Cerita sex dan ngentot mesum Perawat Seksi

Posted on
Cerita sex dan ngentot mesum ucap aja julukan aku elang bangkai. Ceritanya ketika itu aku sudah nyaris satu minggu sakit kepala, tdk serupa sakit kepala biasanya, aku gelisah sakit kepala aku ini semacem vertigo karena sakitnya yg beneran tdk nahan. akhirnya, aku amat terdesak ke dokter bikin check. betul walaupun keadaan kantung tdk memenuhi, akan tetapi kebugaran kan nomor satu 

cerita Sex teranyar | bikin meriksain sakit aku itu, aku datengin RSUD kota aku yg jaraknya tdk amat jauh dari lokasi bercokol. betul biasa lah yg namanya RSUD, tentu rame, kancap bersama ngantri tidaklah alang serupa mau ngambil beras ekonomis.

 

 


akan tetapi keaktifan ngantri aku sedikit lebih menggembirakan durasi ini karena tepat di depan aku bersandar, ialah meja resepsionis lokasi bercokol sakit yg dibaliknya terdapat juru rawat yg agak cantik. mulanya sih sesuai aku daftar bikin berobat, aku awas namanya, Nina.
juru rawat Nina itu penampakannya biasa aja karena lagi konsisten memakai berkembar juru rawat putih komplit atas belangkon kecilnya yg nempel di berdasarkan kepalanya. Kulitnya putih, rambutnya hitam bergelintin, badannya agak sintal. aku tdk bisa baygin melimpah karena aku tdk bisa perhatikan kekasih segala badan.
cerita berumur | sekeliling 30 menit nunggu, sambil liatin juru rawat Nina yg lucu, tau-tau julukan aku di memanggil menyeru dokter untuk masuk ke bilik bikin di check. Bergegaslah aku masuk ke bilik. Dokter yg mengecek aku pria, sudah berumur, ngomongnya aja tdk bayan. biar begitu, tetep aja yg aku pikirin cuma Nina yg di depan mulanya. Duh, gimana betul langkahnya ngajak kekasih ikhwan? begitu yg aku pikirin sepanjang lagi di check sang dokter.
Tdk hingga lima belas kasihan menit aku di check, sehabis dokter ngasih keterangan, lekas aku pergi. ketika sebelum aku berbalik bersama tdk berhabis kesempatan, aku samperin aja meja Nina atas modal beberapa pertanyaan asal.
�Mbak, mau bersoal dong. Itu apabila mau nebus keterangan obat dari dokter itu di mana betul? � bersoal aku, walaupun sesungguhnya aku tahu apotik lokasi bercokol sakit ini di mana.
Nina yg lagi repot mencatat di buku besar ini pula terkejut atas aku yg ajukan pertanyaan atas seketika.
�Oh, abang pergi aja dengan pintu ini. � sambil menunjuk pintu di belakang aku,
� kemudian kelok ke kiri. Di pucuk gang, abang lihat di sisi kanan, ini apoteknya abang. � bayan Nina.
�Oh gitu betul, Mbak? � Jawab aku, aku sok mikir jalur ke apotik, walaupun sesungguhnya aku lagi mikirin bikin nanya lebih-lebih.
�Kalau lokasi bercokol mbak, arahnya kemana? � bersoal aku ngasal sambil menyeringai.
Nina jadi mesem minim. Senyumnya bener bener manis bersama bikin aku dag-dig-dug gan.
�Rumah aku jauh, abang. susah dijelasinnya, hehehe. � Jawab biarawati Nina sambil terkekeh kekeh.
�Terus apabila jauh, Mbak pulangnya gimana? terdapat yg samper? � bersoal aku lagi.
lagi konsisten atas lontar senyum manisnya, Nina menanggapi �Biasa sih naik angkot abang, 2 x ganti. Tdk susah kenapa. �

�Oh gitu. benar mbak berbalik jam berapakah? apabila aku anter berbalik, mau tdk? � sehabis nanya itu, aku anyar ngerasa aku bedegong sangat.
akan tetapi betul, bila pula beliau tdk mau, akan datang pula tdk akan bertemu lagi, jadi aku tdk akan malu malu amat.
