang tidak kalah seru dan dapat meningkatkan birahi mu yang berjudul Cersex Nafsu Birahiku Terbayar Karena Pacaran Dengan Cewek Semok Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot � cerita sex 2017, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2017, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2017, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2017, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum,



LINK SAHABAT

ARTIKEL JUDI
CERITA SEX
CERITA MESUM
FOTO BOKEP ONLINE
FOTO BUGIL ONLINE