Cersex Cerita Sex dan abg mesum Akibat Terlalu Dimanja

Posted on

Cersex Cerita Sex dan abg mesum Akibat Terlalu Dimanja
Cersex cerita Sex, cerita berumur, cerita Ngentot, cerita mesum, Cerisex teranyar 2015 � Cerita Sex: dampak amat Dimanja � saya benar terlahir dari keluarga yang cukup terletak. saya anak adam satu-satuya. serta pula anak beruju. Dua kakakku wanita segalanya. serta jarak baya antara kita cukup jauh pula. Antara lima serta enam tahun. karna anak beruju serta pula semata adam, nyata sekali bila saya amat dimanja. Apa aja yang saya inginkan, tentu dikabulkan. semua kasih cinta tertumpah padaku.

dari minim saya senantiasa dimanja, hingga besarpun saya sering-kali lagi senang meminta dikeloni. saya senang bila tidur dengan melekap bunda, Mbak Lisa ataupun Mbak Indri. tetapi saya tidak senang bila dikeloni aba. tidak tahu mengapa, boleh jadi badan aba besar serta tangannya ditumbuhi rambut-rambut lembut yang cukup rimbun. sedangkan aba setidaknya cinta padaku. karna apapun yang saya mau meminta, senantiasa aja dikasihkan. saya benar tumbuh jadi anak yang aleman. serta sikapku pula lalu serupa anak balita, walaupun usiaku telah cukup berumur.
sempat saya meratap semalam suntuk serta mengurung diri di dalam kamar cuma karna Mbak Indri menikah. saya tidak berkenan Mbak Indri jadi punya orang lain. saya benci atas suaminya. saya benci atas segala orang yang baik memandang Mbak Indri didapat orang lain. sebelah mati aba serta bunda membeka bersama menghiburku. terlebih Mbak Indri menjanjikan macam-macam biar saya tidak lalu meratap. benar tingkahku tidak ubahnya seseorang anak balita.
Tangisanku anyar berakhir sehabis aba berakad bakal membelikanku motor. sedangkan saya telah memiliki mobil. tetapi benar telah lamban saya mau dibelikan motor. cuma aja aba belum dapat membelikannya. bila mengenang insiden itu benar menggelatak sekali. terlebih saya hingga mesem seorang diri. Habis lucu sih.. , Soalnya durasi Mbak Indri menikah, usiaku sudab 21 tahun.
nyaris kurang ingat, ketika ini saya lagi kuliah. serta bertepatan sekali saya kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang cukup aksi. Di kampus, sesungguhnya terdapat seseorang perempuan yang perhatiannya padaku sedemikian itu besar sekali. tetapi saya serupa sekali tidak terpikat padanya. serta saya senantiasa menganggapnya selaku kawan lazim aja. sedangkan melimpah teman-temanku, terpenting yang pria bilang bila perempuan itu meletakkan batin padaku.
ucap aja namanya Linda. memiliki wajab cantik, kulit yang putih serupa kapuk, badan yang langsing serta beku bermuatan bersama dada yang memunjung atas skala cukup besar. sesungguhnya melimpah pria yang meletakkan batin serta mengharap cintanya. tetapi Linda justru meletakkan batin padaku. sebaliknya saya seorang diri serupa sekali tidak acuh, konsisten menganggapnya cuma kawan lazim aja. tetapi Linda bisa jadi pula tidak acuh. Perhatiannya padaku justru kian menaik besar aja. terlebih beliau kerap bermain ke rumahku, aba serta bunda pula suka serta berambisi Linda dapat jadi kekasihku.
sedemikian itu pula atas Mbak Lisa, amat sesuai sekali atas Linda tetapi saya konsisten tidak terpikat padanya. lagi pula hingga jatuh cinta. Anehnya, nyaris segala kawan menerangkan bila saya telah berpacaran atas Linda, sedangkan saya merasa tidak sempat berpacaran dengannya. Hubunganku atas Linda benar dekat sekali, meskipun tidak dapat dibilang bercintaan.
serupa kebanyakan, tiap hari Sabtu petang saya senantiasa membujuk Bobby, anjing pudel kesayanganku jalan-jalan mengitari Monas. harus dikenal, saya mencapai anjing itu serta abang Herman, suaminya Mbak Indri. karna pemberiannya itu saya jadi menggemari abang Herman. sedangkan tadinya saya benci sekali, karna berpendapat abang Herman sudah meregang Mbak Indri serta sisiku. saya benar gampang sekali disogok. lagi pula oleh suatu yang saya sukai. karna tindakan serta aksi laris sehari-hariku lagi, serta saya belum dapat berlagak ataupun berasumsi dengan cara berumur.
