Cerita Seks : Di sunat Suster Cantik

Posted on

web berumur yg berisikan cerita sex, cerita jelas, cerita ngentot, cerita mesum, cerita berumur �Cerita gender: Di khitan biarawati Cantik� serta foto sex telanjang bibi bispak abg hot teranyar 2016

Dibaca pula: Cerita Sex: Tia ada Toked Yang besar
ucap aja namaku Bob, usiaku 25 tahun. saya ialah anak dari seseorang saudagar Indonesia yg kondisi ekonominya cukup terletak alhasil, tdk serupa orang mayoritas, saya cukup asian untuk dapat berkelapangan mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. saat ini kuliahku sudah beres serta saya menyudahi untuk balik ke tanah air.
Ok, anda sudahi aja basa-basinya. cerita sex teranyar ini berasal kala saya menjalin kasih atas seseorang wanita Indonesia, memanggil menyeru aja Lia yg bertepatan dulu kuliah ditempat yg serupa denganku. Wait a minute, mengikuti keadaan ini boleh jadi terdapat yg bingung, kenapa enggak sekaligus cari larap orang bulai aja? sekaligus koreksi dinasti rumpun.
Hehehehehe.. yup kamu tdk salah baca, its HEHEHE, saya cuma mesem aja bila mengikuti lisan seperti itu, karna pertanyaan cinta kan benar tdk dapat diatur. Lagipula kedua orangtuaku benar membutuhkan anak tunggal mereka ini mendatang berjodoh atas sesama orang Indonesia aja, kendati pure Indonesia tuturnya. Eits, enggak berfaedah saya dijodohkan loh, benar bertepatan ketemunya (serta sregnya) serupa perempuan asli Indonesia.
Lagian, orang Indonesia kan enggak jelek-jelek amat, jadi kenapa keturunannya mesti diperbaiki semua? titinada to mention enggak terdapat juru mesin di bumi ini yg dapat membenarkan dinasti rumpun orang, betul kan? Anyways, ini hanya pendapatku aja, so bikin yg enggak setujuan betul bebas-bebas aja, ok! Peace! Hehehe.. O betul, Lia beraut amat cute (menurutku, lagipula kecantikan itu relatif, tul ngga?), tingginya 165cm atas skala payudara 34c.
kecil cerita, saya serta Lia telah tukar cincin serta minim lebih dua bulan lagi bakal lekas menaiki tahapan ikatan yg setidaknya sungguh-sungguh untuk mengikat akad bersih dihadapan Tuhan serta setelah itu menuju perkelaminan, eh� pelaminan. Nah, karna ikatan kita empat mata telah amat sungguh-sungguh serta bila tdk terdapat aral memalang, batu menghadang serta angin besar mendepak, saya serta Lia telah ditentukan bakal menikah.


cakap pertanyaan nilai serta kesempatan, kelihatannya kita bakal menikah ialah 99, 9 persen. Yg 0, 1 persen lebihnya cuma bakal berlangsung bila sontak dihari pernikahanku belakang tampak seseorang perempuan hamil yg menempuh pertanggungjawaban dariku untuk menikahinya, which is impossible karna saya benar belum sempat bercinta atas seseorang wanitapun, termasuk sang Lia.
karna itu, saya jadi ngebet sekali untuk dapat cepat-cepat melepaskan keperjakaanku ini serta mau lekas bercinta atas kekasihku yg cantik itu karna toh kita telah nyaris menikah. saya telah membahas keadaan ini atas Lia serta kita terlibat dalam perbincangan minim, isinya pertanyaan saya yg tdk sabaran serta ini-itu.
(Lagi-lagi) kecil cerita, saya kiranya sudah sukses memastikan sang Lia untuk berkaitan tubuh sebelum tanggal akad nikah datang, saya berargumen bila kita empat mata menjalankannya sehabis menikah, belakang bakal serupa atas banyak orang lainnya, lagipula kita bakal ingat gimana kesannya bila menjalankannya sebelum waktunya serta esoknya dapat ketimbang lagi kala menjalankannya sehabis menikah. dapat didengar abnormal, tetapi karna sukses membujuknya, itu segala jadi tdk permasalahan.
