Cersex Cerita Sex dan abg mesum Gadis Desa Mulus Seksi

Posted on

 Cersex Cerita Sex dan abg mesum Gadis Desa Mulus Seksi

Cersex cerita Sex, cerita berumur, cerita Ngentot, cerita mesum, Cerisex teranyar 2015 � cerita Sex: perempuan dukuh bagus Seksi � cerita sex ini adalah cerita yang di memasok oleh salah satu sorang yang tidak ingin di ucap namanya boleh jadi karna malu. cerita sex antaran ini adalah keadaan yang lagi anyar serta pula dapat dibilang lagi fresh dech karna pula anyar di catat dari satu buah pengetahuan di ketika bercinta atas perempuan dukuh yang benar dibilang cantik pula buah hatinya.

bila anda memandang beliau boleh jadi pula dapat ngaceng dech kontol anda karna tidak cuma cantik pula sensual rupa badan serta wajahnya pula modalnya mengasyikkan. Kehidupan keluarga di dukuh yg minim bisa membikin Nakim berencana pergi berkelana ke kota, disertai kerelaan org tuanya Nakim juga menadah tawaranku utk pergi ke kota serta beroperasi di gerai kaset tanteku di jakarta.
dengan menanti mengharap kepergian karyawan di gerai tanteku yang mau berbalik desa serta menikah, Nakim sementara bercokol dirumahku.
Nakim ada badan yang bedegap, atas tinggi 155cm serta baya yang anyar 14 tahun.
meskipun kira-kira berat bibir, Nakim terbilang anak yg penurut serta giat.
tindakan Nakim yg adab, ingin berlatih serta bersoal membikin istriku suka dgn kemunculan Nakim dirumah. lagi pula sering-kali karakter banal sang Nakim selalu membikin istriku mesem.
Akupun bersahabat dgn tindakan serta karakter Nakim, alhasil saya tidak canggung utk turut menyediakan hajat Nakim sebelum belakang angkat kaki kerumah tanteku.
blus baju, gamis, celana jauh, hingga celana pendek, tidak tahu anyar dibeli ataupun bekas dimasukkan ke dus biar dapat Nakim angkat ketika angkat kaki belakang.
tidak terdapat keadaan yg minus yg tampak dari kemunculan Nakim dirumahku. Andaikata terdapat, boleh jadi itu ialah pandangan Nakim yg kira-kira tajam ketika membekuk bagian dada istriku yg terkadang tidak berencana kelihatan ketika mengendap.
kerap kutangkap moment itu yg setelah itu membuatku akibatnya bersoal pada istriku.
nyatanya istriku juga ingat serta pula melukiskan insiden di siang hari durasi Nakim naik keatas kursi utk menukar lampu dapur, dimana saat itu istriku yg memegangi bangkunya. dapat kubayangkan apa yg diamati Nakim, apalg baju kencang dgn bagian dada kecil ialah kostumnya ketika itu.
imbuh lagi dgn Senyum serta getilan istriku ketika berbicara, jadi ciri bhw hal2 mulanya sering-kali pula disengaja oleh istriku.
�Jgn marah betul, pa.. abis lucu alot mukanya�, memprovokasi istriku. saya hanya dapat tersenyum aja.
keadaan itu membuatku pula jd main-main ingin memandu sang Nakim.
sesuatu malam, istriku telah tidur duluan dikamarnya, serupa lazim Nakim serta saya msh melihat Tv.
�bosen betul, kim.. acaranya gini2 aja�, ujarku bebas.
�iya yah, abang.. saya jg ga ngerti film�nya nyeritain apa�, jawab Nakim.
�kita nyetel DVD saja betul, kim�, kataku dengan bangun dr dudukku.
�emang pilem apa, abang? �, pertanyaan Nakim dgn aksen aktif.
�pilem org besar.. �, jwbku dengan menyeringai.
Nakim manggut2 aja, tp kulihat terdapat ciri mengerti dari wajahnya.
Ku atur salah satu koleksi Miyabi ku serta ambil posisi bersandar berdekatan dgn Nakim.
Kusulut satu batang rokok berbarengan dgn segmen film yg telah dimulai.
Maria Ozawa yg cantik mulai berlenggak lenggok di tabir kaca, membuktikan keseksiannya didepan dua orang laki2 sbg �lawan�nya di film ini.
terdapat rasa lucu didalam pikiranku, dari 20menit film bepergian, Nakim bungkam aja, matanya tidak merdeka dari Tv didepannya, apalg ketika segmen blow job yg diperlihatkan si Miyabi, nafas Nakim kulihat kira-kira berat, kedua kakinya memipit muktamar.
�pernah nonton pilem ginian ga, kim? �, ujarku memotong.