Tanpa disangka serupa sekali, saya berjumpa atas Linda. tetapi beliau tidak seorang diri. Linda bersama-sama Mamanya yang umurnya boleh jadi seangkatan atas Ibuku. saya tidak aneh lagi, karna benar telah saling memahami. serta saya senantiasa memanggilnya bibi Maya.
�Bagus sekali anjingnya.. �, piji bibi Maya.
�Iya, bibi. dikasih serupa abang Herman�, sahutku besar hati.
�Siapa namanya? � pertanyaan bibi Maya lagi.
�Bobby�, sahutku konsisten atas aksen besar hati.
bibi Maya meminjamnya sesaat untuk bepergian. karna berkelaluan memuji serta membuatku besar hati, atas batin dicukupi kebesarhatian saya meminjaminya. Sementara bibi Maya pergi membawa Bobby, saya serta Linda bersandar di kursi halaman dekat arca Pangeran Diponegoro yang mengendarai jaran atas agam. tidak melimpah yang kita obrolkan, karna bibi Maya telah balik lagi serta memberi Bobby padaku dengan berkelaluan memuji. membikin dadaku jadi berbuah serta beku serupa ingin meledak. saya benar setidaknya senang bila dipuji.
Oh, betul.. , belakang malam anda hadir.. �, perkataan bibi Maya sebelum pergi.
�Ke rumah.. ? �, tanyaku membenarkan.
�Iya. �
�Memangnya terdapat apa? � tanyaku lagi.
�Linda balik tahun. tetapi enggak ingin dirayakan. tuturnya hanya ingin merayakannya serupa kamu�, tutur bibi Maya Iangsung memberitahu.
�Kok Linda enggak bilang sih.. ? �, saya membersut dengan memandangi Linda yang jadi memerah wajahnya. Linda cuma bungkam aja.
�Jangan kurang ingat jam tujuh malam, betul.. � tutur bibi Maya mengingatkan.
�Iya, Tante�, sahutku.
serta benar persisnya jam tujuh malam saya hadir ke rumah Linda. Suasananya sepi-sepi aja. tidak kelihatan terdapat pesta. tetapi saya disambut Linda yang mengenakan blus serupa ingin pergi ke pesta aja. bibi Maya serta Oom Joko pula berpakaian serupa ingin pesta. tetapi tidak kelihatan terdapat seorangpun pengunjung di rumah ini eksepsi saya seorang diri. serta benar betul, nyatanya Linda iteratif tahun malam ini. serta cuma kita berempat aja yang merayakannya.
harus dikenal bila Linda ialah anak tunggal di dalam keluarga ini. tetapi Linda tidak aleman serta dapat bebas. kegiatan balik tahunnya biasa-biasa aja. tidak terdapat yang eksklusif. beres makan malam, Linda membawaku ke anjungan rumahnya yang berkunjung langsung ke laman belakang.
tidak tahu disengaja ataupun tidak, Linda membiarkan sisi pahanya berburai. tetapi saya tidak acuh atas pukang yang bagus beku serta putih terbuka cukup luas itu. terlebih saya konsisten tidak acuh walaupun Linda menggeser duduknya sampai nyaris mendekat denganku. keenakan yang tersebar dari badannya tidak membuatku bergeming.

Linda mengambil tanganku serta menggenggamnya. terlebih beliau memijit-mijit jemari tanganku. tetapi saya bungkam aja, justru memandangi wajahnya yang cantik serta sedemikian itu dekat sekali atas wajahku. sedemikian itu dekatnya alhasil saya dapat merasakan afeksi hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. tetapi konsisten aja saya tidak merasakan suatu.
serta sontak aja Linda mengesun bibirku. sedetik saya tertarik tercabut terkejut, tidak berpikir bila Linda bakal seberani itu. saya menatapnya atas tajam. tetapi Linda justru membalasnya atas binar mata yang ketika itu amat susah ku artikan.
�Kenapa anda menciumku.. ? � tanyaku polos.
�Aku mencintaimu�, jawab Linda kira-kira ditekan aksen suaranya.