kita empat mata menyudahi untuk menjalankannya akan datang petang di satu buah hostel di kawasan Jakarta Selatan. astaga, menggambarkan apa yg bakal berlangsung akan datang, saya jadi tdk adem serta tdk dapat tidur, meskipun sehabis dikocok jadi dapat tidur, hehehe. Keesokan harinya, saya menjemput Lia yg telah memperoleh ijin dari ortunya untuk ngedate denganku. betul iyalah, kalau ijinnya ke ortu ingin ML di hostel, mana boleh jadi diberi. setelah itu, kita lekas meluncur menuju hostel MXXXXXXX serta langsung check in. agar tdk dicurigai, saya check in seorang diri, sebagian menit setelah itu kemudian sang Lia menyusul menuju kamar hostel yg telah kupesan sebelumnya sehabis kukabari dengan sms.
Di dalam kamar hostel, jantungku dagdigdug tdk pasti karna belum sempat melaksanakan keadaan ini sebelumnya. untuk melarutkan kegawatan, kita empat mata duduk2 lebih-lebih dulu sambil rumpi ngalor ngidul. agak lamban pula, kurang lebih lebih dari sebelah jam kita ngobrol. anyar sehabis itu, saya mengawali �gerilya� atas bersandar kian mendekat serta merangkul pundaknya. saya berbisik I love you ditelinganya biar beliau tenang.
setelah itu kita saling bertimbang pandang, serta tidak tahu siapa yg mengawali, kita mulai berkecupan. bingkai mungilnya kulumat serta kuhisap-hisap. perlahan-lahan, saya memuatkan serta setelah itu memainkan lidahku didalam mulutnya. Lia kelihatan amat menikmati keadaan ini, itu kelihatan dari kedua matanya yg dipejamkan serta irama nafasnya yg mulai beralih. Posisi tangan kiriku kupindahkan, dari yg awal merangkul akrab bahu Lia beralih ke pinggangnya yg langsing.
Sementara tangan kananku kugerakkan mengerumuni punggung Lia, yg lagi berbalut T-shirt kencang corak cokelat belia, atas aksi pelahan menuju keatas kearah belakang lehernya yg setelah itu kubelai halus. cuma desahan perlahan-lahan yg melating dari bibirnya. memperoleh �sinyal� ok, saya meneruskan aksiku atas menyelinapkan menyelundupkan tangan kiriku dibalik T-shirtnya.
perlahan-lahan, jemariku mengenai kulit perutnya yg cepat, kemudian naik keatas lagi, serta lagi, serta lagi, sampai hingga diatas bongkahan dadanya yg alot serta lagi terbungkus bra berkerawang. Kuremas perlahan payudara sisi kiri Lia dengan lalu berkecupan serta tangan kananku kumasukkan dibalik T-shirtnya alhasil mengenai langsung punggungnya, serta tangan kananku lalu kugerakkan naik sampai mengenai pengait bra sang Lia yg setelah itu tanpa babibu langsung saya buka.
Dalam sebentar, bra itu turun lepas ke dek gerabah hostel yg berona putih bersih, alhasil saat ini tanganku dapat langsung menjamah payudaranya tanpa terdapat yg menghalangi. atas jemari telunjuk serta jempol tangan kiriku, kupilin-pilin puting payudara kiri Lia yg saat ini melontarkan desahan-desahan karna bibirnya telah merdeka dari ciumanku.
�Nghhhh� Bob.. aa� desau sang Lia. Tanpa campakkan durasi, lekas kulucuti T-shirtnya alhasil pandangan bagus terbambang didepan mataku yg sebelah melotot, payudaranya Lia sekal serta montok sekali atas puting yg berona kemerahan.
Juniorku yg mulanya telah sebelah memadat saat ini kian memadat seakan akan meronta untuk pergi dari kembali celana jeans serta pula celana dalamku.
Lia yg telah sebelah bugil kurebahkan di berdasarkan sping bed. kemudian, saya buka resleting gaun jeansnya serta lekas kulorot alhasil kelihatan celana dalamnya yg berona pink serta berkerawang, samar-samar kelihatan rambut kemaluannya karna susunan celana dalam itu benar tdk amat kasar.