�udah sempat, abang.. dulu dirmh temen, tp artisnya orang barat�, jwb Nakim konsisten dgn aksen yg santun.
�ooh, baguslah.. ga pa2 kenapa, udah gede�, jwbku lekas.
Nakim balik lagi memandangi tabir Tv, saat ini kelihatan si bintang film sdg menikmati gejolak pada vagina�nya dengan lalu memasok blow job. untuk menjamu dua org laki2, bintang film satu ini termasuk telah amat profesional.
�suka ngocok, kim? �, tanyaku langsung aja.
Nakim kira-kira terkejut mengikuti pertanyaanku, tp beliau konsisten brusaha mesem.
�eh bercakap-cakap, abang.. pernah�, jwb Nakim kira-kira malu.
�kamu ampe ngempet gt�, ujarku ayal.
Nakim impulsif membuka kakinya. Kulihat beliau mencoba melingkupi rasa malunya dgn bebenah posisi duduknya jadi bersila
.
�ga apa2, kim.. abang pula dulu gitu�, ujarku bebas.
Nakim juga mesem lagi serta menganggut ayal.
berikutnya kuciptakan percakapan dekat biar beliau tidak canggung, skalian mencukil rutinitas bersama berapa besar afinitas Nakim trhadap yg namanya gender.
berencana kuselipkan bentuk tubuh istriku dalam percakapan utk memandang respon sang Nakim. serta ketika kubahas hal buah dada istriku yg montok, kulihat Nakim manggut2 dengan menyeringai.
�pasti anda sempat ga berencana alot, kim�, pancingku pada Nakim.
�iya, abang.. memang montok�, jwb Nakim ayal.
saya serta Nakim juga mesem minim.
�penasaran betul, kim�, godaku dengan menyeringai.
Nakim tidak menanggapi, tp cengiran�nya telah jadi ciri bhw beliau setujuan dgn ucapanku.
Kulanjut obrolanku agar Nakim dapat imbuh berani mengungkapkan antusiasme seksnya.
Dari danau akibatnya saya ingat bila beliau kerap onani, serta kerap ngintip sepupu perempuannya durasi di desa. walaupun begitu, beliau belum sempat ML dgn perempuan mana saja nama lain lagi bujang. Lain cerita bila menyentuh payudara, kendatipun kira-kira malu2, beliau membenarkan sempat meremas payudara seseorang perempuan yg jadi temannya membaca durasi di desa terdapat acara yg mengadakan tabir tusuk.
serta yg pertama serta dapat didengar kira-kira menggelatak ialah ketika beliau melukiskan istriku yg sempat mengenakan tanktop tanpa bra alhasil puting susunya kelihatan menantang.
saya mesem mengikuti cerita itu serta benar-benar percaya sekali bila insiden itu tentu disengaja istriku.
�ga apa2, kim.. ga mesti malu, yg pokok anda kan ga minim asuh, yg namanya keliatan, betul nikmati aja�, ujarku dgn aksen berumur biar Nakim tdk kuatir dgn apa yg sudah beliau ceritakan kepadaku.
�kamu berfaedah kegemaran ngintip betul? �, kataku meneruskan percakapan.
�yah, itu pula kalau terdapat sela�nya, mas�, jwb Nakim yg tampak lbh bebas dari sebelumnya.
saya mesem serta otakku terinspirasi balasan sang Nakim.
�hbs nonton ginian pula tentu langsung ngajakin mbaknya maen�, ujarku dengan mencetuskan lg rokokku.
Nakim menyeringai luas, �ya iyalah, mas�
saya bangun kearah Tv, kumatikan film yg lagi aktif, Nakim menatapku tidak mengerti, apalg ketika kumatikan segala lampu2 yg lazim mati diwaktu malam.
sehabis itu kududuk lg disebelah Nakim yg lagi melamun.
�mas ingin masuk kamar yah.. belakang pintu kamar ga saya tutup semua�, ucapku sebelah berbisik.
Nakim kira-kira kaget, nyata sekali beliau tidak berpikir dgn apa yg ku ucapkan.
�tapi, abang.. �, jwb Nakim ragu2.
�ga apa2, udah besar, kendati ingat caranya�, sahutku dgn aksen berumur.
Nakim menganggut ayal. saya juga memejamkan mataku biar Nakim dapat balik tenang. Kumatikan rokok yg anyar kunyalakan mulanya di asbak serta bangun bepergian masuk ke kamar tidur.
Kubangunkan istriku dgn kecupan halus disertai dgn bujukan dirambutnya.