�Ah, abang boleh jadi. mendatang membebani, abang. abang pula kan lagi sakit. �
�Udah bugar kenapa, Mbak. Mulai dari mulanya perhatikan Mbak pertama kalinya. Hehehe. � Jawab aku atas sedikit lap.
Nina tidak menanggapi, hanya amati memo yg terdapat di mejanya sesaat kemudian berbicara,
�Kalau mau, aku mendatang berbalik jam lima petang abang. � Jawab Nina sambil memasok sesuatu kertas minim pada aku.
�Mas berbalik aja dulu, rehat dirumah. �
begitu aku lihat, tampaknya yg dituliskan di danau ialah nomor telephone. astaga, jalur baik nih. begitu pikir aku. secepatnya aku berbalik atas perasaan senang berbaur salah aksi karena bimbang tdk tahu mendatang harus gimana sesuai bertemu Nina.
aku lekas nyodorin tangan aku ke Nina.
�Aku Elang� � cakap aku bikin ikhwan.
�Nina, Mas� � Jawab Nina sambil menjadi tangan aku.
kecil cerita, petang ini aku sudah parkirin motor aku di RSUD bikin nunggu Nina. Dari jauh aku perhatikan Nina jalur pergi dari bangunan lokasi bercokol sakit lagi konsisten atas seragamnya, hanya ditambah sweeter berona abu-abu bersama ransel minim yg disangkutkan di bahunya.
Nina melemparkan senyum manisnya begitu amati aku yg berdiri disamping motor aku.
�Sudah lamban betul, abang? ampun betul buat menanti� � bicara Nina santun.
�Enggak kenapa, anyar sesaat hehehe. � Jawab aku sambil mengajukan helm untuk digunakan Nina. secepatnya Nina memakai helm itu.
�Mau lekas berbalik? ataupun mau kemana dulu? �
�Hmm, tergantung abang aja. aku tdk cepat-cepat kenapa. � Jawabnya ayal.
�Kalau makan dulu, bagaimanakah? � bersoal aku.
Nina hanya menganggut. secepatnya aku nyalakan motor bersama pergi mencari makan.
Sesampainya di lokasi makan, amat melimpah keadaan yg anda bicarakan. Dari mulai permasalahan karier, sampai kehidupan pribadi.
Dari dialog itu, aku temui tampaknya Nina itu anyar putus atas pacarnya dua bln. durasi kemudian bersama bekas pacarnya itu ketika ini sudah menikah atas perempuan lain. aku tdk nygka, perempuan secantik Nina itu bisa ditinggal untuk perempuan lain.
Hari kian petang bersama gelap, yg tampaknya pula berawan. kita empat mata mengambil ketetapan untuk berbalik ketika sebelum hari hujan. Nina melafalkan arah bersama jalur ke lokasi tinggalnya yg tampaknya aku cukup hapal kawasan itu. aku secepatnya menambah motor angsa aku dengan jalur tikus yg aku tahu biar bisa lekas sampai.
beberapa dupa mtr. ketika sebelum sampai, tanpa terdapat di kasih arahan hujan kencang secepatnya turun. amat dekat bikin neduh dulu. Pada akibatnya aku menerobos aja ujannya walaupun blus aku bersama biarawati Nina pula berair basah.
�Duh, abang. dapat kasih melimpah betul sudah mau dampingi aku sampai kehujanan. ampun membebani betul, abang. � tutur Nina begitu sudah datang di depan lokasi tinggalnya.
lokasi tinggalnya tidak amat besar, kelihatan asri atas terdapatnya melimpah tumbuhan dibagian teras pula cat berona hijau yg meningkatkan impresi menentramkan.

�Gak permasalahan kok. Saya yg mohon maaf lantaran naik motor sama saya, anda jadi kehujanan� � Kata saya sembari meringis kedinginan.
�Mas, singgah dahulu yuk. Saya buatkan teh hangat serta pinjamkan baju buat mas. Janganlah dipaksa pulang, kelak jadi lebih sakit. �
�Gak usah ah, tdk enak ah sama orang tempat tinggal� � Jawab saya basa-basi.
�Tdk apa, Mas. Lagi juga saya tinggal sendiri. Yuk, mas. Input motornya. � Kata Nina sembari membukakan pagar tempat tinggalnya.