Tdk menunggu lama, segera kulepas celana dalam itu dan terlihat pemandangan yg wow dihadapanku sehinga aku hampir-hampir tdk berkedip dibuatnya. Tampak belahan memek yg menggoda dengan dihiasi bulu-bulu kemaluan yg tdk terlalu lebat. Aku tdk tahan lagi, segera kujamah memek itu. Kusibakkan kedua bibirnya kesamping shingga kelihatan bagian dalam memek Lia yg berwarna merah muda. Tanpa menunggu lama, aku langsung menusukkan lidahku kedalam liang itu, kujilat-jilat dan kumainkan lidahku didalam. Nafas Lia semakin memburu,
�Aaah, Bob.. ka.. mu ngap.. pain, enghhh..!!� Tdk kuhiraukan desahan itu dan aku terus saja menjilat-jilat memeknya yg mulai dipenuhi lendir tanda Lia sudah sangat terangsang.
Kucabut lidahku dan sasaran berikutnya adalah klitorisnya. Segera kukulum dan kuhisap klitorisnya sembari terkadang kujilat-jilat permukaannya. Desahan Lia kian menjadi dan tdk seberapa lama kemudian ia mencapai orgasme,
�aaaach.. aahh!!� dengan diiringi lenguhan panjang tubuhnya menggelinjang hebat dan cairan kenikmatan mengalir deras keluar dari memeknya.
Dibaca juga : Cerita Sex: Tia Memiliki Toked Yang Gede
Aku langsung menyeruput habis cairan itu. Kemudian aku beranjak berdiri, kulihat Lia masih rebahan dengan mata setengah terpejam dan pandangan yg mupeng, woow gile.. terlihat tambah cakep aja ni anak. Lalu aku melepas kaosku dan celana jeansku, kemudian langsung kuterkam si Lia yg masih terengah-engah. Tanpa ampun, langsung kuemut puting payudaranya yg sebelah kanan, sambil tangan kiriku meremas dan memainkan payudara kiri Lia.
Aaahh, mmmmhh, terus Bob ohh !! Desahnya.
Aku semakin asyik saja menyusu di payudara yg montok tersebut. Aku sudah tdk tahan lagi, ingin segera menikmati main course alias hidangan utama sa ML sauce tiram, hmmm. Segera aku berdiri dan lepas kain terakhir yg menutup tubuh telanjangku yaitu celana dalam warna biru tua merek BXXXX. Begitu celana dalam itu terlepas, juniorku yg dari tadi tersiksa langsung berdiri mengacung menghirup udara bebas. Tdk tampak ada kepala k0ntol karena memang punyaku uncut (belum disunat).
Buat yg selamanyaanku tentu tau dulu dulu, waktu masih anak-anak, yg namanya sunat tdk diharuskan (yg diharuskan hanya agama tertentu). Namun demikian, saya juga belum memutuskan untuk melakukan. Sebenarnya, Lia sudah kuberi tahu tentang hal ini sekitar setengah tahun yg lalu ketika kami baru pulang ke indonesia dan kami berdua sedang memikirkan rencana pernikahan. Intinya dia keberatan dengan kondisi ini dan memintaku untuk disunat saja.
Tapi, yah .. terus terang aku malu apalagi sekarang sudah di tanah air, nanti apa kata dokternya kalau tau sudah gede kok belum disunat, bla bla bla, namun yg pasti aku akan lebih malu lagi kepada pasien yang lain yg akan disunat. Dalam bayanganku, tentu semuanya masih anak-anak dan pasti hanya aku sendiri yg paling tua .. aargh tdk! Aku tdk terus melakukan itu, jadi ya akhinya aku membohonginya dan bilang aku sudah disunat sekitar tiga bulan yg lalu.
O ya, kembali lagi ke hidangan utama , aku berharap agar Lia tdk lagi keberatan dengan hal ini. Apalagi dia sedang horny, dimana seharusnya akal sehat tdk terlalu bermain, jadi tanpa sadar dia akan mau ML denganku. Segera aku merangsek ke arah Lia untuk lekas-lekas menancapkan pusakaku ini ke dalam liang memeknya yg sudah basah itu. Tapi .. yg kutakutkan terjadi, Lia menahan tubuhku dan mendorong perlahan sembari penutup jas dengan selimut. Sirna sudah wajah mupeng yg kulihat tadi berganti ekspresi kecewa.