�Mama, saya ingin nih�, bisikku dengan membeka lehernya.
dengan menggeliatkan badannya, istriku berpaling kearah pintu yg sebelah terbuka. saya ingat itu serta lekas memejamkan mata, memasok isyarat pada istriku. Satu getilan minim jadi bakat bhw beliau mengerti maksudku. perlahan-lahan dicapai bahuku serta mulai mengaramkan diri kedalam permainan.
dengan mengulum bingkai istriku kubuka buah baju blus tidurnya satu persatu serta dgn perlahan-lahan kepalaku mulai turun ke dadanya
.
Kujelajahi daging alot yg montok punya istriku dgn menjilati kulit halusnya, ayal tetapi tentu sampai akibatnya terkonsentrasi ke puting susunya yg bengkak terangsang.
Belum kulihat terdapat tanda2 org mengintip dari arah pintu kamar, sementara itu tampaknya istriku telah mulai membalas rangsanganku dgn gigitan2 minim didadaku serta beringsut kian kebawah.
Kuambil posisi bersandar bertumpu pada gundukan alas ketika istriku mulai menjilati perutku serta perlahan-lahan meletakkan celana pendek yg kukenakan.
Rasa benci serta antusiasme membuatku tidak adem, kuloloskan aja sekaligus celana yg kupakai sampai saat ini tampaklah penisku yg bengkak menantang.
Merespon tindakanku, istriku juga mulai melancarkan serangannya pada batang penisku.
dimulai dgn satu gejolak minim yg membersihkan cairan pekat bersih dikepala burung, disusul dgn gejolak halus pada bagian batang sampai kebawah, istriku memalit penisku dgn mulutnya sedemikian cermat sampai setelah itu dgn halus beliau memuatkan penisku kedalam mulutnya.
Dgn perlahan-lahan kepala istriku juga mulai turun naik, jilatan2 minim diujung kepala burung didalam mulutnya, imbuh lagi hisapan halus dari mulutnya membuatku terbius.
boleh jadi itulah yg membuatku anyar tersadar bhw dipintu kamar telah terdapat sebandung mata yg mengintip permainanku dgn bini.
www. liga365. com

Kurasa istriku lebih dulu mengetahui itu alhasil beliau memberiku getilan khasnya dengan lalu melaksanakan blow job.
Lenguhan dari mulut istriku yg melumat penisku, diiringi rasa nikmat yg kurasakan membalikkan fokusku pada permainan.
Kuangkat kepala istriku biar dapat kulumat bibirnya, tanganku balik main di dadanya yg saat ini terbuka serta tampak sedemikian itu memukau kejatuhan binar lampu tidur yg remang2.
Desahan istriku juga dapat didengar hebat, apalg ketika mulutku balik merangsang puting susunya yg alot. tampak tangan istriku perlahan-lahan meletakkan celana tidurnya.
Tanganku lekas kebawah menerima antusiasme istriku, bagian vaginanya yg berair saat ini jadi target jari2 ku.
atas puting dihisap serta permainan jariku di vagina�nya, istriku lalu mendesau dengan meremas rambutku.
�pa, udah dong, bila nih�, tiba2 istriku merajuk.
tidak lekas menanggapi, kusempatkan mataku utk melihat kearah pintu, satu bayang-bayang kepala kulihat disana. saya benar-benar percaya Nakim telah demen dgn apa yg diintipnya.
desakan minim membikin tubuhku balik tersandar di gundukan alas dibelakangku.
Istriku melumat bibirku dgn keinginan. badannya menata posisi, serta titik berat telapak tangannya didadaku agak-agak melarangku beranjak. perlahan-lahan dalam belaian istriku, kurasakan satu gohong lembab serta hangat saat ini perlahan-lahan memakan batang penisku, memalit dgn denyutnya, lalu kebawah sampai masuk seberinda.
saya menarik nafas dengan bersiap untuk menadah penekanan.
Dgn pandangan halus serta menantang, istriku juga mulai berajojing. Naik turun pinggulnya benar2 membuatku serasa jadi raja.
tidak enggan tanganku menggapai buah dadanya yg tersentak-sentak dampak aksi badannya.
Sesekali istriku kandas serta menarik kepalaku ke dadanya dengan menekan penisku dalam2 ke vaginanya, ketika itulah didalam vagina�nya, penisku serupa dilumuri cairan pekat hangat. sebagian ketika istriku serupa melayang dalam nikmatnya utk setelah itu jatuh lagi.
memandang peluh istriku yg mengalir didorong pula oleh ambisi mau membalas, kupeluk istriku, kuatur kedua kakinya serta perlahan-lahan kuarahkan beliau biar berbaring. serta akupun mulai beroperasi.
atas aksen yg rutin, diselingi sentakan serta titik berat pada faraj istriku, kubuat istriku kian terbius.
�papa, mari bareng2 ?, cakap istriku merajuk.