Saya juga mengambil keputusan untuk singgah sebentar sembari menanti hujan reda. Nina memersilahkan saya untuk duduk di ruangan tamunya yg kecil tetapi bersih serta teratur rapi.
�Duduk dahulu mas, sebentar saya hambilkan anduk ya mas� � Kata Nina sembari berlalu ke.
Saya lalu duduk sembari lihat saksikan, terdapat banyak photo saat Nina wisuda. Tampak cantik sekali dengan kebaya serta toga. Juga terdapat banyak photo yg kelihatannya yaitu orangtua Nina disamping photo wisudanya.
�Ini mas, handuknya� � Nina mencengangkan saya dengan memberi handuk berwarna biru tdk tipis untuk saya mengeringkan tubuh.
�Ini ada kaos mempunyai bekas saya dahulu, tdk terlampau bagus, namun kelihatannya muat buat mas� �
�Iya, terima kasih ya. Oia, panggil Elang saja ah. Janganlah mas. Sepertinya usia kita tdk jauh beda. Hehehe. �
Kata saya sembari mengambil kaos dari tangan suster Nina.
�Hehehe iya, Elang. � imbuhnya.
Saya juga bergegas ke kamar mandi untuk bertukar baju. Sesudah usai, saya akan kembali pada ruangan tamu. Waktu melalui satu diantara ruang, saya saksikan pintu yg tdk tertutup rapat. Maksud hati mau tutup pintu itu walau saya tdk paham ini kamar atau ruang apa. Kaget saya demikian saya saksikan nyatanya didalamnya Nina tengah bertukar baju.
Nina yg terlihat cantik walau badannya terbalut seragam kerja, tampak semakin cantik tanpa ada busana. Rambut hitam lurus sepunggung membuatnya terlihat lebih anggun. Badannya yg putih sintal, pantatnya yg kencang serta payudara yg demikian menantang, bikin saya betul-betul segera berpikiran kotor. Celana saya juga makin tdk nyaman lantaran batang yg semakin mengeras. Cemas Nina tau saya ngintip, selekasnya saya balik ke ruangan tamu.
Saya segera duduk di sofa yg ada di ruangan tamu. Berupaya tenang serta sebisa-bisanya tdk salah tingkah lantaran yg saya simak baru saja. cerita sex
Nina kembali dari kamar. Kenakan pakaian barong Bali berwarna ungu, dengan hotpants berwarna coklat tua dengan handuk yg melilit di kepalanya sembari membawa gelas diisi teh hangat.
�Ini Gi diminum dahulu� � Kata Nina menyuguhkan minum, sembari duduk disamping saya.
�Iya, terima kasih ya Nina� � Jawab saya tersipu malu.
Saya ambillah gelas serta minum teh sedikit. Coba-coba mencari bahan perbincangan walau yg saya baygin hanya Nina yg lagi saya entotin dengan liar.
�Hmm, Elang tadi ngintipin saya ya? � Bertanya Nina.
DHEG! Kaget bukanlah kepalang, saya bingung harus jawab apa.
�Ah? Tdk kok, memang tadi anda di mana? �
�Di kamar, telah Gi, saya tahu kok. Tadi saya saksikan baygan anda dari meja rias saya. Anda ngintip saya kan? �
Selidik Nina dengan suara sedikit lebih tinggi.
Saya tertunduk malu, bingung serta tdk tau harus ngomong apa.
�Iya, Nin. Maaf ya, tadi tdk berniat. Tujuannya ingin nutup pintu, eh jadi jadi ngintip�. � Jawab saya masih tetap sembari tertunduk.
Saya tdk berani simak muka Nina, sampai tau tau dia ngegeser duduknya agar semakin deket sama saya.
�Terus, hanya nginitip saja? Tdk ingin yg lain? � Bisik Nina di telinga saya.
Kontan aliran darah saya segera kenceng ke semua tubuh. Yg semula kerasa dingin, mendadak segera panas.
Saat itu juga tanpa ada basa basi saya lumat bibir mungil Nina. Tangan kanan saya narik kepalanya agar ciuman kita makin kuat serta dekat. Nafas Nina segera kenceng tdk teratur. Nina lantas narik handuk yg ada di kepalanya serta ngelemparnya ke lantai.