Bob! Aku kan sudah bilang dulu kalau aku nggak mau mau denganmu kalau kamu belum disunat, kamu harus disunat dulu! Teriaknya.
Waduh, batinku, gimana kalo penghuni sebelah sebelah dengar? Bakal ketahuan kalo aku belum sunat .. aaargh. Tapi yg lebih dari itu, aku memang merasa aku sudah bersalah kepada Lia. Juniorku pun tdk lagi tegang, namun mengendur dan makin mengendur.
Tapi Ne, apa kamu nggak ngerti? Aku kan malu Bagi sunatnya di indonesia, budaya di sini sangat berbeda. Aku akan santai aneh .. bahkan sangat aneh. Jawabku.
Aku ngerti, aku bisa mengerti kalau kamu malu. Tapi kamu sudah bohong sama aku Bob. Kata Lia lirih, airmata mulai membasahi pipinya.
Waduh, aku benar-benar merasa sangat bersalah. Aku mencoba menghiburnya, namun kali ini lebih susah dari biasanya.
Ok, aku akan maafin kamu, tapi kamu harus janji. Kamu akan bener-bener sunat kali ini! Kata Lia.
Baiklah, aku akan berjemur, minggu depan, ok? Jawabku.
Tidak! Sekarang, hari ini atau aku akan pikir-pikir lagi soal rencana pernikahan kita. Jawab Lia tegas.
Akhirnya aku mengiyakan permintaannya, dari tdk jadi menikah. Wah, jangan deh. Lebih baik tahan malu sebentar. Kami berdua kembali berpakaian dan Lia kuminta untuk cuci muka agar tdk terlihat bawa dia habis menangis. Kan gawat kalau ketahuan sama calon mertua.
Kamu kan takut disunat, jadi aku akan menemani kamu. Kata Lia.
Tapi aku menampik tawarannya karena, dia tampak shock dan lelah. Jelas bahwa dia perlu istirahat. Jadilah aku mengantarnya pulang. Ketika sampai di depan rumahnya dia bertanya.
Dibaca juga : Cerita Sex: Tia Memiliki Toked Yang Gede
�Tapi bagaimana aku tahu kalau kamu bener-bener sunat hari ini?� Aku menjawab
�besok kan bisa kamu lihat sendiri, pasti akan ketahuan kalau aku bohong lagi.� Lia menyetujuinya dan aku pun berangkat sendiri mencari dokter yg melayani jasa penyunatan.
Setelah berputar putar keliling kota. Akhirnya kutemukan juga tempat praktek sunat. Hati-hati aku masuk kedalam dan, terjadilah yg kutakutkan. Terlihat banyak anak kecil yg antre untuk disunat. Aargh.. tidaak. Rasa malu kembali mengalahkan logika. Sehingga aku pun ngacir pergi dari tempat itu dan bertekad untuk mencari tempat lain saja. Namun keadaan semakin sulit karena kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 19.00. Waduh, bisa batal ini, dan Lia pasti marah lagi padaku besok, kenapa tadi aku tdk sunat saja ditempat yg banyak anak kecil itu, kataku dalam hati. Jam menunjukkan pukul 19.30 aku melihat papan nama sebuah klinik yg melayani penyunatan.
Kali ini aku sudah bertekad untuk tdk akan lari apapun yg terjadi, ini demi rasa sayangku pada Lia, aku tdk mau mengecewakannya lagi. Dengan jantung berdegup kencang, kudorong pintu kaca depan klinik dan.. thank god, tdkada orang. Hanya ada seorang perawat, yg menurutku lumayan cantik, beranjak menyambutku dan menanyakan keperluanku dengan ramah. Aku menjawab
�Emm, benar disini bisa sunat suster?�
�Oh betul sekali bapak. Nah, dimana anaknya yg mau disunat pak?� Tanya suster itu.
Waduh, sialan, pertanyaan yg aku sangat tdk suka. Terlebih lagi untuk menjelaskan.
�Engg, sebenarnya�. sebenarnya..� Aku merasa tdk sanggup mengucapkannya, ingin rasanya lari lagi namun bayangan Lia yg menangis tiba-tiba terlintas di benakku sehingga aku memutuskan untuk menjawabnya.
Ah terserah sajalah kata orang, batinku.