�iya, cinta.. membegari yah�, jwbku dengan mengesun alis istriku.
konsisten kuteruskan buaian pinggulku, ku lesakkan lalu menembus penisku ke vagina�nya.
hingga pada satu titik, kurebahkan dadaku sampai melekat di dada istriku, kuatur kakiku lurus sekelas dgn istriku.
Istriku mengerti serta melekap pinggangku dgn kedua tangannya.
Dgn aksi yg seiringan, kita empat mata berjuang mencari satu titik yg serupa. Titik yg jadi akhir dari setiap afair. serta ketika kita mendapatkan, kita empat mata juga melambung bersama-sama, sebagian ketika kita serupa kurang ingat serta lalu menikmati hingga akibatnya mereda.
Kecupan minim dikening istriku telah jadi kbiasaan yg kulakukan setiap beres bercinta.
perlahan-lahan ku turun dari badan istriku yg lagi kelemping capek. dengan memasok gebar, kukedipkan mata pada istriku dengan beranjak pergi.
�aku ke kamar mandi duluan betul, ma�, suaraku kira-kira berdengung membarengi langkahku menuju pintu kamar.
Diluar kamar, nyatanya Nakim telah berdiri didepan pintu kamar mandi menungguku.
�gimana, kim? �, tanyaku berbisik.
Nakim tidak ingin berbicara krn cemas dapat didengar, beliau cuma mengangkat jempolnya dengan membuktikan muka angkat topi.
saya mengerti serta pasang senyum, �ya udah, tidur gih, akan datang saja bahasnya�, ucapku lagi berbisik. Nakim menganggut, pelan2 beliau masuk ke kamarnya seorang diri. tidak kurang ingat beliau kira-kira mengendap sbg ciri beliau berpamitan minta diri masuk kamar.
tidak lama lagi kuteruskan niatku ke kamar mandi, disusul oleh istriku yg pula ingin bersih2. anyar setelah itu balik ke kamar serta tidur.
antara seharian saya konsisten angkat kaki kegiatan serupa lazim alhasil blm luang bertanya impresi serta anotasi Nakim berdasarkan insiden semalam. akan tetapi ketika jam makan siang melalui telpon istriku mengartikan bila tindakan Nakim kelihatan lazim aja, justru jadi lebih malu2 dibandingkan sebelumnya.
�pokoknya anda hening saja, pa.. ini saya habis ngetes lagi nih�, perkataan istriku ditelpon.
�ngetes apaan? �, tanyaku bingung.
�pokoknya belakang berbalik saya kasih tahu kamu�, jwb istriku kecil sebelum dialog melalui telepon ini beres.
sekeliling pukul sebelah enam saya hingga rumah, sehabis mandi serta makan, istriku memohon diantar ke apotik utk membeli antibiotik, sementara itu kulihat Nakim berlagak serupa lazim.
sehabis biaya obat, istriku membujuk saya singgah utk minum es aduk kesukaannya.
dengan menikmati es aduk, istriku juga berbicara bhw mulanya siang beliau berencana mengenakan baju kencang tanpa bra serta nonton Tv bersama-sama Nakim.
serta istriku pura2 tertidur diatas jok pipih didepan Tv, dimana beliau berencana menata posisi terlentang biar bagian dadanya yg tanpa bra dapat kelihatan oleh Nakim.
serta dlm posisi pura2 tidur itulah istriku membiarkan Nakim yg nyatanya berani membarut-barut dada istriku. berdasarkan istriku, Nakim cukup lamban membarut-barut dada serta memainkan puting istriku yg menjendul di baju ketatnya.
Istriku berbicara dgn aksen lucu, alhasil saya jadi boncengan mesem.
�nah, anda bandel yah�, godaku pada bini.
�habis buah hatinya ngegregetin�, jawab istriku mencibir.
�huuu, senang yah�, kataku dengan mencubit dagu istriku.
�kaya ga bingit saja kamunya�, jwb istriku lekas.
�tergantung.. �, ucapku dengan memandangi muka istriku.
�tergantung apaan? �, pertanyaan istriku.
�tergantung anda ngapain�, sahutku menyeringai.
�alaaa, belakang anda ngambek�, memprovokasi istriku.
�emang anda ingin ngapain? �, tanyaku.
Istriku mesem minim. serta matanya memandangi ke wajahku lamat2.
�papa maunya saya ngapain? �, pertanyaan istriku dengan senyum menggodaku.
�wah, ga tahu betul, ma.. �, jwbku bimbang.
�emang kalau saya ngapa2in, anda ga marah? �, pertanyaan istriku lagi dgn aksen menggoda.
�marah dong, lagi pula saya ga tau�, jwbku lekas.