Ciuman saya turunin ke leher Nina. Segera saja Nina mengangkat kepalanya ke atas, seolah minta saya buat nikmatin lehernya tdk ada yg kesisa. Baju barong Bali nya yg longgar, bikin saya makin leluasa untuk memasukan tangan serta ngeremes payudaranya yg telah dari tadi saya beberapa tunggulah.
�Hmm, uhhhh Elang, pelan-pelan� � Desah Nina.
Desahan Nina malah bikin saya makin terangsang serta ingin nikmatin tubuhnya tanpa ada bekas. Saya angkat pakaiannya, serta buka kaitan bra-nya dengan sekali tarik. Saat ini dua payudara bulat menantang yg tadi saya liatin dari jauh doang, telah siap buat saya nikmatin sampai senang.
Tdk pakai nunggu lama, saya hisap putingnya sembari saya remes yg sampingnya. Desahan Nina makin jadi. Tanpa ada diakuin, satu tangannya narik rambut saya cukup keras.
�Uuuhhhh, Elanggggg. Enak Lang�. � Erang Nina.
Senang meremas payudaranya, tangan saya berupaya untuk ngebuka celana Nina. Serta tanpa ada butuh banyak usaha, lantaran Nina juga tampak telah nafsu membara, suster cantik yg saya simak tadi siang di meja resepsionis, saat ini telah telanjang bulet tanpa ada sehelai benang juga di depan saya, minta buat saya puasin.
Tangan saya dengan lembut ngusap rambut halus yg ada diantara selangkangan Nina. Keliatannya cukup dirawat dengan baik. Kerasa telah semakin basah dari dalam mekinya Nina. Saya selipin tangan saya di antara bibir mekinya, cari klitoris agar Nina semakin mengerang serta kejang lantaran nikmat duniawi yg mungkin saja telah lama dia tdk rasain lagi.
Sebagian menit saya asyik ngorek meki Nina dengan jari saya, Nina narik rambut saya semakin kenceng.
�Arrrghh, Elang, saya keluar argggghhh saya keluarrrr�. � jerit Nina kecil.
Merasa ada cairan hangat dari dalam lobang kesenangan Nina. Saat ini Nina keliatan lelah serta sedikit terengah-engah. Tubuhnya penuh keringet, meskipun di luar hujan deras, namun ruangan tamu itu merasa semakin panas.
Nina yg memejamkan mata sembari coba mengatur nafas lalu ngeliat ke arah saya.
�Kamu kok pinter banget sih, Lang? Baru pakai jari saja saya telah lelah. Bagaimana lagi bila gunakan itu? � Kata Nina sembari tangannya mencapai konti saya yg masih tetap ada di dalam celana.
Dengan gesit, ia buka kancing serta reseleting celana saya. Dikeluarkan batang kemaluan saya dari dalam sarangnya. Dengan tangan yg masih tetap ngeremes konti saya, lidah Nina segera dijulurin ke ujung konti saya.
Demikian cepet hingga konti saya masuk seluruhnya ke mulut Nina. Dengan pelan tetapi penuh gairah, ia naik turunin kepalanya agar konti saya yg ada didalam mulutnya merasakan nikmat tdk ada tara. Bener bener permainan yg ajib dari suster yg saya sangka kalem itu.
Waktu saya masih tetap asyik nikmatin sepongan dahsyat Nina, dia ngeluarin konti saya dari mulutnya. Tangannya masih tetap ngeremes pelan konti saya, namun dia bangun serta coba buat duduk diatas saya.
�Kamu ada kondom tdk, Lang? � Bisik Nina sembari mengeluskan konti saya ke bibir mekinya.
Tanpa ada ngejawab, saya segera ambillah di tas kondom berwarna item yg saya simpen buat beberapa jagalah. Lantaran sesuai sama kepribadian saya. Keliatan muka Nina seneng banget demikian saya ngeluarin kondom. Di ambil kondom dari tangan saya sembari mencium bibir saya. Sejurus lalu dirobek bungkus kondomnya serta dipasangkan di konti saya dengan telaten.
Sesudah kepasang, Nina semakin siap buat masukin konti saya ke mekinya. Saya hanya duduk sembari ngeliat apa yg dia lakukan ke konti saya serta bagaimana muka dia setiap saat konti saya nyentuh mekinya.