�Sebenarnya saya yg mau sunat sus..� There, selesai sudah, aku sudah berhasil mengatakannya. Rasanya seperti beban 100kg sudah terangkat dari pundakku.
Suster itu agak terkejut mendengarnya, yg membuatku lega, dia tdk menertawakanku seperti bayanganku semula. Tdk lama kemudian dia masuk kedalam untuk menemui dokternya, lalu kembali lagi kedepan menemuiku dan berkata
�Baik pak, dokternya sudah siap, silahkan masuk.�
Akupun masuk kedalam ruang praktek dan.. aku kembali terkejut karena dokternya seorang wanita. Wah, masak aku mesti buka-bukaan didepan cewek selain Lia. Tetapi pikiran itu semakin memudar melihat sosok dokter itu yg cantik, sangat cantik bahkan. Kalau kutaksir kira-kira umurnya baru 23 mungkin 24, pastilah baru lulus dan buka praktek batinku, ukuran dadanya� tdk terlalu kelihatan karena ia memakai jubah khas dokter yg putih.
�Eee, dokter yg nanti��� Kata-kataku terputus.
�Ya betul mas, saya yg akan menyunat anda.� Katanya sambil tersenyum ramah.
Kemudian dokter itu memintaku untuk melepas celana berikut celana dalamku. Wah, aku degdegan juga karena harus mengekspos bagian pribadiku dihadapan lawan jenis yg tdk kukenal. Perlahan tapi pasti, celana jeansku beserta celana dalamku sudah terlepas sehingga kemaluanku kini gandul-gandul dihadapan dokter tersebut. Dokter itu sendiri tdk terlalu memperhatikan karena sibuk menyiapkan peralatannya. Baru kemudian ia memandang k0ntolku ini. Entah apa yg ada dibenaknya karena kurasa, biasanya dia menyunat anak-anak, sekarang dia dihadapkan pada k0ntol pria dewasa. seksigo
Dokter wanita itu memintaku duduk di atas meja periksa dan kemudian dia memakai sarung tangan lateks. Barulah kemudian kedua tangan dokter itu menuju ke arah alat kelaminku. Waduh, aku kembali dagdigdug. Kemaluanku ini kan bukan punyanya anak kecil. So, kalau dipegang-pegang, apalagi oleh lawan jenis, pasti bakalan bangkit dari tidurnya.
Benar saja, sewaktu dokter itu memegang batang k0ntolku, si junior langsung bangun dan mengembang dengan cepat menuju ukuran maksimalnya, 18cm. dokter itu terlihat terkejut sekali, entah itu terkejut karena adikku tiba-tiba bangun, atau terkejut karena ukuran adikku yg lumayan besar.
�Eeh, maaf ya dok, ini� spontan soalnya.� Kataku dengan senyum yg kecut.
�Oo, ee. nggak apa-apa kok.� Dokter itu sepertinya juga salah tingkah, mukanya memerah.
Melihat itu, pikiran jorokku mulai bermain. Bagaimana kalau dokter cantik ini kusuruh melakukan handjob. Tentu ia kaget waktu tadi tahu pasiennya adalah pria dewasa. Nah, kalau kubilang bahwa aku tdk tahu cara mengecilkan kembali k0ntolku ini kemungkinan ia akan percaya, apalagi hingga sebesar ini aku belum disunat.
�Mmmm, tapi saya tdk bisa mengkhitan kalau sedang�. begini.� Kata dokter itu padaku sambil sesekali memandang k0ntol tegangku.
�Lebih baik mas.. ee.. keluarkan dulu di kamar mandi baru kita lanjutkan.� Tambah dokter itu lagi.
Akupun mulai aksi pura-pura bego,
�keluarkan? Maksudnya apa dok? Saya kan lagi nggak kebelet pipis.� Jawabku dengan memasang tampang yg sebego mungkin.
�Ee.. bukan pipis maksud saya. Maksudnya mas.. ee.. masturbasi dulu.� Jawab dokter itu gugup.
Nah, umpanku mulai kena, batinku.
�Mas.. apa dok, saya nggak ngerti. Setahu saya kalau lagi begini ya didiamkan aja, ntar juga kecil lagi. Kalau pagi-pagi bangun juga gitu dok, saya diemin aja.� Jawabku bego dengan k0ntol yg tetap mengacung.
�Memang caranya bagaimana dok?� Pancingku.