�kalo kamunya tahu, bisa dong? �, pertanyaan istriku kian berani.
saya tidak menanggapi serta membujuk istriku bergegas berbalik. Istriku mesem menggodaku, saya juga turut mesem.
hingga dirumah, Nakim spt lazim membukakan pintu, menerima kita dgn santunnya. sehabis insiden mulanya malam apalg mulanya siang, Nakim tampak cerdas dalam berlagak.
sehabis mengisolasi pintu batas, Nakim langsung akas membersihkan teras rumah. Kususul istriku yg telah masuk ke kamarnya.
Senyumanku dibalas kecimus oleh istriku. Kulihat beliau bersiap utk mandi. blus tidur bentuk terusan berbahan halus telah beliau sediakan ditepi ranjang.
�ma, anda belakang pura2 mabuk dapat ga? �, tanyaku dengan senyum.
�pura2 mabuk gimana? �, cakap istriku bimbang.
�pura2 mabuk obat dorongan gitu.. jd anda banyak fly, tp konsisten terdapat respon�, jelasku konsisten mengulum senyum.
Istriku kelihatan berasumsi sesaat utk memafhumi kalimatku.
�maksud anda buat��, istriku berbicara kira-kira bimbang.
�ya iyalah, modalnya kalau belakang anda disuguhin teh manis, antara berapa menit, anda awali dgn puyeng aja�, jwbku lekas.
Istriku menyeringai, cubitannya juga mulai bertindak.
�tapi kan sulit pula loh, pa�, perkataan istriku.
�ga mesti runyam, targetnya pula ga ngerti kenapa pertanyaan mabuk2 gitu�, jwbku.
�pokoknya anda atur sehabis minum teh manis, ok�, kataku dengan mencecah dagu istriku.
Istriku mencibir serta mulai bergegas utk mandi. Akupun merapati meja hias di kamar utk mencari botol obat rebas mata yg terakhir kulihat telah nyaris habis.
atas lekas kubawa botol minim itu ke dapur, lekas kucuci bersih serta kuganti isinya dgn air putih lazim.
beres itu, dgn tahap lekas, kuhampiri Nakim yg kini lagi mengepel dek teras depan.
�Kim, membegari deh�, panggilku dgn aksen bebas. Nakim juga merapati.
�habis ini anda bikinin teh manis bikin mbak, dapat kan? �, tanyaku kira-kira berbisik.
�bisalah, mas�, jwb Nakim lekas.
�Nah, anda masukin ini kedalam teh manisnya�, tambahku dengan memberi botol minim bekas obat rebas mata pada Nakim.
�apaan nih, abang? �, pertanyaan Nakim bingung.
�obat dorongan, udah.. lakukan saja, ok�, jwbku kecil.
Nakim lagi ragu tetapi senyum pipih kelihatan ketika mengikuti jawabanku.
�oke lah, mas�, tutur Nakim dengan manggut2.
�tuang saja segala, kendati kian mantep�, ujarku menambahkan.
Nakim menganggut ciri mengerti serta memuatkan botol minim mulanya ke kantong celananya.
Akupun masuk kedalam rumah serta bersandar didepan Tv, tidak berapa lamban dapat didengar suara tahap istriku pergi dari kamar mandi yg setelah itu menuju ke kamar tidur.
Dari teras depan, Nakim langsung ke dapur, tidak lamban setelah itu terdengarlah suara spatula membancuh bakat Nakim sudah membikin teh manis utk disajikan ke istriku. Diletakkan teh manis mulanya diatas meja makan dengan mengangkat jempolnya kepadaku. saya menganggut dengan mesem.
tidak lamban setelah itu, muncullah istriku dgn blus tidur terusan berikat minim serta berona pink yg mulanya beliau telah sediakan.
�wah, Nakim tahu saja.. belum diminta, udah dibikinin�, cakap istriku enak menanggapi satu gelas teh manis hangat diatas meja.
�iya, mbak.. �, jwb Nakim kira-kira bencat. Matanya melihat sesaat kepadaku. Kubalas lirikannya dgn satu gemerlapan mata.
Kulihat istriku ayal meminum teh manis ciptaan Nakim yg lagi kira-kira panas. Belum habis segala, dibawanya cangkir teh itu serta bersandar disampingku.
Kusetel Tv utk memasok impresi bebas.
�kita nonton Tv, kim.. �, ajakku dgn aksen tenang.
Nakim senyum serta turut bersandar kira-kira jauh dariku, matanya terarah kearah Tv dengan sesekali melihat istriku yg pula memandangi Tv dengan meminum teh manis sedikit untuk sedikit.
Bra merah yg terbungkus blus corak pink memamerkan impresi sensual pada performa istriku malam ini. Kurasa itu pula yg jadi atensi Nakim ketika melihat istriku, apalg mengenang mulanya siang beliau telah menyentuh dada istriku yg pura2 tertidur, tentu kesannya lagi tergambar di isi kepala Nakim.