Mata yg merem melek, serta desahan pelan cocok konti saya masuk sedikit untuk sedikit ke meki Nina. Mekinya basah banget, namun merasa sempit, mungkin saja lantaran telah lama tdk ada konti yg masukin.
Konti saya telah masuk seluruhnya ke dalam meki Nina. Ke-2 tangan dia ngelingker di leher saya, serta tangan saya megangin pinggul Nina sembari bantu tubuhnya naek turun diatas pangkuan saya.
�Aaahhh, Elanggggg, aaahhhhh yess aarrgghhh�. � Hanya ini yg keluar dari mulut Nina yg keliatan nikmatin banget konti saya di dalam mekinya.
Saya cobalah buat lebih konsentrasi untuk sembari ngeremes serta ngisep puting payudara Nina yg daritadi berayun naik turun. Cocok putingnya masuk ke mulut saya, automatis kocokan Nina cuma dari panggulnya, tubuhnya dilewatkan diem agar gue dapat senang nikmatin toketnya waktu dia lagi asyik nikmatin konti saya.
Nyaris 15 menit saya diposisi demikian, saya gagasan buat ubah posisi. Saya tujukan Nina buat ubahan duduk serta buka lebar kakinya. Saya taro ke-2 kakinya di pundak saya, serta tangan saya yg telah siap ngeremes dua gunung cantik di dada Nina. Konti saya masukin lagi pelan-pelan ke dalam meki Nina sembari tangan pelan-pelan mulai remes payudara Nina.
Kesempatan ini desahan Nina semakin keras serta semakin meracau tdk terang.
�Arrggg, Elanggg, masukin selalu Langg, saya punya ahhh anda Langg arrrgggghhh� Teriak Nina demikian terlepas.
Saya juga genjot semakin cepet, sesekali saya kasih ciuman ke bibir Nina agar semakin romantis tetapi tetep penuh gairah.
�Elanggg, saya keluar Langg. Arrgggggg��� Anda kuat banget sih�.. �kata Nina dengan nada yg agak gak jelas
�Tahan sayang, saya juga ingin keluar�. � Balas saya, sembari mempercepat lagi genjotan.
�Arrrggh sayang,, arrggghhh.. teruss aargggghh terussss�. �
Saya rasakan tekanan yg sangatlah kuat dari konti saya, telah tdk dapat ditahan lantaran remasan kenceng dari meki Nina buat konti saya semakin tdk kuat buat berlama-lama serta,
�Aarggggggggggghhh saya keluarr arrrgghhh� � Jerit Nina bersamaan dengan muncratnya pejuh dari konti saya.
Saya juga sedikit untuk sedikit memelankan genjotan konti saya, sampai saya keluarin konti dari dalam meki Nina.
Cocok saya berdiri mendadak Nina megangin konti saya, dilepasnya kondom yg kepasang serta dimasukannya lagi konti saya ke mulutnya. Kesempatan ini saya ngerasa geli bukanlah kepalang, namun juga enak sewaktu yg berbarengan.
Rupanya Nina dengan bekas birahi yg ada bersihkan konti saya dari bekas sperma yg ada. Matanya yg melirik sesekali berupaya menangkap ekspresi muka saya cocok pacar ngehisap setelah konti saya sampai bersih dari pejuh.
�Enak banget deh mempunyai anda, Lang� kuat banget lagi� � kata Nina sembari selalu mengocok konti saya.
�Punya anda juga kuat juga, Nin� � Balas saya sembari menundukan tubuh serta mencium bibir mungilnya.
�Nanti saya ingin lagi ya�. � Kata Nina manja sembari meremas konti saya.
Kemudian, kami teruskan mandi berdua serta mengulangi aktivitas yg sama di kamar mandi serta di kamar tidur Nina hingga tengah malam mendekati. Nina memaksa saya untuk nginep di tempat tinggalnya yg nyatanya memanglah cuma terisi dianya hingga sebagian minggu ke depan lantaran orang tuanya yg bertandang ke tempat tinggal kerabat diluar kota.
Sejak peristiwa ini, saya serta Nina resmi pacaran. Nina yg tampak lugu nyatanya penggemar seks sama seperti seperti saya. Saya bersukur dapat dapet pacar seperti Nina
Cewek Bispak Dengan Tubuh Mungil : DOWNLOAD

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~