�Ee.. ya, mas .. ngg.. kocok itunya, nanti kalau sudah keluar, pasti mengecil.� Jawab dokter itu dengan muka yg kian memerah.
Hatiku semakin girang, pasti ia percaya kalau aku tdk tahu apa-apa tentang ini.
�Bagaimana dok? Aduhh, saya nggak ngerti. Atau, dokter aja deh yg keluarkan. Saya takut soalnya saya bener-bener nggak ngerti soal ini.� Tambahku.
Dokter itu tampak terperanjat dengan jawaban polosku tadi. Namun sepertinya ia kehabisan akal untuk mengajariku cara masturbasi, dan ia juga tampak tdk ingin berlama-lama dengan pasien yg satu ini. Akhirnya dokter itu setuju untuk melakukan handjob. Hehehe, berhasil!! Batinku.
Pertama-tama, dokter itu menggenggam batang k0ntolku dengan tangan kirinya yg masih terbungkus sarung tangan lateks. Kemudian ia mulai menggerakkan tangannya naik-turun. Ohh, gila, rasanya enak sekali. Apalagi kemudian dokter itu memainkan kedua buah zakarku dengan tangan kanannya yg, tentunya, juga masih bersarung tangan. Lalu, tangan kanannya digunakan untuk merangsang bagian sensitif k0ntol pria, yaitu daerah dibawah kepala k0ntol. Ahh, rasanya semakin nikmat, aku terkadang sampai memejamkan mataku untuk menikmati sensasinya.
Tdk seberapa lama, cairan pelumas (cairan yg keluar jika pria terangsang) mulai menetes dari lubang kencingku. Dokter itu menadahinya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya yg mendapat giliran mengocok batang k0ntolku. Setelah seluruh cairan pelumas keluar. Tangan kanannya behenti mengocok k0ntolku dan tangan kirinya yg ada tetesan cairan tadi dipakai untuk mengocok batang k0ntolku. Woow, sensasinya bebeda karena lebih licin rasanya.
Nafasku mulai memburu, perjalanan menuju puncak sudah mencapai tengahnya. Dokter itu tdk mengurangi ritme kocokannya melainkan malah mempercepatnya, aah rasanya enak sekali apalagi karena ada cairan tadi. 5 menit kemudian aku sudah tdk tahan lagi, sedikit lagi sudah mencapai orgasme.
�Aaaaaaa.. aaa.� pekikku. Dan sedetik kemudian
�Aaahh� hhh� hhh.� Muntahlah spermaku ke lantai tempat praktek itu, sebagian mengenai pakaian dokter itu.
Lega dan senang sekali rasanya, apalagi karena dokter cantik ini bersedia memberiku handjob, hehehe. Singkat cerita, akhirnya aku disunat juga, entah memakai metode apa, dan dokter itu bilang bahwa lukanya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Sebelum pergi, aku menanyakan nama dokter itu, ternyata namanya Ika. Ternyata lagi, aku salah mengira, umurnya ternyata 27. Heh, dua tahun lebih tua dariku, tapi kok kelihatannya masih sangat muda, pastilah ia pandai merawat kecantikannya. Aku juga bertanya apakah aku bisa datang kembali ke klinik itu untuk memeriksakan juniorku dua minggu lagi.
Dalam waktu dua minggu itu pula aku berencana agar bisa melakukan yg lebih. I mean, dokter ini sudah mau handjob, bagaimana kalau aku bisa mendapatkan yg lebih dari itu. Dalam dua minggu itu pula, aku menolak ajakan Lia untuk melanjutkan �hidangan utama� yg belum sempat dinikmati di hotel dulu. Aku bilang kepadanya bahwa penyembuhannya makan waktu satu bulan setengah dan bahwa sebaiknya kami melakukannya setelah menikah saja. Untung si Lia mau mengerti dan tdk ngambek lagi.
(Lagi lagi lagi) singkat cerita, dua minggu telah berlalu. Aku menunggu lagi satu hari untuk memastikan bahwa juniorku ini sudah siap tempur. Hari yg ditunggu tibalah juga, aku berangkat kembali ke klinik itu pada jam yg serupa dengan terakhir kali aku ke sana. Harapanku, tdk ada pasien yg mengantre. Dan� betul juga, hanya ada satu orang pasien anak-anak dan bapaknya yg baru saja pergi meninggalkan klinik itu.