Istriku melihat kearahku ketika satu gelas teh manis di tangannya sudah habis beliau minum. sesaat beliau bangun ke dapur utk meletakkan cangkir kosong ditempat basuhan piring, serta balik bersandar disampingku dengan lalu memandangi kegiatan Tv didepannya.
Kulirik Nakim yg kurasa pula memandang keadaan itu, serta saat ini yg kulakukan ialah menanti mengharap istriku bertindak.
minim lebih 15menit setelah itu, istriku juga mengawali.
�kepalaku kenapa gayang betul, pa�, perkataan istriku
�kok dapat? �, sahutku pendek dengan melihat Nakim. Nakim juga menatapku.
perlahan-lahan istriku menumpukan kepalanya dibahuku.
�pijitin kepalanya, pa�, cakap istriku dgn aksen merajuk.
Kuatur posisi biar dapat melunasi desakan istriku. Kupijat keningnya ayal serta sementara berencana kuatur sedemikian air muka menggeser-geser benang minim blus tidur istriku biar celus dari pundaknya.
Sesekali kulirik Nakim yg dari wajahnya telah mulai bengkak. Apalg durasi benang minim dipundak istriku celus turun dari tempatnya. Dgn sedemikian itu bagian dada istriku yg diikat bra merah jadi lebih kelihatan dari sebelumnya.
Pijatanku mulai turun ke tengkuk istriku, mata istriku tampak terkatup serta beranjak serupa goyang, kudekatkan wajahku ke kuping kirinya, biar beliau dapat merasakan hembusan halus dari nafasku.
dapat didengar desahan aleman dari mulut istriku yg setelah itu kian merapatkan badannya kepadaku. Utk seseorang Nakim yg lagi banal, kurasa tindakan istriku telah cukup memastikan.
Kulirik Nakim yg tidak henti2nya memandangi istriku yg saat ini serupa kecil tidak berakal, senyum minim terulas kearahku ketika beliau amati istriku tidak siuman durasi telapak tangan kananku mulai membarut-barut dada montoknya. tidak enggan sesekali kuremas dgn halus dada istriku utk memastikan Nakim bhw obat dorongan yg beliau menaruh dalam teh manis mulanya telah beroperasi.
Kuberi aba-aba biar Nakim memepet, beliau juga berdasarkan, saat ini badan istriku terletak persisnya didepannya. Remasanku di dada montok istriku juga lbh nyata kelihatan. sebaliknya istriku berlagak spt orang ketiduran, sesekali aja desahannya dapat didengar ayal membarengi rangsangan yg kuberikan kepadanya.
memandang mata istriku yg terkatup, Nakim tidak malu2 lagi memandangi badan istriku.
Kusingkap lagi bagian depan blus istriku, Nakim tampak kian bersemangat.
Kuarahkan belaianku lebih kedalam, istriku mengejai ayal, bibirnya membuka melontarkan desahan halus yg kian membangunkan antusiasme.
www. liga365. com

Kuberi isyarat bikin Nakim memasok ajuan pada Nakim biar turut mengenai dada montok istriku.
Nakim membahas senyum pipih. Dgn ayal, tangannya juga mulai kedang kearah bagian dada istriku, kuturunkan jemariku membiarkan Nakim main di dada istriku. Sbg gantinya, ku kasih kecupan2 minim di gala istriku.
Istriku mengejai lagi. lekas kutangkap bingkai merahnya dgn bibirku, berbarengan dgn itu Nakim juga meremas dada istriku dgn telapak tangannya.
Remasan Nakim membikin buah dada istriku tergerak naik jadi nyaris pergi dari bebatan bra merahnya. memandang itu Nakim kian antusias, nafasnya berburu, Nakim juga kian berani. Tangan kirinya mulai membarut-barut pukang istriku sementara tangan kanannya telah mulai main di puting istriku yg saat ini mencuat pergi dari bra merahnya yg turun dampak remasan mulanya.
desau istriku kian nyata dapat didengar, Nakim imbuh bersemangat, apalg ketika memandang istriku menciumi leherku dgn mata terkatup. Kukedipkan mataku skali lagi pada Nakim. Senyum tipisnya balik terulas, akan tetapi saat ini berbaur campur dgn bualan gairahnya yg menyala.
Kulumat lagi bingkai istriku dengan perlahan-lahan menata posisi biar Nakim lebih bebas menikmati dada istriku. betul aja, tanpa ragu lagi, Nakim juga memobilisasi kepalanya kedepan serta dgn benci membekuk puting susu istriku yg mengejang dgn mulutnya.