�Cinta.. ? � saya mencicik tidak mengerti.
tidak tahu mengapa Linda mesem. beliau menarik tanganku serta meletakkan di berdasarkan pahanya yang berburai Cukup luas. walaupun malam itu Linda memakai gaun yang jauh, tetapi belahannya nyaris hingga ke bokong. alhasil pahanya jadi terbuka cukup luas. saya merasakan alangkah halusnya kulit pukang perempuan ini. tetapi serupa sekali saya tidak merasakan apa-apa.
serta sikapku konsisten dingin walaupun Linda telah mengalungkan tangannya ke leherku. kian dekat aja jarak muka kita. terlebih tubuhku atas badan Linda telah nyaris tidak terdapat jarak lagi. balik Linda mengesun bibirku. Kali ini enggak cuma mengecup, tetapi beliau melumat serta mengulumnya atas penuhl antusiasme. sebaliknya saya konsisten bungkam, tidak memberi akibat apa-apa. Linda membebaskan pagutannya serta menatapku, seolah tidak yakin bila saya serupa sekali tidak dapat apa-apa.
�Kenapa bungkam aja.. ? � pertanyaan Linda merasa kecewa ataupun menyesal karna sudah menyayangi pria sepertiku.
tetapi tidak.. , Linda tidak memamerkan frustrasi ataupun penyanggahan kekecewaan malah beliau melebarkan senyuman yang sedemikian itu bagus serta manis sekali. beliau lagi mengalungkan tangannya ke leherku. terlebih beliau menekan dadanya yang memunjung beku ke dadaku.
kerasa beku serta alot dadanya. serupa terdapat debaran yang hangat. tetapi saya tidak ingat serta serupa sekali tidak merasakan apa-apa walaupun Linda menekan dadanya cukup tangguh ke dadaku. seolah Linda mencoba untuk membangunkan antusiasme kejantananku. tetapi serupa Sekali saya tidak dapat apa-apa. terlebih beliau menekan dadanya yang memunjung beku ke dadaku.
�Memangnya saya mesti gimana? � saya justru kembali bersoal.
�Ohh.. �, Linda memprotes jauh.
beliau seolah anyar amat mengetahui bila saya enggak cuma tidak sempat berpacaran, tetapi lagi amat polos sekali. Linda balik mengesun serta melumat bibirku. tetapi sebelumnya beliau memberitahu bila saya mesti membalasnya atas cara-cara yang tidak layak untuk dituturkan. saya coba untuk membuntuti ambisinya tanpa terdapat perasaan apa-apa.
�Ke kamarku, ayo.. �, kisik Linda membujuk.
�Mau apa ke kamar? �, tanyaku tidak mengerti.
�Sudah janganlah melimpah pertanyaan. mari.. �, membawa Linda sebelah mewajibkan.
�Tapi apa belakang biyung serta abi anda tidak marah, garis? �, tanyaku lagi konsisten tidak mengerti ambisinya.
Linda tidak menyahuti, justru berdiri serta menarik tanganku. benar saya serupa anak minim, berdasarkan aja dibawa ke dalam kamar perempuan ini. terlebih saya tidak keberatan kala Linda mengancing pintu kamar serta membebaskan bajuku. enggak cuma itu aja, beliau pula membebaskan celanaku sampai yang tercecer bercokol sebagian celana dalam aja Sedikitpun saya tidak merasa malu, karna telah lazim saya cuma mengenakan celana dalam aja bila di rumah.
Linda melihat tubuhku serta kepala hingga ke kaki. beliau tersenyum-senyum. tetapi saya tidak ingat apa maksud segalanya itu. kemudian beliau menuntun serta membawanya ke kasur. Linda mulai menciumi muka serta leherku. kerasa sedemikian itu hangat sekali hembusan napasnya.
�Linda.. �
saya tertarik tercabut kala Linda melepaskan busananya seorang diri, sampai cuma busana dalam aja yang tercecer menempel di badannya. Kedua bola mataku hingga membeliak luas. untuk pertama kalinya, saya memandang bentuk tubuh badan sempurna seseorang perempuan dalam kondisi tanpa pakaian. tidak tahu mengapa, sontak aja dadaku berdampung berisik serta terdapat sesuatu perasaan abnormal yang sontak aja bersesaran di dalam hatiku.
suatu yang serupa sekali saya tidak ingat apa namanya, terlebih sama tua hidup, belum sempat merasakannya. Debaran di dalam dadaku kian keras serta berisik ketika Linda melekap serta menciumi muka bersama leherku. afeksi badannya sedemikian itu kerasa sekali. serta saya berdasarkan aja ketika dimintanya berbaring. Linda turut berbaring di sampingku. kisi-kisi tangannya menyebar menjelajahi seluruh tubuhku. serta beliau tidak berakhir menciumi bingkai, muka, gala bersama dadaku yang aspek serta sedikit berbulu.