Aku menemui suster yg jaga.
�E� bisa saya bertemu dengan dokter Ika? Saya sudah bikin janji dua mingu yg lalu.� Tanyaku.
Suster itu kemudian menuju ke ruang praktek dan tdk seberapa lama kemudian kembali dan mempersilakanku masuk. Aku akhirnya masuk kedalam ruang praktek. Dokter Ika menanyakan apakah ada keluhan pada kemaluanku. Aku menjawab bahwa tdk ada keluhan dan tdk terasa sakit. Dokter Ika kemudian menyatakan bahwa aku sudah sepenuhnya sembuh.
�Ehh, tapi dok. Begini.. Saya, dalam waktu dekat ini akan menikah. Engg, saya kan tdk tahu apakah anu saya akan normal saja pas malam pertama.� Pertanyaan yg ngarang dan ngaco.
�Begini saja mas, mas coba saja masturbasi dulu, kalau tdk sakit kemungkinan tdk akan sakit waktu dipakai berhubungan badan.� Jawab dokter Ika dengan wajah yg sedikit memerah.
Mungkin karena mengingat yg tejadi dua minggu yg lalu. Aku kembali mencari akal agar dia mau kuajak yg tdk-tdk.
�Mmm, saya masih takut dokter, bagaimana kalau nanti lukanya kambuh. Aduuuh, saya takut.� Jawabku beralasan.
�Emm.. gimana kalau dokter aja yg�.� Tambahku. Ika hanya terdiam.
Aku tdk ingin ia menjawab tdk sesuai keinginanku, jadi aku langsung berjalan menuju meja periksa dan melepas bawahanku sehingga bagian bawah tubuhku kini sudah tanpa sehelai benangpun. Sesuai dugaanku, Ika terpaksa harus menuruti kemauanku. Iapun menuju meja periksa dan kemudian langsung menggenggam batang k0ntolku, tapi kali ini tanpa sarung tangan, wow. Menerima sentuhan dari tangan wanita, kontan k0ntolku mengeliat dan bangun dari tidurnya.
Dokter Ika kemudian tampak tertegun, memang, setelah disunat juniorku tampak lebih garang. Ika kemudian memeriksa bagian leher k0ntol dan menyentuh-nyentuh disekeliling diameternya untuk memastikan bahwa aku tdk merasakan sakit. Kemudian ia mulai mengocok k0ntolku. Ahh, memang enak sekali kalau disentuh oleh lawan jenis. Kocokan tangannya mulai dipercepat, pasti tujuannya supaya aku cepat keluar dan cepat pergi dari sini. Aku tahu itu, tapi aku tdk akan membiarkannya terjadi.
Saat ini posisiku duduk diatas meja periksa sementara Ika duduk di kursi yg dihadapkan ke meja periksa itu sehingga posisinya agak lebih rendah dariku. Akupun menggerakkan tanganku menuju payudaranya yg terbalut jubah dokter dan kemeja hitam. Tanpa basa basi, kuremas kedua payudaranya. Ikapun terkejut dan melepaskan genggaman tangannya dari k0ntolku. Kemudian kedua tangannya disilangkan diatas dadanya.
�Mas, apa-apaan sih.. emph!� Sebelum banyak berkata-kata, kulumat dan kuhisap-hisap mulutnya.
Kedua tangan Ika mencoba mendorongku, tapi tdk cukup kuat untuk melakukannya. Dengan tangan kiriku, kuremas sebelah payudaranya. Sementara tangan kananku, meremas-remas bongkahan pantatnya dari luar rok kain berwarna hitam yg dikenakan Ika.
�Emmm� mmmhhh.� Hanya itu yg terlontar keluar dari bibir Ika yg sedang kucium dengan ganas.
Perlahan kucoba memasukkan lidahku kedalam mulutnya dan bermain-main dengan lidahnya, mungkin karenasudah terangsang, Ika membalas pemainan lidahku, lidahnya juga dimasukkan kedalam mulutku dan akupun langsung menghisap-hisapnya. Jemari tanganku mulai bergerak lincah membuka satu demi satu kancing kemeja Ika. Dan, aku tdk measakan penolakan darinya, berarti keadaan sudah benar-benar aman nih, hehehe. Akupun melepaskan ciumanku dan Ika tampak terengah-engah.