Istriku luang tertarik tercabut menadah rangsangan itu. Rasa nikmat menjangkiti badannya bertambah dalam, tangannya juga menggapai kepala Nakim yg lagi terbenam didadanya. Nakim luang melihat kepadaku, kurespon dgn mengangkat jempolku sedetik. bisa jadi Nakim benar-benar percaya dgn iming2 obat dorongan pemberianku yg sudah beliau menuang di teh manis yg diminum istriku. beliau juga balik membenamkan wajahnya ke dada istriku serta mandi kenyalnya dada montok istriku dgn lidahnya.
Tangan istriku meremas rambut Nakim, sementara itu bibirnya menciumi leherku. Tangan Nakim yg mulanya mengelus-elus pukang istriku juga saat ini telah mulai naik keatas, menuju kawasan lembab di selangkangan.
�enak ga, ma? �, tanyaku sebati.
�uuh, abi jahat�, jwb istriku ditengah gairahnya. Matanya sebelah terkatup serta kulihat beliau sesaat melihat Nakim yg kian terbius didadanya.
Sekali lagi istriku tertarik tercabut, jari2 Nakim nyatanya sudah hingga di tujuannya, perlahan-lahan masuk ke kembali celana dalam istriku serta mulai main disana.
mencocokkan permainan Nakim, kuarahkan istriku biar berbaring, dgn sedemikian itu tangan Nakim dapat lepas main di faraj istriku.
atas posisi terlentang sedemikian itu, mengganti saya yg memasok rangsangan di dada istriku, sementara Nakim kubiarkan menjelajahi faraj istriku dgn jemarinya.
tidak henti2nya istriku mendesau hingga satu pekikan minim juga dapat didengar ketika celana dalamnya disingkap serta jemari Nakim melatis masuk ke gohong vagina�nya. Tanpa rasa malu lagi Nakim juga tidak enggan sesekali memakai mulutnya utk memasok rangsangan di kawasan itu.
�buka betul, ma�, ujarku halus pada istriku yg hanya dijwb dgn anggukan ayal.
Kuberi aba-aba pada Nakim, Nakim juga mengerti serta perlahan-lahan membuka celana dalam istriku.
memandang gohong kenikmatan didepan matanya, Nakim serupa gelap mata, tidak bimbang lagi kepalanya maju utk mencobai faraj istriku dgn mulutnya.
keadaan ini pasti diluar ajukan, lidah Nakim yg buas menjilati faraj istriku dgn rakusnya. Istriku lagi2 tertarik tercabut menadah rangsangan yg dilancarkan Nakim di vaginanya.
Rasa keinginan mulai menguasaiku, kukeluarkan penisku dari celana yg lekas dicapai oleh istriku diiringi desahnya yg bertambah muktamar.
perlahan-lahan mulai kuatur lagi posisi dudukku, melekapkan penisku ke muka istriku. Merasakan alamat itu, istriku luang membuka matanya serta memandangi ku tajam, tp ku tidak amat menghiraukan, dgn halus kubelai rambut istriku serta melekatkan pucuk penisku dibibirnya.
Lumatan Nakim yg buas memadamkan pandangan istriku, bualan keinginan balik melanda, dgn berpaling ke kiri, diraihlah penisku masuk ke mulutnya.
Kepala serta bokong istriku terperangkap dalam kehebohan nikmatnya memasok serta menadah. boleh jadi beliau juga telah kurang ingat agenda dahulu yg mana beliau mesti berlagak spt orang mabuk, yg kulihat saat ini nafsunya yg cakap.
sehabis senang menjilati selangkangan istriku, Nakim mengangkat kepalanya, lekas kuulur tanganku serta mengirim jariku utk main di faraj istriku. keadaan itu berencana kulakukan biar tidak terdapat yg luput dari kehebohan yg dirasakan istriku, sementara kuberi aba-aba biar Nakim mengganti posisi.
Nakim juga alih saat ini ke sisi kanan badan istriku, kuberi aba-aba lagi pada anak itu utk membuka celananya. Pertama Nakim kelihatan ragu, akan tetapi pandangan mataku mendatangkannya menentukan utk berdasarkan aja.
Nakim membuka celananya, kelihatan burung Nakim yg tidak amat besar akan tetapi telah amat bengkak.
�bentar betul, ma�, ucapku sebati dengan membatalkan pantatku biar penisku pergi dari mulut istriku. Istriku melontarkan desahan merajuk, ku arahkan kepalanya dgn halus kearah kanan, Nakim menatapku seolah tidak yakin. Dgn mata sebelah terkatup istriku membagi kesepian dgn menggapai burung Nakim masuk ke mulutnya. Kulihat Nakim menegang. Nafasnya kian berburu. saat ini lebih mendekati orang megap2. Bersahut2an dgn lenguhan dari mulut istriku yg lagi melumat penisnya.
memandang itu kurasa telah waktunya saya beroperasi, lekas ku ambil posisi sebelah bersandar diantara kedua pukang istriku serta mencapai dada istriku dgn telapak tanganku, perlahan-lahan tetapi tentu, pucuk penisku mencari sarangnya.