terburu-buru Linda membebaskan penutup terakhir yang menempel di badannya. alhasil tidak terdapat selembar benangpun yang lagi menempel di situ. ketika itu amatan mataku jadi nanar serta berkelip-kelip. terlebih kepalaku kerasa berpendar serta berdebar memandangi badan yang polos serta bagus itu. sedemikian itu muktamar sekali badannya ke tubuhku, alhasil saya dapat merasakan afeksi serta kehalusan kulitnya. tetapi saya lagi konsisten bungkam, tidak ingat apa yang mesti kulakukan. Linda mengambil tanganku serta meletakkan di dadanya yang memunjung beku serta alot.
beliau mengisikkan suatu, tetapi saya tidak mengerti atas permintaannya. adem sekali beliau menuntun kisi-kisi tanganku untuk meremas serta memainkan bagian berdasarkan dadanya yang berona coklat kemerahan. sontak aja Linda. menarik rambutku, serta membenamkan Wajahku ke dadanya. pasti aja saya jadi gelagapan karna tidak dapat bernapas. saya mau mengangkatnya, tetapi Linda justru menekan serta lalu membenamkan wajahku ke lagi dadanya. ketika itu saya merasakan sisi tangan Linda menyebar ke bagian bawah perutku.
�Okh.. ?! �.
saya tertarik tercabut terkejut sebelah mati, kala sontak merasakan kisi-kisi tangan Limda bersesaran masuk ke kembali celana dalamku yang pipih, serta..
�Linda, apa yang anda lakukan.. ? � tanyaku tidak mengerti, dengan mengangkat wajahku dari dadanya.
Linda tidak menanggapi. beliau justru mesem. Sementara perasaan hatiku kian tidak tentu. serta saya merasakan bila bagian tubuhku yang vital jadi bengkak, keras serta berdebar serasa akan meledak. sebaliknya Linda justru memegang serta memijit-mijit, membuatku mencicik serta merintih atas bermacam jenis perasaan berkecamuk jadi satu. tetapi saya cuma bungkam aja, tidak ingat apa yang mesti kulakukan. Linda balik melepaskan muka, gala serta dadaku yang sedikit berbulu atas ciuman-ciumannya yang hangat serta kancap antusiasme antusias.
benar Linda sedemikian itu aktif sekali, mencoba membangunkan gairahku atas bermacam jenis aturan. iteratif kali beliau menuntun tanganku ke dadanya yang saat ini sudan polos.
�Ayo dong, janganlah bungkam aja.. �, kisik Linda diantara helaan napasnya yang berburu.
�Aku.. , Apa yang mesti kulakukan? � tanyaku tidak mengerti.
�Cium serta dekap saya.. �, kisik Linda.
saya mencoba untuk membuntuti segala ambisinya. tetapi tampaknya Linda lagi belum senang. serta beliau kian aktif merangsang gairahku. Sementara bagian bawah tubuhku kian mengejang bersama berdebar.
tidak tahu berapa kali beliau mengisikkan tutur di telingaku atas suara bencat dampak hembusan napasnya yang berburu serupa induk kereta api berumur. tetapi saya serupa sekali tidak mengerti atas apa yang d ibisikkannya. durasi itu saya amat bebal serta tidak ingat apa-apa. walaupun telah mencoba melaksanakan apa aja yaang dimintanya.
Sementara itu Linda telah memipit pinggangku atas sebandung pahanya yang putih bagus. Linda terletak persisnya di berdasarkan tubuhku, alhasil saya dapat memandang semua lekuk badannya atas nyata sekali.
tidak tahu mengapa sontak seluruh tubuhku menggelelar kala penisku sontak mengenai suatu yang lembab, hangat, serta kira-kira berair. akan tetapi sontak aja Linda berkoar, serta memandangi bagian penisku. agak-agak beliau tidak yakin atas apa yang terdapat di depan matanya. sebaliknya saya serupa sekali tidak mengerti. PadahaI durasi itu Linda telah dipengaruhi bualan antusias atas badan polos tanpa sehelai benangpun melekat di badannya.
�Kau.. �, desing Linda terpenggal suaranya.
�Ada apa, garis? � tanyaku polos.
�Ohh.. �, Linda mengeluhh jauh dengan menggelimpangkan badannya ke sisi. terlebih beliau langsung turun dari kasur, serta mengambil busananya yang berserakan di dek. dengan memandangiku yang lagi celentang dalam keaadaan polos, Linda memakai lagi busananya. durasi itu saya memandang terdapat frustrasi tersirat di dalam cahaya matanya. tetapi saya tidak ingat apa yang mendatangkannya kecewa.
�Ada apa, garis? �, tanyaku tidak mengerti peralihan sikapnya yang sedemikian itu sontak.
�Tidak.. , tidak terdapat apa-apa, jawab Linda dengan merapihkan busananya.

Recent search terms:

  • Cerita ngentot sama indri semalam suntuk