Setelah kubuka semua kancing kemejanya segera kulepas kemeja dan jubah dokternya, kemudian menyusul bra putih yg dikenakannya. Wow, ternyata payudara dokter ini cukup sekal, kira-kira seukuran dengan punya Lia. Kedua payudara Ika juga terlihat masih tegak dan menantang. Tanpa buang-buang waktu, aku langsung mengulum sebelah puting susu Ika sementara yg satunya lagi aku mainkan dengan tanganku.
�Ahh, ssshh.. mmmhh.� Desah Ika.
Tangan kananku yg bebas begerilya kebelakang dan bergerak kebawah, melepas pengait dan resleting rok Ika. Begitu sudah terbuka, rok hitam itupun meluncur bebas kebawah. Tangan kanankupun leluasa meremas-remas pantat Ika yg terbungkus celana dalam warna putih. Perlahan jemari tanganku kususupkan ke kemaluannya yg ternyata sudah basah.
Ok, tdk perlu menunggu lagi, segera kuturunkan celana dalam itu sehingga Ika kini benar-benar telanjang bulat. Segera kuangkat tubuhnya dan kubaringkan diatas meja periksa. Aku membuka kaosku sehingga kini aku dan Ika sama-sama telanjang bulat. Kukangkangkan kakinya lalu segera kuarahkan batang k0ntolku yg sudah tegang sekali menuju liang memeknya. Kugesek-gesekkan terlebih dahulu di permukaan memeknya. Lalu, bless, batang k0ntolku melesak dalam di memek Ika.
�Aaa� masss.. pe.. lan.� Desah Ika. Kudiamkan terlebih dahulu k0ntolku.
Setelah beberapa saat, barulah kugerakkan maju mundur diiringi dengan desahan Ika, si dokter cantik itu. Plok, plok! Suara pahaku yg bertemu dengan pangkal paha Ika. Sambil bersenggama, tanganku meremas-remas payudaranya dan terkadang memilin-milin putingnya, sementara bibirku berulang kali menciumi bibir, pipi dan leher Ika. Sepuluh menit berselang, nafas Ika semakin memburu dan tdk lama kemudian,
�Aa.. ahhh� aaahhh!� Ika mencapai orgasme.
Kedua matanya dipejamkan. Keringat deras membasahi tubuhnya. Kudiamkan sejenak dan kubiarkan Ika menikmati orgasmenya. Lalu kubalikkan badannya dan kumasukkan lagi k0ntolku dalam posisi doggy style. Kusodokkan k0ntolku pelahan, namun kian lama kian cepat.
�Ahhh, mass� ahh.. ach.. enak mass!!� Racau Ika. Sekitar 15 menit kami bercinta dalam posisi ini, Ika kembali orgasme.
�Achh.. mass.. aku keluar, ahh, aaaaaa!� Kubalikkan lagi badannya dan kupompa terus karena aku juga merasakan gelombang orgasme kian mendekat. Kupacu dan kupecepat sodokanku dan
�aaa.. aku mau kel.. luar.� Aku hendak mencabut k0ntolku untuk memuntahkan sperma diatas perutnya, namun kedua kaki Ika tiba tiba dilingkarkan disekeliling pinggangku dan
�Ahh� hhh.. hhh!� Semburan demi semburan sperma masuk kedalam rahim Ika.
Dibaca juga : Cerita Sex: Tia Memiliki Toked Yang Gede
Aku merasakan suasana ini sangat intim. Kudiamkan k0ntolku didalam memek Ika selama beberapa saat dan kupagut bibirnya lalu kubisikkan thank you di telinganya. Ika hanya tersenyum manis. Sangat manis. Sunguh hari yg sangat indah dan akan selalu kukenang.

***

Cewek Bispak Dengan Tubuh Mungil : DOWNLOAD


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Film Miyabi Mansturbasi :  DOWNLOAD

Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa �Cerita Sex: Cerita Seks : Di sunat Suster Cantik� dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

Recent search terms:

  • video bugil suster cantik
  • cerita sek kontol di sunat
  • jjgirls com Tia Bebean
  • poto bokep suster
  • suster cantik ngangkang