Pada satu titik yg hangat, penisku juga melatis masuk, rasa hangat mencakup penisku yg kian dalam bersesaran. Kuteruskan dgn perlahan-lahan, serta kuberi titik berat ketika benar2 masuk seberinda.
Lenguhan nikmat pergi dari mulut istriku yg tersumpal oleh burung Nakim. Dgn kancap perasaan akupun mengawali tugasku. Kuayun pinggulku dgn irama ayal dengan sesekali memasok sentakan.
kehebohan memasok serta menadah balik istriku rasakan. beliau lalu mencoba memasok kocokan pada burung Nakim dgn mulutnya, sementara itu penisku lalu main berkurang maju di vagina�nya.
tidak lamban setelah itu tiba2 Nakim menengadah. dapat didengar lenguhan istriku serupa kaget. Tangan Nakim menahan kepala istriku dgn kuatnya, desing dari mulut Nakim dapat didengar garau. sampai sebagian detik kelihatan Nakim serupa melayang.
Kuperlambat buaian ku, kulihat terdapat larutan putih lekat yg terserak dari tengah bingkai istriku. serta saat ini dgn cermat istriku juga mulai memasok gesekan akhir pada burung Nakim yg barusan jelanak dimulutnya.
Dgn muka malu, serupa tersadar dari mimpi, Nakim melihat ke arahku serta memasok aba-aba berpamitan minta diri ke kamar mandi. Kujawab dgn anggukan lekas, bergegas beliau mengambil celananya dari dek serta berjalan lekas kearah kamar mandi.
saya balik pada tugasku, getilan minim istriku serupa membalikkan antusiasme yg bencat barusan. Kuayunkan lagi penisku saat ini dgn irama yg lebih lekas. hingga pada akibatnya berbarengan dgn istriku mendekati klimaks�nya.
Istriku kelihatan kecapekan, sedemikian itu juga saya. tetapi mesti kuabaikan lelahku, sehabis menggapai celanaku yg terserak dilantai, bergegas saya menuju kamar mandi.
Kudapati Nakim terdapat disana anyar beres bersih2.
�kim, anda langsung tidur saja, kendati abang betul asuh.. selagi mbak�nya belum siuman bener�, ucapku dengan berbisik.
Nakim menganggut lekas. Rasa malu, cemas serta capek tersimbur dari wajahnya, bergegas beliau menuju kamar tidurnya dgn tahap tidak berbicara.
mengikuti suara pintu kamar Nakim yg ditutup, istriku juga bangun menuju kamar mandi. serta kita juga mandi, mesterilkan diri dari keringat serta cairan pekat dampak permainan mulanya. karna capek, kamipun lekas masuk kamar serta tertidur.
telah tiga hari dari malam kancap antusiasme yg kualami bersama-sama bini serta Nakim.
tidak terdapat yg beralih dari tindakan Nakim, justru kulihat terdapat malu yg amat amat diwajahnya ketika ku bersoal pertanyaan insiden terakhir. Istriku juga kusuruh berlagak lazim aja. karna Nakim benar2 yakin bila durasi itu istriku dalam kondisi mabuk berat serta setelah itu berpikir permainan itu ialah cuma antara saya serta istriku.
sebagian hari setelah itu Nakim juga angkat kaki kerumah tanteku. tidak terdapat yg beralih ketika sesuatu hari saya singgah ke gerai kaset tanteku. Nakim konsisten adab, justru serupa malu membahas insiden terakhir dirumahku.
minim lebih 6 tahun Nakim beroperasi di gerai kaset tanteku, sampai akibatnya Nakim berbalik desa karna bapaknya tewas, serta tidak balik lagi karna mesti melindungi bunda serta adiknya.
antara sebagian bulannya, Nakim sempat menelponku dari kampungnya, melaporkan bhw beliau mau melalukan akad nikah, beliau berambisi sekali saya ada. akan tetapi karna agenda kerjaku, saya tidak dapat memadati undangannya.
serta terakhir kali kudengar, Nakim telah babaran dua.
Kusampaikan berita bagus itu ke istriku. Satu getilan minim yg eksklusif berlabuh di perutku.
�ih, kenapa nyubit sih�, ujarku dengan membekuk pegelangan tangan istriku.
�semua gara2 anda tahu.. �, jwb istriku lagi lalu mencoba mencubit.
�iya, jadi sang Nakim males kegiatan, justru kepengen kawin�, jwb istriku lagi.
saya juga mesem dengan melekap badan istriku. Istriku juga turut mesem serta balik mencubit perutku.
serta kamipun larut dalam banyolan kancap kemesraa